Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Pergerakan 20



Bryan dengan cepat menguasai tubuh Sarah hingga membuat sang wanita hanya bisa memejamkan matanya menikmati sentuhan yang selama ini tak ia rasakan. Bryan mendiamkan benda itu agar terbiasa masuk kedalam luban* kenikmatan yang selama ini tak kurasakan.


“ Argh... Bry...” Desaha* itu tak bisa terkontrol ketika pinggulnya sudah mulai bekerja dengan penuh irama. Untuk pertama kalinya mereka bercinta dengan rasa yang cemas. Tapi mereka juga tak bisa menghentikan aksi mereka yang sudah terlanjur tegan*.


Mereka berdua saling menikmati satu sama lain. Bryan mengendalikan permainan, menguncinya di bawah kekuasaan Bryan yang dari tadi terus bergerak cepat dan kadang pelan.  Sarah memejamkan matanya menikmati sensasi atas penguasaan diriku.


Bryan kini kembali bergerak cepat hingga membuat tubuh Sarah juga bergerak cepat. Hentakan demi hentakan kini membuat nya seakan merasakan sensasi antara ketakutan dan kenikmatan. Sensasi nya saat ini sangatlah berbeda.


Kali ini Sarah dengan cepat membalikkan keadan dengan dia yang berada di atas. Sarah mulai bergerak pelan, menaikkan tubuhku dengan cepat hingga membuat dua gunduk*n juga berirama sesuai tempo yang diberikan oleh Sarah.


“ Argh... hmm.. Sayang...” Kami saling mendesa* ketika kami saling menekan satu sama lain. Kami saling merasakan sesuatu yang juga membuat kami menggeliat.


“ Bryan.. argh...” Desaha* itu juga semakin tak karuan ketika tekanan itu semakin membuatnya tak berdaya di atas tubuh kekasihnya. Meskipun Sarah berada di atas sepertinya percintaan ini masih penuh dikuasai oleh Bryan. Terbukti dari mereka yang masih sama sama saling bergerak.


Desaha* demi desaha* kini tak bisa terkontrol meskipun suara nya seperti berbisik masih dapat terdengar jelas di kedua telinga kedua orang yang saat ini sedang bercinta. Menumpahkan kerinduan yang saling mendalam. Cinta dan kerinduan saat ini menjadi satu menjadi percintaan yang terus mereka ciptakan.


“ Oh.. Argh.. Bryan...” Bibirnya kembali mendesa* ketika hentakan pinggul Bryan yang terus memompa nya begitu cepat. Sarah kalah ketika mereka sudah berganti posisi.


Sarah yang kini memunggungi Bryan membuatnya tak tahan ketika sebuah dorongan pelepasan yang keluar begitu saja memenuhi miliknya.  Bryan yang sadar ketika milik kekasihnya telah tumpah kini ia menghentikan hentakan nya membiarkan sang kekasih menikmati pelepasan untuk pertama kalinya.


Sarah kembali terguncang ketika Bryan kembali memompa nya dengan pelan. Bryan tak membiarkan wanitanya berlama lama untuk beristirahat, mengatur nafasnya saja pun masih belum sepenuhnya kembali normal.


“ Argh.... Aku mencintaimu Sarah...” Ungkapan cinta dan erangan panjang yang membuat Sarah tahu bahwa caira* cinta akan tumpah di dalam sana.


Dan benar ungkapan cinta tadi dilanjutkan oleh denyutan yang terasa penuh memenuhi miliknya. Caira* cinta yang keluar begitu banyak membuat mereka saling memejamkan matanya ketika gelombang gelombang kenikmatan telah mereka rasakan.


Mereka berdua di dorong oleh pelepasan yang mereka cari sedari tadi. Pelepasan yang sama sama saling mereka menikmati merasa mereka saling memiliki seutuhnya. Waktu terasa memudar dan terasa terhenti ketika mereka saling melepaskan sesuatu yang mereka ingin keluarkan. Mereka bekerja keras untuk membuat sesuatu yang tertahan keluar.


Mereka masih saling mengatur nafasnya yang tak beraturan, Bryan berguling di samping nya dengan Sarah yang juga ambruk di sebelahnya dengan masih ia yang tengkura*. Dibawah sana mereka masih merasakan kehangatan.


“ Bry...” Kini mereka sudah saling berpandangan dengan wajah yang sudah mulai membaik. Mereka masih saling mendoakan satu sama lain. Mencari kenyamanan serta kehangatan yang dari tadi mereka rasakan.


“ Tidurlah.. ini sudah malam..” Bryan dan Sarah kini sudah mulai berpakain lengkap mereka harus segera istirahat untuk besok pagi.


“ Aku belum ingin tidur.”


“ Why?”


“ Entahlah! Aku masih takut dengan keadaan besok.”


“ Tak ada apapun. Mereka akan datang besok. Kita bangun tidur mereka semua akan datang menjemput kita. Aku tadi yang melarang Antoni datang sekarang, jika mereka datang sekarang aku takut membuat orang yang sudah menolong kita ketakutan. Jadi jangan pikirkan hal yang tidak tidak kita pasti selamat.”


“ Bukan itu yang aku takutkan.”


“ Lalu?”


“ Alex tadi bisa kabur dari tahanan aku juga tak ingin Nicolas kabur dari kita. Ini masih belum adil bagi Amel.”


“ Aku tahu sayang. Aku juga tidak tahu jika Alex bisa lolos dari sana dan saat ini sudah ada di tangan Tuan Arya. Sebaiknya besok jika aku sudah bertemu Antoni aku akan tanyakan kepada bisa Alex bisa lolos hem.”


Sarah mengangguk dalam dekapan kehangatan yang diberikan oleh kekasihnya. “ Sekarang tidurlah agar besok kita sudah bugar.”


Sedangkan Bryan kini masih terjaga ia masih menatap langit langit kabin yang saat ini mereka tinggali. Banyak pertanyaan yang ada di otaknya tapi dia juga tak menemukan jawaban atas semuanya. 


“ Bagaimana bisa Angel bersama Alex di markas tadi?” Gumam nya dengan pelan. “ Apa yang aku takuti ternyata benar terjadi. Rupanya Angel ada kaitan dengan kaburnya Alex...” Bryan yang berpikir keras tentang Alex kini masih berusaha menemukan jawaban bagaimana mereka bisa lolos dari tahanan yang begitu ketat.


“Apa Nathan sadar bahwa orang yang seharusnya menyiksa Alex malah orang yang membantunya keluar dari jeratan hukum?, Angel! Kau akan tau nanti siapa kita...” Katanya dengan pelan dan menekan kata katanya.


“ Kau akan menyesal telah berdiri di samping orang yang salah. Aku tak peduli kau wanita. Jika kamu membela orang yang salah malah jangan salahkan kami jika kita harus tetap menjadikanmu target kami selanjutnya...” Ujarnya dengan penuh penekanan.


Sedangkan di markas lain Arya sedang mengamuk karena orang orang nya tak berhasil membawa dua orang yang seharusnya menjadi bahan pertukaran dengan satu cucunya. Arya menahan emosinya percuma ia mengamuk karena mereka tetap tak menemukan kedua orang tersebut.


“ Bodoh.. kalian memang bodoh.. mencari dan menangkap dua orang yang sudah tak berdaya saja kalian tak bisa...” Nadanya tinggi.


“ maafkan kami Tuan! Mungkin kami kehilangan jejak mereka.”


“ Benar Tuan Arya karena jalan yang kami pilih tak ada jejak mereka. Bahkan kami sampai ke arah sungai tapi kami juga tak menemukan apapun.”


“ Di ujung sungai itu ada sebuah kabin yang lumayan besar...” Timpal James yang paham betul hutan tersebut.


“ Apa mungkin mereka di sana?” Tebak Erik.


“ Entahlah! Tapi sebaiknya besok pagi pagi kita kesana mencarinya kesana. Jika malam kita keluar maka nyawa kita akan menjadi incaran hewan buas.”


“ Aku tidak mau tau, temukan mereka dan bawah mereka kembali. Aku ingin menukar mereka dengan adikku Nicolas....” Timpal Alex penuh dengan nada kesal.


Bersambung besok lagi ya,


Selamat malam buat kalian yang masih terjaga kayak Mince,


Dan selamat mimpi indah buat kalian yg sudah mulai terlelap,


Bagaimana masih aman kah malam ini setelah baca bab malam ini, aman dong ya hehehehe,


Jangan lupa untuk meninggalkan jejak nya dong


Like..


Komen..


Vote..


Hadiah..


Kasih ulusan sebanyak banyak nya


Ulusan sudah paham dong caranya, pasti paham don g ya,


Terima kasih untuk kalian yang masih mampir di sini.