
Pov Angel
Aku membeku di tempat semuanya terasa kelu, jantungku yang tadi berdetak hebat saat ini kini berubah menjadi terhenti, mata ku melotot dengan sempurna ketika bibir laki laki yang saat ini berada di depan ku menempel di bibirku.
Apa? Hanya itu yang mampu aku pikirkan saat ini. Tak ada kata kata yang bisa aku cernah saat ini selain kata Apa.
“ Cepat! Cepat! Cepat!” lamunanku kini tersadar ketika suara teriakan dari orang orang yang saat ini berada di tangga yang sama.
Aku memejamkan mata bukan menikmati sentuhan yang tak ingin aku harapkan, tapi memejamkan mata karena aku takut mereka mengetahui siapa kami berdua.
“ wouw.. pindah kamar...” Hanya itu yang mampu aku dengar saat ini dan aku yakin tak hanya aku yang mendengar suara sorakan tersebut, Alex pun pasti juga mendengarkan apa yang mereka katakan ketika melewati kami berdua saat ini.
“ Maaf!”
“ Sebaiknya kita.. harus segera pergi dari sini sebelum mereka menyadari bahwa kita ada disini...” Aku gugup bukan main. Bukan karena saat ini kami berada di tempat yang sama dengan para orang orang yang mengejar kami tapi karena ciuman tadi seakan membuat pikiranku menjadi kacau.
“ Kau benar!”
Kami segera turun kembali dan segera pergi meninggalkan tempat ini. Kami berlari tak peduli dengan pandangan orang yang menatap kami. Tapi kemungkinan orang sudah mengenal kita hingga beberapa orang mulai mengambil ponselnya.
Bugh!
Tendangan dari punggung Alex yang membuatnya hampir tersungkur membuat suasana disana semakin sengit dan mencengkam. “ Alex...” Aku berteriak ketika genggaman erat tangan kami terlepas.
“ Ternyata kalian disini...” Dan sial nya kami harus tertangkap dikerumunan banyak orang saat ini.
“ Angel bersembunyilah dibelakangku...” Aku mengangguk meskipun aku tahu dia tak mungkin bisa melawan banyaknya polisi yang saat ini siap menangkap kami.
“ Tak ku sangka seorang Dokter cantik sepertimu rela melakukan hal bodoh yang tak pernah orang ingin lakukan...” Bodoh, mungkin semua orang memang menganggap aku bodoh karena rela membantu Alex melarikan diri tapi aku juga tak tahu kenapa aku bisa melakukan hal seperti ini.
Aku juga tak mengerti kenapa aku bisa terlibat sejauh ini. Aku sadar apa yang aku lakukan adalah hal kebodohan yang mungkin tak bisa di maafkan ataupun di mengerti dengan alasan apapun.
“ Ayahmu akan sangat menyesal telah melihat putri satu satu nya melakukan tindahkan bodoh seperti ini...” Mungkin benar apa yang dikatakan oleh komandan satu ini benar, Ayah akan menyesal dan akan memarahi ku tapi aku tak bisa mundur aku harus tetap maju dengan apa yang sudah aku lakukan.
“ Jangan banyak bicara lawan aku!”
“ Alex apa kau gila ingin melawan mereka? Kaki mu masih sakit...” Aku harus mengingatkan nya apa yang saat ini ingin dia ambil juga tindahkan sangat bodoh.
“ Tak ada cara lain selain melawan mereka meskipun mustahil aku menang...” Dia benar tak ada cara lain selain melawab mereka saat ini. “ Jika aku tertangkap dan kalah kau harus melarikan diri, kau harus kabur sejauh mungkin jangan sampai tertangkap.”
“ Apa maksudmu? Aku tak ingin lari sendiri dan bersembunyi sendiri. Aku dan kamu harus tetap berlari...” Aku tak ingin semuanya sia sia saat ini. Kami sudah jauh dan kami tak ingin tertangkap lagi. Aku tak ingin ada penyiksaan yang mereka lakukan dengan sadis.
“ Jangan banyak berbicar! Maju dan tangkap mereka!”
“ Lepaskan aku! Lepaskan aku!” Aku memberontak ketika dua orang polisi dengan segera menangkap ku, memengang kedua lengan ku dengan kencang. “ Alex...” Aku tak ingin semuanya menjadi sia sia.
Jika kami tertangkap saat ini aku yakin siksaan yang mereka lakukan kepada Alex akan lebih mengerikan dari sebelumnya. Tidak, aku tak ingin kami tertangkap kami harus berusaha melarikan dari sini dan mengalahkan semua orang saat ini. Tak ada pilihan lain selain kekerasaan yang harus kami ambil.
Bugh!
Aku menginjak kedua kaki polisi itu secara bergantian hingga mereka berdua melepaskan lengan ku dengan cepat. Aku berlari tapi sayangnya kedua orang lain sanggup melepaskan menangkap ku lagi.
Bugh! Bugh! Bugh!
“ Bangun! Dasar menyusahkan!”
Aku menatap dengan mata yang berkaca kaca aku tak percaya Alex komandan polisi itu kini jatuh di lantai dengan meringkuk kesakitan karena tendangan yang terus di lakukan bertubi tubi.
“ Alex aku mohon bangun! Aku tak ingin kita tertangkap lagi! Aku mohon bangun!” Aku menangis histeris melihat Alex yang sudah tak berdaya di lantai.
“ Tutup mulutmu wanita bodoh.. dasar wanita tak berguna. Karena ulah kalian kita semua harus mencari kalian meskipun tengah malam...” Aku tak peduli dengan apa yang mereka katakan saat ini, aku juga tak peduli pandangan orang tentang kami yang saat ini aku tuju hanya kesadaran Alex yang saat ini telah hilang.
“ Alex aku mohon buka mata mu! Aku mohon!”
“ Bawah mereka kembali, mereka pikir kalian akan bisa kabur dari kami, dasar manusia tak berguna.”
Bugh!
Aku sedikit tersenyum tipis ketika Alex yang tiba tiba bangun dan langsung menyerang komandan yang dari tadi berkata kasar kepada kami. Baku hantam terjadi lagi tak ada yang berani memisahkan kedua orang itu, meskipun banyak para polisi yang siap menghajar Alex saat ini.
Ketakutan ku bertambah ketika Alex terus berusaha melupuhkan para polisi itu, aku berdoa agar semuanya bisa mudah terjatuh. Tapi sepertinya Tuhan tak mengabulkan doa orang yang jahat seperti kami. mereka semua tak mudah di jatuhkan begitu saja.
“ Aku mohon bertahanlah demi kami!” Hanya itu yang mampu aku lakukan, berkata dalam hati dan berharap dia tak terjatuh lagi.
Aku merinding membayangkan begitu sakit ketika darah segar terus keluar dari bibirnya saat ini, “ Alex kau laki laki kuat, kau tak mungkin menyerah begitu saja.”
Aku tahu dia kuat dia mantan komandan yang kuat aku yakin dia pasti kuat melawan mereka, aku menatapnya dengan iba ketika kakinya kini menjadi sasaran oleh komandan polisi saat ini yang terus menghajarnya bertubi tubi.
Prank!
Aku merasakan rasa pusing ketika vas bunga itu di hantamkan ke kepala komandan itu, darah langsung merembes dan itu pasti sangat sakit tapi hanya itu yang mampu menyelamatkan Alex saat ini.
Argh....
Teriakan yang begitu mengerikan disana kini terdengar begitu kencang.