
“ Pilihan nya Cuma satu! Kau di sini bersamaku atau kau mati!” Tawarnya dengan nada bicara yang mengerikan.
Angel yang baru pertama kali melihat sosok Alexander yang begitu mengerikan kini membuat dirinya merinding seketika. Andaikan Angel tahu seperti apa sisi lain Alex mungkin dia tak akan mungkin sejauh ini berani membantunya.
“ Lebih.. baik..aku mati...” Ujarnya dengan dia yang hampir kehabisan nafas karena cekikan tersebut.
Alex kembali tertawa kencang seakan apa yang dikatakan oleh wanita itu adalah kelucuan yang patut ditertawakan. “ Jadi kau memilih mati dibanding hidup bersama ku? baiklah jika itu maumu.”
Alex dengan perasaan yang hancur dan pikiran yang sangat kacau kini dengan kasar menggapai bibir Angel dengan sangat kasar dia tak peduli jika kepala Angel menggeleng memberontak. Tapi sayangnya Angel tak bisa bergerak karena cekikan itu masih menempel di lehernya.
Angel tak bisa bergerak dia hanya bisa merasakan rasa sakit pada bibirnya ketika cium paksa yang dilakukan oleh Alex tersebut. Angel yang hanya mampu menggigit bibir Alex dengan kencang membuat sesuatu cairan merah keluar begitu saja, darah segar itu kini bercampur dengan ciuman paksa yang dilakukan oleh Alex.
Alex tak peduli dia tetap ******* bibir Angel meskipun sudah banyak darah yang keluar dari bibirnya. Angel yang masih bertahan dengan serangan gigitan nya tak peduli dengan sosok Alex. Cekikan itu kini melemah hingga membuat Angel bisa bergerak dengan cepat.
Bugh!!
Angel yang dengan segera menendang alat vita*l Alex menggunakan lututnya membuat ciuman memaksa itu terlepas begitu saja. Angel mendorong tubuh Alex dengan kasar ketika Alex merasakan rasa sakit pada tubuh inti nya. dorongan yang kasar membuat Alex tersungkur ke lantai dengan dia yang terguling kesakitan.
Angel yang melihat Alex kesakitan kini dengan cepat berjalan melewati Alex yang terguling kesakitan. “ Argh...” Teriaknya ketika kakinya di tahan oleh Alex.
Alex yang merasakan sakit nyatanya masih bisa merangkak kesakitan untuk menahan wanita nya pergi dari sana. “ Lepaskan aku.. lepaskan aku...” Kaki yang satunya kini menendang wajah Alex untuk berapa kali hingga membuat cekalan itu terlepas begitu saja.
Alex yang mendapatkan serangan berulang kali kini merasakan sakit pada wajahnya yang membuatnya tak bisa mengejar Angel yang sudah keluar dari kamar nya. Angel yang lari sedikit melihat kondisi sekelilingnya saat ini dia harus berhati hati karena bahaya bisa saja mengancam dirinya kapan saja.
“ Hei mau kemana?” Teriakan yang dari arah belakang membuat Angel terkejut bukan main. Dengan cepat Angel berlari keluar dari sana.
“ Dokter wanita itu kabur...” Orang orang yang berada di belakang nya kini mengejar Angel yang masih berlari untuk keluar dari markas kecil tersebut.
Angel kini berlari keluar dengan cepat, Angel sedikit menatap matahari yang sudah menyingsing di atas sana. Dengan cepat ia kembali berlari agar jauh dari markas yang bahaya. Angel yang terus berlari menoleh kebelakang dengan dia yang sedikit berhenti. Wanita itu merasakan rasa lelah dan rasa sakit, wanita itu kini menghirup udara sebanyak-banyak nya seakan nafasnya tadi begitu pendek.
Angel kembali mengatur nafasnya dengan dia yang duduk di belakang pohon besar yang ia gunakan juga untuk bersembunyi. Dia menatap ke beberapa jalan yang ia tak tahu dia harus kemana lagi setelah ini.
“ Aku tak mungkin di sini terus! Aku harus mencari jalan keluar dari sini...” Ujarnya dengan pelan.
Angel menatap arah matahari dan beberapa kali melihat jalanan serta jalanan yang bisa dilewati oleh kendaraan atau hanya satu orang. Dengan perasaan yang was-was serta hati hati dia kembali berdiri dan mengikuti kata hatinya.
Angel berlari mengikuti jalan yang ada bekas sebuah ban mobil. Dia terus berlari mencari pertolongan yang bisa menolong nya. dia terus berlari tak peduli dengan kakinya yang terluka karena terkena ranting pohon maupun batu kecil yang sangat banyak.
“ Aku harus bisa keluar dari sini bagaimanapun caranya....” Dia menyakiti dirinya sendiri dia tak peduli dengan darah yang keluar dari telapak kakinya karena ia melepaskan sepatunya sewaktu di markas tadi.
Angel berlari tak peduli dia sudah jauh dari markas yang mengerikan tadi. Yang terpenting dia bisa keluar dari sana dan bisa menyelamatkan nyawanya saat ini. “ Aww..” Angel kembali berteriak ketika dia yang tadi melihat kebelakang tanpa ia tahu ada sebuah mobil yang tak sengaja juga sedikit menabraknya.
“ Mungkin mereka orang orang tadi? Atau hanya orang lewat?” Gumam nya dengan segala ketakutan yang sudah memuncak.
Tubuhnya bergetar hebat, keringat nya sudah membasahi kaos yang digunakan. Dadanya naik turun nafasnya memburu dengan cepat. Saat ini tubuhnya lemas kakinya seakan sudah tak bisa digerakkan lagi karena ia sudah merasa sangat lelah atas semuanya.
“ Kau tak apa?”
Angel yang dari tadi memejamkan matanya dengan jantung yang sudah tak karuan kini membuka nya ketika mendengar suara yang lembut. “ Suara wanita?” Batin nya dengan tanda tanya.
Jantungnya yang tadi hampir lepas kini dengan rasa yang tak karuan kini memberanikan diri untuk melihatnya. Kedua orang itu sama sama terkejutnya ketika melihat siapa orang yang tersungkur di tanah dengan penampilan yang sangat berantakan dan sangat kacau. Rambutnya yang berantakan, wajahnya yang penuh dengan luka serta baju yang sedikit ada sobekan.
“ Angel?” Suara yang sangat ia kenal bahkan suaranya serta hinaan yang tadi masih terdengar jelas di telinga nya.
“ Bryan!” Jawabnya dengan pelan.
“ Berdirilah!” Sarah yang membantu Angel kini sedikit terkejut melihat penampilan wanita yang sempat dicap sebagai ‘pengkhianat’ tadi kini berubah seperti orang yang habis di hajar oleh seseorang.
“ Ada apa denganmu? Kenapa kau seperti ini?” Bryan yang tau bahwa wanita itu adalah orang dari sepupunya, tepatnya bawahan sepupunya Nathan. Mereka pernah bertemu saling mengenal meskipun tidak terlalu akrab.
“ Mereka menyiksa ku, ingin membunuhku dan bahkaN Alex hampir melecehkan ku karena aku tak mengatakan siapa kalian dan kenapa nama kaliana tak ada satupun di mana man...” Angel menunduk malu.
Saat ini dia sungguh malu karena dia yang membawa bencana pada dirinya sendiri. “ APA?” Sarah dan Bryan sama sama terkejutnya mendengar apa yang dikatakan Angel saat ini.
“ Kurang ajar! Seharusnya mereka berterima kasih atas bantuanmu. Jika tak ada dirimu, Alex tidak mungkin bisa lolos...” Sindirnya tanpa sengaja.
“ Maafkan aku! Sepertinya aku salah menilai orang.”
“ Kau memang terlalu bodoh menilai orang...” Ucapnya dengan geram.
Angel hanya menunduk karena merasa bersalah dia juga merasa kesal pada dirinya sendiri yang terlalu cepat menganggap orang baik, padahal mereka baru bertemu.
“ Sekarang kau menyesal karena kau diperlakukan seperti ini.”
“ Maafkan aku dan aku mohon selamatkan aku dari mereka. Aku akan menyerahkan diri ke polisi. Lebih baik aku ditahan daripada hidup dengan mereka.”
Bryan menghela nafasnya dengan kasar meskipun dia tahu wanita yang ada di depan nya saat ini adalah orang yang membuat kekacauan tapi tak ada pilihan lain. “ Masuklah!” Tak ada pilihan lain selain menolongnya.
Bersambung besok lagi ya