Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Membantu 3



" Dokter katakan ada hal penting apa yang membuat anda datang kemari ingin bertemu dengan saya…" Kini mereka berdua tengah duduk di dalam ruangan Kepala Sipir tersebut. 


Angel terdiam ketika dia sudah saling berhadapan, secara tiba-tiba otaknya terhenti dan dia tak tau apa yang dia lakukan saat ini benar atau tidak. Bukan untuk membelanya hanya saja tiba-tiba hatinya tergerak melihat Alex yang seperti itu tadi. 


Mungkin dia salah tapi kesalahan nya saat ini juga tak sepenuhnya ada di dirinya. Angel juga ikut bersalah saat ini hanya, jika semua tadi dia lakukan sesuai apa yang diminta mungkin ini tak akan terjadi. Penembakan itu tak mungkin dirasakan oleh Alex.


" Nona Angel ada apa?" Suaranya yang tiba-tiba mengejutkan Angel yang dari tadi terpaku terdiam membisu.


" Maafkan saya Sir, maafkan saya…" Angel terkejut karena dari tadi dia memang sedang berpikir bagaimana caranya dia berbicara.


" Tak apa Dok, katakan ada apa sebenarnya?" 


Angel menghela nafasnya dengan berat lalu dia memberanikan diri untuk membuka suara. " Sir maafkan atas kelancangan saya, hanya saja saya disini sebagai seorang Dokter yang sedang mengawasi pasien saya…" Kepala Sipir itu mengerutkan keningnya dia tak mengerti arah pembicaraan ini.


" Katakan dengan jelas Dokter, saya tak mengerti apa yang anda ingin katakan…" Kepala Sipir itu menyandarkan punggungnya menatap ke arah wanita cantik yang saat ini juga menatap dirinya dengan tatapan bingung.


Angel lagi lagi membuang nafasnya yang berat. " Saya tak suka basa-basi Sir, maka saya juga akan mengatakan dengan cepat. Saya tidak setuju jika Alex harus kembali ke tempat tahanan."


" Anda berkata apa?" Kepala Sipir itu langsung memajukan duduknya. " Apa telinga saya tidak salah mendengarnya Dokter?" Sambungnya lagi dengan hampir tertawa.


" Anda tak salah mendengarnya Sir, saya datang kemari memang ingin mengatakan hal itu. Saya hanya ingin anda tidak membawa Alex kembali ke tahanan. Saya ingin dia tetap berada di ruangan setelah dia menjalankan operasinya."


Kepala Sipir itu yang tak tahan akan ada hal yang lucu kini tertawa. " Apa anda benar-benar lupa bahwa dia tadi yang menyandera anda bahkan luka gores yang ada di leher anda itu juga karena olehnya. Lalu apa yang membuat anda meminta saya untuk tidak membawa Alex. Anda benar-benar konyol Dokter Angel…" Di sisa tawanya seakan mengejek Dokter cantik itu.


" Saya tau ini mungkin konyol dan menurut anda ini lucu Sir, tapi saya di sini berpikir logis. Saya tentu saja tidak akan melupakan kejadian dimana saya hampir kehilangan nyawa saya, hanya saja disini berpikir sebagai seorang Dokter yang memikirkan pasiennya…" Kepala Sipir itu lalu berhenti tawanya dia menatap ke arah Angel dengan serius kali ini.


" Menyulitkan pihak medis!" Kepala Sipir itu mengangguk dengan mengulangi kata-kata dari Angel. " Bukankah Negara dan rumah sakit memang menempatkan kalian di sini memang untuk mengobati para tahanan yang sedang sakit? Lalu menyulitkan pihak medis di bagian mana Dokter? Saya rasa anda belum pernah melewati hal yang menyulitkan di sini."


Angel membuang nafasnya dengan kasar saat ini. " Saya memang belum pernah melewati hal yang sulit di sini Sir, tapi kami sebagai paramedis sudah pernah mengalami hal yang tidak anda pernah tau sebelumnya. Kami pernah dihantam ribuan keadaan sebelum kami ditempatkan disini, berada di tengah-tengah kota gempa, mempertaruhkan nyawa kami melawan keadaan yang seharusnya semua orang pergi tapi paramedis seperti kami harus menolong orang yang terkena reruntuhan bagunan, tak peduli dengan keadaan panas dan hujan dan tak peduli jika ada gempa yang tiba-tiba datang kembali."


" Kami pernah berada di zona yang benar-benar bahaya Sir, pernah menghadapi situasi yang lebih parah dari sini. Hampir satu tahun kami berada di penjara Negara B yang waktu itu semua para tahanan terlibat baku hantam dengan para polisi karena mereka tidak terima oleh peraturan Kepala Sipir yang baru. Kami orang medis yang berada di depan waktu itu. Jadi masalah sepele seperti ini memang tak menimbulkan efek apapun bagi kami, tapi jika anda berkata kami belum pernah ada diposisi yang sulit dan bahaya anda salah."


Angel menceritakan pengalamannya waktu itu, dimana para tenaga medis harus memang berjuang ketika mereka ditempatkan di zona-zona yang juga bahaya. Tak hanya para militer yang berada di depan tapi paramedis juga berada di depan untuk menyelamatkan para korban. 


" Semua pekerjaan memiliki resiko yang sama Sir, tak hanya para militer yang membahayakan nyawanya dan mengalami kesulitan. Tapi kami para tenaga kerja juga pernah mengalaminya."


Kepala Sipir itu tertegun mendengar cerita yang dikatakan oleh Angel. " Tapi maaf Dokter meskipun anda menceritakan semuanya kepada saya, tapi saya tetap tak bisa mengubah keputusan saya bahwa Alex akan tetap menjalani hukuman di dalam sel tikus karena kesalahannya."


" Saya tau Alex salah Sir. Tapi saat ini yang salah bukan hanya dia, di sini saya juga salah. Andaikan tadi saya tidak menolak apa yang dikatakan olehnya mungkin hal ini tak akan pernah terjadi dan tembakan itu tak mungkin bersarang di kakinya."


" Dokter Angel sepertinya anda dari tadi sangat membela Alex, bahkan saya juga mendengar dari orang sana bahwa anda tiba-tiba mengambil ahli tugas rekan anda untuk mengoperasi kecil kaki nya. Dan sekarang anda datang kemari memohon kepadaku agar Alex tak ditahan untuk sementara karena beralasan kakinya yang masih terluka. Apa anda lupa bahwa dia orang yang menyebabkan kematian Ayah anda? Apa anda sudah tak berkabung? Karena saya mendengar anda masih sangat berkabung atas kepergian Ayah anda."


Deg!!


Jantungnya terasa tertusuk ketika Kepala Sipir itu mengingatkan tentang kematian Ayahnya. Dia baru sadar apa yang dikatakan olehnya benar.


" Tentu saya masih ingat betul Sir bahkan saya tidak akan melupakan siapa yang sudah membuat Ayah saya meninggal meskipun di garis besari Ayah saya meninggal waktu tugas dengan Alex. Kepergian Ayah saya adalah hantaman yang besar bagi kehidupan saya, hanya saja saya sebagai seorang Dokter yang profesional saya akan melakukan berbagai cara untuk melindungi pasien saya dan saya akan melakukan apapun untuk menyelamatkan pasien saya meskipun pasien saya adalah orang jahat ataupun dia musuh saya sekalipun."


Lagi lagi Kepala Sipir itu tak bisa berkutik apa yang dikatakan oleh Angel mampu membuatnya bungkam. " Sir saya mohon hanya kali ini, izinkan Alex tetap berada di ruang rawat agar kami bisa mengontrol bekas jahitannya, hanya sampai jahitan itu mengering. Saya tidak masalah jika banyak penjaga sekalipun asal kami tetap bisa melihat kondisi bekas luka tembak itu…" Ujarnya dengan penuh permohonan.