Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Hancur Berantakan 4



" Bawah mereka untuk beristirahat dan segera obati mereka…" Perintahnya kini di angguki oleh salah satu orang yang ada di sana.


" Terima kasih Bos!" Kini Bryan dan Antoni dibopong oleh orang-orang itu. 


Mereka berjalan meninggalkan Aaron dan Erik yang menatap mereka pergi dari sana. Bryan hanya bisa tersenyum di ujung bibirnya, sedangkan Antono yang  juga melirik hanya bisa tersenyum tipis karena rencananya telah berhasil. Mereka sengaja memanah ke arah musuh dengan sasaran yang sedikit lagi akan mengenai mereka semua.


" Siapa yang dimaksud mereka tadi?" Pertanyaan dingin dari Aaron kini membuat Erik menelan ludahnya dengan kasar. 


" Maafkan saya Bos tapi saya tak tau siapa yang mereka maksud!" Erik menuduk ketakutan karena dia memang tak tahu siapa yang di tuduh saat ini.


" Kau tak tau? Lalu apa saja yang kau kerjakan dari kemarin hah?" Bentaknya membuat Erik memejamkan matanya dengan jantung yang sudah tak karuan saat ini.


Jantungnya memompa begitu cepat dia begitu ketakutan saat ini. Erik yakin saat ini Bos nya saat ini sedang melotot ke arah nya dengan wajahnya yang memerah.


" Maafkan saya Tuan Aaron tapi saya tak yakin ada yang berkhianat di sini, semua orang yang ada di sini takut dengan anda. Jadi aku rasa tak ada yang ingin bermain-main dengan kita…" Erik memberanikan dirinya untuk menjawab apa yang ada dipikirannya saat ini.


Erik yakin tak ada yang berani untuk bermain main dengan mereka. Mereka semua tau seperti apa Aaron jika sudah marah.


" Kau berkata bahwa mereka berbohong? Apa kau pikir aku dari tadi tak berpikir bahwa kenapa secara tiba-tiba kabin itu terbakar hah?" Katanya dengan nada tinggi. Aaron tak habis pikir bahwa orang nya saat ini secara tiba-tiba kecolongan seperti ini.


" Apa kau sebenarnya tau ada orang yang bermain dengan kita tapi kau hanya pura-"


" Tentu saja tidak Bos saya tak tahu apapun. Saya bahkan tak berani bermain main dengan anda…" Erik secara cepat dia bersujud dengan dia yang menunduk dia tak mungkin membiarkan orang orang itu mempermainkan dirinya.


Aaron hanya diam melihat asistennya dia juga telah menyesal karena sempat memiliki pikiran bahwa dia yang memiliki hubungan  dengan FBI. " Bos maafkan saya atas kelalaian ini tapi beri saya waktu untuk mencari orang yang ada di balik ini semua. Saya akan menyeretnya di depan anda."


Aaron membuang nafasnya dengan kasar saat ini. Dia mengusap wajahnya yang frustasi. " Ingat Erik cari mereka apapun yang terjadi aku ingin mereka ada di depan ku dua hari ini. Aku tidak mau tau dua hari kau harus menemukannya."


" Saya akan segera menemukannya Bos, saya janji akan membawa dia di depan anda…" Aaron yang langsung pergi meninggalkan sang asisten yang masih bersujud di lantai dengan mata yang nanar.


Dia kini harus berusaha keras mencari orang yang ada di balik ini semua. " Aku harus segera menemukannya apapun yang terjadi…" Ucapnya dengan pelan dengan dia yang berdiri dengan menatap ke depan dengan mata yang nanar.


Carilah jika kau bisa menemukan nya kau orang hebat, sebelum kau menemukan kami maka kami yang akan bermain main dulu dengan mu. Kau lihat saja seberapa licik kami di sini. 


Seseorang yang ada di balik dinding itu berucap dalam hatinya dia tersenyum senang karena laki laki sombong itu akhirnya kalah dengan kata kata kebohongan yang dilontarkan mereka berdua.


" Sedang apa aku di sini?" Suara dari arah belakang mengejutkan orang yang bersembunyi di balik tembok. " Kau tadi mengatakan ingin ke kamar mandi?"


" Maafkan saya Tuan tapi say tadi kesini karena kasihan melihat Tuan Erik di salahkan atas kesalahan orang lain. Tadi saya juga melihat si Bos marah kepadanya sampai dia bersujud meminta maaf karena kelalaian nya…" Orang itu segera mengatakan apa yang dia dengar dan apa yang dilihat tadi.


" Biarkan saja Erik seperti itu dia pantas mendapatkan amukan si Bos. Aku menyesal memiliki rekan yang egois sepertinya…" Dia berkata dengan sinis.


Ada apa dengan mereka berdua kenapa orang ini seakan senang saat ini, ah ini bisa menjadi jebakan untuk kalian berdua. 


Ide itu secara tiba-tiba muncul di pikirannya. " Apa yang anda maksud Tuan? Maafkan saya atas kelancangan saya."


" Terima kasih…" Bryan yang dari tadi di sana kini segera di bawah pergi oleh laki laki berkulit hitam itu. Bryan memikirkan  apa yang dikatakan oleh orang ini adalah keuntungan bagi mereka yang saat ini yang akan menjadi awal kehancuran mereka semua.


\=\=\=


" Kalian mendapatkan apa yang kita rencanakan?"


" Tentu saja kami mendapatkan bahkan semuanya!" Abhi yang ada di sana kini tersenyum senang karena semua yang dikira telah hangus kini ada di depan mereka semua.


Semua orang yang ada di sana kini tertawa senang karena mereka berhasil telah membawa peti yang berisi obatan-obatan yang siap mereka edarkan.


" Aku yakin saat ini mereka sedang pusing karena barang barang yang mereka kira akan membawa uang kepada mereka nyatanya harus hangus tak tersisa…" Timpan Andre yang juga ada di sana.


" Lalu bagaimana dengan Nicolas yang saat ini sedang kita buat uji coba tentang obat ini?" 


" Kami belum sempat kesana! Mungkin besok aku dan Steve akan kesana."


" Baiklah sekarang sembunyikan obat ini. Siapa tau ini akan menjadi barang bukti untuk menghancurkan mereka."


Orang orang itu mengangguk dengan cepat melakukan apa yang disuruh oleh para bosnya saat ini.


\=\=\=


" Dokter Angel kau tak apa?" 


" Dokter Nathan anda di sini?" Angel sedikit terkejut melihat pimpinan nya ada di depannya saat ini.


" Aku mendengar kau dalam bahaya tadi siang dan bagaimana lukamu itu apa besar goresan nya?" 


Angel menyentuh lehernya. " Tak apa Dok hanya luka kecil anda tak perlu cemas."


" Bagaimana bisa tahanan itu menyekapmu dan membuat luka itu!" Nathan tak bisa membahayakan apa yang akan terjadi jika para sipir itu tidak segera datang.


" Ini juga kesalahan ku Dok, jika aku segera menolongnya mungkin ini tak terjadi padaku…" Angel tersenyum kecut saat ini. Dia juga menyadari kesalahannya.


" Apapun alasan  ini gak bisa dibiarkan. Aku akan bicara dengan Kepala Sipir untuk menuntut hukuman atas kejadian ini."


" Tidak Dok jangan lakukan!" Nathan yang tadinya melangkah kini tiba tiba berhenti ketika Angel melarangnya. " Maaf Dok!" Angel langsung melepaskan tangan Nathan dengan segera.


" Apa yang kau lakukan? Kau melarangku bertemu dengan Kepala Sipir?"


" Dokter aku sudah baik-baik saja, luka ini hanya luka kecil. Besok sudah sembuh dan perban pun bisa aku lepas. Goresannya tak terlalu besar."


Nathan menatap Angel dengan melipat tangannya ke dada dengan menatap Angel dengan tajam.