
Happy Reading
.
.
.
Malam yang dingin kini akan menjadi malam di mana sejarah akan terulang kembali, sejarah di mana ada tahanan yang akan kabur dari sel tahanan.
Kini mereka bertiga telah menunggu kekacauan yang akan terjadi malam ini, kekacauan yang akan membuat semua orang yang tak tau apapun harus terkena imbasnya.
" Perut ku sakit…" Salah satu orang berteriak dengan menyentuh perutnya.
" Aduh perut juga sakit…" Timpal yang lain juga.
Semua orang yang ada di sana kini menyentuh perut mereka masing masing karena rasa sakit pada perutnya seakan terpelintir merasakan rasa sakitnya.
" Penjaga.. tolong kami…" Semua orang berteriak dengan kencang ketika mereka sudah tak tahan dengan rasa sakit yang ada di perutnya.
Seluruh sipir dan para polisi kini langsung memeriksa mereka semua yang saat ini sedang terguling guling menahan rasa sakit pada perut mereka. Suara alarm terdengar jelas di antara ributnya para tahanan yang kesakitan.
" Kebakaran!" Teriaknya mereka dengan bersamaan dengan orang orang yang kesakitan.
Sedangkan ketiga orang itu pura pura merasakan rasa sakit yang ada di perutnya, mereka bertiga juga pura pura terguling ke sakitan.
Para polisi kini berlarian menyelamatkan para tahanan yang juga kesakitan dan juga mengeksuasi mereka agar tak terkena kebakaran. Suara mobil ambulan tanpa nya sudah bersiap di sana, mereka siap membawa para orang orang yang kesakitan.
Tak hanya mobil ambulan tetapi pemadam kebakaran juga berada di sana dengan segera, mereka dengan cekatan membawa mereka yang membutuhkan pertolongan, mereka juga dengan siap melakukan apa yang mereka butuhkan.
" Apa yang terjadi?" Komandan itu kini melihat orang orang yang di bopong keluar dan dimasukan ke dalam mobil ambulan.
" Maafkan saya Sir tapi nanti saya akan jelaskan, sekarang mereka membutuhkan pertolongan dan harus segera di pindahkan sebelum api menjalar."
Komandan itu yang ingin berkata tak jadi karena mereka sudah sibuk dengan pekerjaan mereka yang membantu mereka agar segera mendapatkan pertolongan medis dari pihak rumah sakit.
Matanya menatap dengan bingung tetapi dia juga tak bisa berkata apa apa selain juga ikut serta dalam membantu mereka yang ada di sana.
Bug!!!
" Maafkan saya Sir!" Bahu mereka berdua bertabrakan dengan cukup kencang membuat mereka merasakan sakit pada bahunya.
Komandan itu tak menjawabnya melainkan mengisyaratkan untuk mereka pergi, mereka segera pergi.
" Tunggu!" Teriaknya membuat mereka berdua menghentikan langkahnya. Seorang dokter yang membopong satu tahanan itu kini langsung berhenti dengan mereka yang menatap kedepan.
" Kenapa kau memakai topi? Aku ingin kau membuka topi yang kau pakai!" Katanya dengan menghampiri kedua orang itu.
Orang itu kini membuka topi dengan cepat, membuangnya ke lantai dengan menatap kearah komandan itu.
" Aduh perut ku sakit.. aku ingin muntah!" Pasien yang dia bopong pun kini merasakan kesakitan.
" Maafkan saya Sir dia sedang membutuhkan perawatan dengan segera."
Komandan itu tak menjawabnya ketika kedua orang itu dengan segera pergi dari sana. Matanya sedang menatap tajam kearah kedua laki laki yang saat ini sudah meninggalkan tempat menggunakan ambulan itu.
" Tolong kosongkan tempat ini…" Teriaknya membuat semua polisi kini segera keluar dari kantor polisi mereka nyata nya takut dengan nyawa mereka yang akan melayang ketika si jago merah mengancam.
" Auh.. tolong…" Teriaknya dengan kencang Membuat salah satu dari orang pemadam kini masuk ke salah satu sel tahanan ketika mendengar suara teriakan itu.
" Anda tak apa? Ayo saya bantu keluar!" Katanya dengan berusaha untuk menolong orang yang saat ini terkapar di lantai.
Orang itu kini dengan segera meraih tangan pemadam itu dengan cepat orang itu sejajar. " Jangan bergerak atau ku tusuk tepat di jantungmu!" Ancamnya dengan segera.
" Ampuni saya.. saya tidak ingin mati…" Suaranya bergetar dia ketakutan ketika pisau kecil itu tepat di dada orang itu.
" Lepaskan pakaianmu…" Kini laki laki itu mau tak mau menuruti apa yang dikatakan oleh tahanan yang ada di depannya.
Dengan cepat mereka bertukar baju dan profesi yang berbeda juga. Laki laki tahanan itu tentu saja tak tinggal diam dia juga tak lupa telah mengikat orang itu di kursi yang ada di sana.
Laki laki tahanan yang sudah memakai baju lengkap pemadam kebakaran itu kini hanya tersenyum tipis ketika rencananya telah berjalan lancar di sana. Dia keluar tanpa halangan apapun saat ini.
Sedangkan di mobil ambulan itu kini orang yang pura pura sakit itu segera bangun dari tidurnya, dia menatap kearah samping yang ternyata juga pura pura menahan sakit.
" Dimana Bryan?" Seorang laki laki gondrong yang ternyata telah duduk di depan mereka.
" Saya tidak tahu! Kami memang berpisah agar tak menimbulkan kecurigaan bos!" Jawab Antoni yang juga ada di sana.
" Selamat datang Chan…" Timpal nya kepada laki laki kecil yang ternyata juga orang nya.
" Terima kasih bos! Saya sungguh merindukan udara segar ini."
" Albert dimana Bryan?" Sambungnya lagi dengan menanyakan keberadaan putranya.
Sedangkan Bryan kini masih berada di kantor polisi dia berjalan keluar dengan santai, para polisi yang melihatnya seakan membiarkan dia dengan sengaja keluar dari sana.
Bryan yang memakai baju lengkap pemadam kebakaran kinu seperti tak ada beban di sana. Bryan yang langsung masuk ke dalam mobil itu.
" Ada salah satu orang yang disekap oleh tahanan! Dan ternyata tak ada kebakaran apapun di sini…" Salah satu dari polisi itu kini berteriak hingga membuat semua orang polisi yang ada di sana merasa ditipu habis habisan.
Sial. Batinnya.
Bryan dengan cepat menghidupkan mesin mobil, menginjak gas dengan kencang. Semua orang yang ada di sana merasa heran tetapi sedetik kemudian mereka sadar apa yang terjadi.
" Ada tahanan yang kabur…" Teriaknya membuat semua polisi dengan cepat menodongkan pistol ke arah mobil yang melaju.
" Hadang mobil itu!" Sambungnya lagi.
Semua para polisi kini siap membuat jebakan yang akan menghentikan mobil itu tetapi mereka yang belum sempat membuat jebakan kini sudah di lewati oleh mobil pemadam.
" Sial…kejar!" Komandan itu berteriak dengan kencang.
Beberapa orang siap mengejar nya dan beberapa orang juga sudah siap menembaki mobil itu. Tetapi mobil pemadam kebakaran telah dilengkapi oleh anti peluru hingga percuma ketika tima panas itu mengenainya.
Bryan yang sudah keluar dari arena kantor polisi kini melajukan mobil dengan cepat, membelah kota dengan kecepatan tinggi. Beberapa polisi telah mengikuti dari arah belakang mereka berusaha mengejarnya dan menghentikannya mobil yang sudah cepat perginya.
Sirine pemadam kebakaran telah di bunyikan hingga beberapa orang yang ada di jalanan dengan sengaja mereka minggir dengan sendiri memberikan jalan untuk mobil pemadam itu melewati mereka.