
" Tuan Aaron!" Albert mengulangi nama itu. Sebenarnya dia lagi berusaha mengingat nama itu tapi dia tak pernah kenal ataupun nama itu begitu asing bagi dirinya.
" Saya datang kemari hanya untuk bertemu dengan anda! Jika anda tak keberatan kita bisa bicara…" Aaron laki laki tua yang hanya tersenyum. Tapi senyumnya tak bisa di artikan keramahan saat ini.
" Apa ada hal yang perlu kita bahas Tuan? Sebenarnya hari ini saya begitu sibuk banyak kasus yang harus saya tangani…" Elaknya dengan halus dia hanya ingin tahu seberapa berani orang orang ini maju.
" Saya tahu anda orang yang sangat memiliki jam terbang luar biasa Tuan tapi saya hanya meminta waktu anda sebentar agar saya tak sia-sia datang kemari…" Bujuknya lagi. " Saya bisa mengganti jam anda dengan tarif yang lebih tinggi dari klien anda berikan."
Albert malah tertawa pelan saat dia mendengar apa yang dikatakan oleh Aaron. " Ini bukan masalah uang Tuan! Seharusnya anda tahu bahwa saya tidak tergiur dengan tawaran yang anda berikan tapi ini masalah pribadi saya yang selalu menghargai waktu bertemu dengan para klien saya."
" Saya tahu tapi izin kami untuk saling bicara! Mungkin kami tak sopan tadi dan saya minta maaf tapi saya sungguh ingin bicara dengan anda…" Ujarnya dengan nada permohonan dia tahu bahwa laki laki pengacara ini akan sangat sulit ditemukan jadi dia tak peduli jika harus memohon seperti ini.
Albert pura pura melihat jam di tangan nya dia berpikir sebentar sebelum dia menatap kearah laki laki tua tersebut. " Baiklah! Mari kita bicara di ruangan saya tapi saya sungguh tak memiliki waktu lama."
Aaron menarik bibirnya dia yang berpikir berhasil membujuk pengacara yang sulit ditemui ini. " Saya janji hanya sebentar!"
" Tapi maaf saya hanya akan memperbolehkan dua orang! Jika orang orang anda ingin menunggu anda silahkan diluar!" Usirnya karena matanya terasa panas melihat orang orang berjas hitam ini.
Aaron memberikan tanda kearah asistennya untuk mengusir para orang orang yang sengaja berada di sekelilingnya itu. " Tapi Tuan ini adalah-"
" Anda pikir saya akan melukai Tuan mu ini heh? Di sini semua nya aman bahkan para penjahat tak akan bisa keluar jika sudah masuk sini…" Potong cepat Albert.
" Maafkan saya Tuan Al! Pergilah aku tak apa kalian tunggu saja diluar. Apa yang dikatakan benar mana ada yang bahaya di dalam sini."
" Baik Tuan Aaron!" Mereka menuruti apa yang dikatakan oleh Aaron beberapa orang para pengawal tepatnya kini segera pergi untuk keluar.
" Mari ikuti saya ke ruangan saya!" Mereka bertiga kini berjalan menuju keruangan Albert yang dimana di sana sudah ada pengintai yang akan siap mendengarkan para orang orang ini yang dibahas.
***
" Nona anda yakin ingin pulang? Tak ingin melihat seberapa jahatnya mereka menyiksa Alex?" Antoni yang saat itu menemani Sarah melihat penderitaan Alex bertanya dengan penuh hati hati.
" Tidak! Aku tak tega melihatnya yang dihajar seperti itu. Aku tahu dia salah tapi hati kecilku masih tak tega melihat orang diperlakukan seperti itu…" Sarah sungguh tak memiliki jiwa yang begitu jahat buktinya dia begitu tak tega melihat Alex yang dihajar seperti hewan.
Antoni menghela nafasnya. " Nona hidup ini keras siapa yang salah maka dia harus dihukum sesuai hukum yang berlalu. Saat ini Alex menerima hukuman karena dia yang menanam kejahatan maka sekarang dia harus menerima hukumannya."
" Aku tahu Antoni tapi sebaiknya kita pulang saja…" Ajaknya.
" Tapi kata Tuan Bryan kita harus melihat kondisi Nicolas juga!"
" Baiklah kita kesana saja…" Mau tak mau Sarah terpaksa harus melihat kedua orang yang disekap.
Mereka berdua sebenarnya sama sama disekap hanya saja tempat nya yang berbeda. Mereka menerima hukuman yang sama-sama kejam.
" Berdiri kau pikir aku takut denganmu heh?" Suara teriakan dari wanita yang begitu kencang membuat kedua orang yang ingin keluar kini menatap sumber suara itu.
" Makanan kau bilang? Apa sisa makanan yang kau katakan makanan itu hah?"
" Dasar anak baru kurang ajar! Maju aku akan menghajarmu!" Katanya dengan nada emosi.
" Kau pikir aku takut!" Wanita itu kini maju menghadapi wanita yang tua itu.
Kedua wanita itu kini berkelahi sama seperti laki laki, mereka saling menendang saling menyerang bahkan mereka ingin menjatuhkan lawan mereka sekarang. Suara sorak dari tahanan wanita membuat suasana disana semakin ricuh dan begitu tegang.
" Aku pikir hanya laki laki yang bisa bertengkar seperti itu…" Antoni memberikan komentar dengan apa yang mereka lihat.
Sarah membuang nafasnya dengan berat, hari ini hatinya benar benar harus di uji melihat semua kejahatan di depan matanya.
" Dasar kurang ajar kau menampar ku!" Wanita tua itu tak terima ketika wanita mudah tadi menamparnya dengan kencang.
" Bahkan aku bisa membunuhmu di sini…" Ancam balik orang itu.
Kedua wanita itu kini kembali saling bertengkar kembali bahkan saat ini mereka saling menendang dan saling memiliki ambisi untuk menjatuhkan dan menjadi pemenang di sana. Wanita mudah itu kini menjambak rambut wanita tua dengan kencang sehingga membuat nya harus mengikuti tarikan karena sakit.
" Kau belum tahu aku!" Katanya dengan sinis.
Bug!!
Wanita tua itu kini di lempar ke arah pagar besi yang ada di depannya, bahkan wanita tua itu kini langsung terjatuh tepat di depan Antoni dan Sarah yang masih diam berdiri di sana menyaksikan adegan kekerasan antara kedua wanita yang sedang bertengkar hebat.
Wanita mudah itu kini kembali menarik rambutnya menatap kedua orang yang sengaja berdiri di sana dengan tenang. Suara alarm berbunyi tapi tak membuat pertengkaran itu berhenti. Mereka tetap saling menyerang meskipun wanita tua itu tak berdaya karena dia yang terjatuh terlebih dahulu.
" Apa yang terjadi di sini?" Seorang Sipir yang masuk kelapangan membuat wanita mudah itu melepaskan wanita tua tersebut.
" Jawab apa yang terjadi?" Sambungnya dengan menatap semua orang yang di sana yang hanya diam dengan menunduk.
" Kau yang berbuat ulah bukan? Dasar! Kau di sini baru tapi kau sudah membuat keributan!" Sipiri itu menatap ke arah kedua wanita yang saat ini rambutnya berantakan.
Bug!! Bug!! Bug!!
Sipir itu memukul punggung wanita mudah itu dengan berulang kali tapi tak membuatnya jatuh dia tetap berdiri dengan pandangan membenci.
" Nona mobil kita sudah siap sebaiknya kita pergi dari sini…" Sarah mengangguk dia juga tak memperdulikan para tahanan itu lagi.
Tapi Antoni masih menatap wanita yang saat ini sedang dipukul dengan keras oleh Sipir tersebut. Bahkan wanita itu masih berdiri tegak dengan dia juga yang menatap kepergian Antoni dan Sarah.
Wanita yang menarik.