Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Pergerakan 15



“ Apa kau menyesal ada di sini bersama ku?” Angel tak menjawabnya melainkan dia lebih fokus dengan apa yang ada di tangan nya sekarang.


“ Sebaiknya jangan banyak bergerak. Meskipun pelurunya hanya meleset jahitan ini cukup banyak...” Angel berkata tanpa menatap kearah Alex yang saat ini menatap ke arahnya.


Alex menghela nafasnya dengan berat. “ Angel apa kau menyesal ada disini bersama ku?” Alex bertanya sekali lagi dia mengulangi pertanyaan yang dari tadi tidak dijawab wanita itu.


“ Sudahlah jangan kau bahas. Sebaiknya kau tidur kau harus banyak istirahat untuk memulihkan kesehatan karena akan banyak hal yang perlu aku tanyakan setelah kau benar benar sehat.”


“ Kenapa harus menunggu aku sehat? Bertanyalah sekarang!” Angel yang tadi sudah ingin pergi kini menghentikan langkahnya menoleh kebelakang dengan tatapan yang sulit diartikan.


Angel membuang nafasnya dengan kasar. “ Tidurlah, nanti kita akan bicara.”


“ Aku ingin kita sekarang bicara.”


“ Tidurlah!” Angel tetap menolak karena apa yang menjadi penyesalannya biarlah terap dia saja yang menyesal bukan dirinya yang harus membawa Alex kedalam penyesalan. Karena pada dasarnya dia sendiri yang bertekad untuk membantu Alex kabur dari tahanan.


“ Kita bahas sekarang atau tidak sama sekali...” Ucapannya dengan ketus.


“ Tidak perlu dijawab. Aku menyesal atau tidak juga bukan urusanmu. Penyesalan ku biarlah aku sendiri yang menanggung kau tak perlu pikirkan hal ini. Menyesal rasanya percuma karena sekarang aku sudah ada di sini bersama, berada di tengah tengah masalah yang begitu rumit aku pahami.”


“ Kemarilah...” Alex yang menyuruh Angel mendekat kini membuatnya untuk duduk di sebelahnya. 


Kini mereka saling duduk bersama saling menatap dengan pandangan yang berbeda. Terlihat jelas dari mata wanita cantik itu ada penyesalan dan rasa sedih tapi dengan susah payah wanita itu menutupinya dengan dia yang terus tersenyum tipis di bibirnya.


“ Maafkan aku!” Dua kata yang mampu membuat Angel meneteskan air matanya dengan cepat. “ Maafkan aku yang harus menyeretmu dalam masalah ini...” Alex yang tak tahan melihat tangisan nya kini menarik lembut tangan Angel hingga mereka saling berpelukan dengan rasa nyaman.


“ Andaikan ini semua tak terjadi aku akan tak mungkin membawa masalah kepadamu dan ini semua tak mungkin terjadi. Aku membawamu dalam masalah tentang balas dendam yang begitu rumit...” Lirih nya dengan nada penyesalan.


“ Semuanya sudah terjadi seperti ini dan aku juga sudah ada disini untukmu.”


Mereka saling melepaskan pelukan itu saling menatap satu sama lain, getaran yang kecil kini mereka rasakan kembali. Ada sesuatu yang aneh yang mereka rasakan. “ Jangan menangis ku mohon. Jika kau mau menyalahkan maka salahkan aku jangan salahkan dirimu karena aku yang menyeret dalam masalah ini.”


“ Sudahlah jangan dibahas...” Angel memalingkan mukanya menghapus air mata yang dari tadi merembes ke pipinya. Dengan dia yang pura pura tersenyum menyembunyikan luka yang ada di hatinya. 


Kata kata ‘penghianat’ tadi seakan sulit dilupakan, bahkan dia sendiri juga menyadari bahwa ia seorang pengkhianat untuk saat ini. Angel juga tak tahu kenapa dia sampai melakukan hal yang di luar nalarnya, seharusnya dia sendiri tak melakukan hal ini. Tapi semuanya sudah terjadi penyesalan pun tak ada gunanya saat ini.


“ Angel aku menyukaimu!”


“ Apa?”


***


Bug!! 


“ Sayang kau tak apa?” Sarah dan Bryan yang dari tadi berlari cukup kencang kini membuat Sarah sulit mengimbangi langkah lebar kaki Bryan hingga membuatnya terjatuh.


“ Aku tak apa...” Bryan kini dengan cepat membantu sang kekasih untuk bangun dari jatuhnya.


“ Kau masih kuat untuk berlari?” Tanyanya dengan sekali melihat kebelakang.


Sarah mengatur nafasnya yang tak beraturan. “ Aku kuat...” Jawabnya dengan terpaksa karena pada dasarnya dia sudah tak sanggup untuk berlari. jangankan berlari berjalan saja sebenarnya dia sudah tak mampu.


Dor!!


“ Berhenti kalian berdua...” Suara yang membuat mereka berdua menundukan kepalanya.


“ Sarah ayo lari...” Kedua orang itu kembali berlari setelah mendengarkan suara orang orang yang mengejarnya.


Sedangkan suara tembakan itu suara peringatan untuk mereka berhenti tapi kedua anak manusia itu kini kembali berlari. sarah tak peduli dengan kakinya yang sudah lemas tak kuat untuk berlari. 


“ Dimana mereka? Tadi sepertinya mereka berdiri disini?” Orang orang itu mencari tempat dimana Alex dan Sarah berdiri tadi.


“ Sepertinya mereka mendengar suara tembakan tadi.”


“ Dan lihat tak ada darah maupun bekasnya.”


“ Ayo cari lagi mereka. Kita harus menangkapnya dan membawa ke Tuan Arya...” Semua orang  kini mengangguk dan setuju untuk mencari kembali.


Bryan yang mendapatkan tarikan kini menoleh kebelakang. “ Kau tak apa?”


“ Aku baik...” Bryan menatap sekelilingnya melihat kondisi yang mungkin membuatnya tak aman saat ini. “ Sayang kau sungguh tak apa? Kau pucat sekali.”


“ Aku hanya takut, tapi aku baik. Kita bisa istirahat sebentar saja...” Katanya dengan mengatur nafas nya.


Bryan mencoba mendengarkan sesuatu. “ Seperti suara air, kita kesana. Kita bisa minum disana.”


Sarah mengangguk dia yang berdiri lagi kini seakan lemas. “ Aku ga kuat untuk sekedar berjalan.”


Bryan dengan cepat menggendongnya di belakang. “ Bry.”


“ Diamlah jangan bergerak kita bisa jatuh bersama.”


Bryan tak peduli dengan dia yang juga tak bisa untuk berjalan tapi kali ini mereka harus berjuang bersama sama untuk kabur dari sana. Sarah yang berada di punggungnya kini sedikit meneteskan air matanya, ternyata hal bahaya seperti ini harus mereka alami. Ia pikir semuanya akan berjalan sesuai rencana tapi nyatanya harus ada yang berkorban seperti ini.


“ Apa kita tak mendapatkan bantuan apapun dari orang orang?”


“ Nanti aku akan menghubungi mereka yang lebih penting kita harus segera memulihkan tenaga kita untuk lari dari mereka lagi.”


“ Maaf!”


“ Tak perlu minta maaf. Sekarang minumlah ini...” Kini mereka berdua sudah duduk di tepi sungai, Bryan dengan cepat mengambil air sungai menggunakan tangan nya dan diberikan kepada kekasihnya yang saat ini sudah pucat pasi.


Bryan berdiri dia merogoh ponselnya dan tak ada ponsel di saku nya. “ Sial...” Dia tersadar bahwa mungkin saja ponselnya telah terjatuh sewaktu ia berlari tadi.


“ Ada apa? Kau mencari sesuatu? " Sarah merasa heran karena Bryan seperti orang yang bingung mencari sesuatu. 


“ Ponsel ku terjatuh. Kita harus pergi dari sini sendiri...” Dia berpikir harus keluar dari sana hidup hidup. Tapi entah dengan cara apa mereka harus keluar tanpa para musuh ada yang mengetahuinya.


“ Hei pasti mereka ada di tepi sungai. Kita harus kesana...” Teriakan dari para lawannya membuyarkan mereka semua.


“ Sial.. sungai ini jalan terakhir.”


Bersambung besok lagi ya,


Boleh minta ulusan nya dong buat karya Mince yg satu ini, Caranya mudah kok, gini ya yang ga tau Mince kasih tau,



Tekan yg di nilai itu ya,



nanti pasti muncul kayak gini, lalu kasih komentar lalu tekan sunting,


Mudahkan caranya


Selamat pagi semuanya 😊 sudah pada bangun belum ya? selamat mimpi indah jika ada yang belum bangun karena hawa nya masih enak untuk tidur di bawah selimut 😇 Mince juga masih ingin melanjutkan tidur 😇😇


jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan,


Like 👍


komen ....


Beri ulasan 😍


Vote …


Hadiah juga jangan lupa ya 😌


Jadikan favorit juga boleh kok ya 😍


Share juga bisa kok 😌