
“ Kau mengenal Nicholas dan Alender?”
Kini giliran Sarah yang tertawa melihat keterkejutan yang terlihat jelas di kerutan wajah laki laki tua yang ada di depan nya, tak hanya laki laki tua itu tapi beberapa orang yang ada di belakangnya juga tampak terkejut mendengar tawa Sarah yang kecil tapi begitu sinis.
“ Nicolas...” Sarah tersenyum getir mengingat satu nama yang membuat dia berada di tengah tengah peperangan balas dendam ini. “ Alexander...” Ditambah lagi dengan nama yang disebutkan selanjutnya yang membuat dia malah merasakan emosi yang tertahan.
“ Jadi kau mengenal kedua cucuku? Dimana Nicolas? Apa yang terjadi?” Arya memberondong semua pertanyaan dengan harapan Sarah menjawabnya saat ini.
Sarah kembali tersenyum tipis. “ Apa yang kau lakukan kepada Nicolas? Apa yang terjadi hah?” Arya dengan nada tinggi membentak Sarah karena dia yang tak sabar menunggu atas kediaman Sarah yang dari tadi hanya tersenyum tipis.
“ Kau ingin tau dimana Nicolas?” Tanpa sadar Arya mengangguk dengan cepat.
“ Dia mati di tangan ku!” Katanya dengan santai.
“ Jangan berbohong, apa yang kau lakukan kepadanya?” Arya kini mencengkram kedua pipi Sarah dengan kencang menatap nya dengan melotot penuh dengan kemarahan.
Sarah tak menjawab melainkan dia tertawa tipis kembali dengan santai. “ Sudah ku katakan dia mati ditanganku!” Sarah mengulanginya dengan tenang.
“ Kau.”
“ Kau ingin menamparku? Tampar! Kau mau yang mana Tuan Arya? Pipi kanan atau kiri?, kau bisa memilihnya. Kau juga yang menentukan nasib kedua cucumu.”
“ Apa maksudmu?” Arya menurunkan tangan nya yang tadi sudah mengangkat tangan nya ingin menampar pipi dari Sarah.
“ Kau pikir Bryan akan diam saja ketika menyadari aku tak ada di dekat nya?, Bryan akan membunuh Alex yang saat ini berada di penjara, kami mudah melakukan hal itu.”
“ Apa yang kau katakan...” Arya gugup bukan main, kali ini dia tak bisa berkutik di depan seorang wanita. “ Erik hubungi pengacaranya tanyakan keada-“
“ Tuan Albert!” Sarah yang menyebutkan satu nama membuar Arya lemas ketika, dia duduk dengan dia yang terjatuh ke kursinya.
Hahahahaha
Sarah kini tertawa keras melihat semua musuhnya kini terkejut dengan rasa lemas, saat ini semua orang yang ada di depannya tak bisa berkutik, tak bisa berbuat apa apa selain hanya menatap ke arahnya dengan pandangan yang aneh.
“ Aku tau semua yang kau lakukan Tuan! Kau pikir kami hanya asal-asalan mencari masalah dengan anda. Anda pikir kami tak tau semuanya tentang anda?, ayolah Tuan Arya jangan konyol, kami sudah berada di titik dimana kami akan menghancurkan semuanya, menghancurkan Nicholas, Alexander serta kalian semua.”
“ Siapa sebenarnya kalian? Masalah apa yang sedang kami perbuat hingga kalian ingin menghancurkan kami?”
“ Sebenarnya ini masalah yang sederhana tapi sayangnya kedua cucu mu itu tak ingin masalah ini selesai dengan sederhana yang terpaksa membuat kita semua harus melawan orang yang ingin melindungi mereka.”
“ Aku tak mengerti dengan apa yang kau katakan. Katakan apa salah cucu saya?”
“ Kau ingin memancing ikan yang besar bukan?, maka pakailah aku sebagai umpan kalian dan aku pastikan cucumu akan mati di tahanan, dalam lima menit kau akan mendapatkan kabar duka itu.”
Arya tak menjawabnya dia hanya menatap dengan tatapan yang ambigu, dia kini memilih pergi dari ruangan yang dimana saat ini Sarah di sekap. Semua orang yang ada disana kini mengikuti Arya yang meninggalkan ruangan nya.
Sarah bernafas lega menyadari semua orang saat ini pergi begitu saja tanpa berkata apa apa. Sarah yang sebenarnya takut kini memberanikan diri melawan mereka. Dia selalu teringat kata Bryan untuk dirinya.
Jika kamu dalam masalah dan kamu berada di tengah tengah orang yang jahat, ingat, jangan pernah takut melawan nya. katakan saja apa yang kamu ketahui tentang semua rahasianya maka dia sendiri yang akan takut. Ulur waktu sebanyak mungkin untuk membuatnya takut kepadamu, dan tunggu aku akan datang menyelamatkanmu.
“ Kenapa dia bisa tau semua tentang kita? Siapa dia?” Arya tampak gusar karena sepertinya nama geng nya tak berpengaruh saat ini.
“ Tuan saya rasa Bryan selalu mengatakan apa yang diketahui tentang kita. Jika bukan dari Bryan dari mana dia tau tentang Nicholas dan Alex.”
“ Apa kau lupa, kita berada disini untuk mencari kedua cucuku, Nicholas dan Alexander. Jika dia tahu semua tentang mereka berarti ini semua ada kaitannya.”
“ Jika mereka ada kaitannya, maka masalah ini akan selesai Tuan. Nicolas pasti sudah ada di tangan mereka, Alex sudah ada di sel lalu apalagi yang membuat mereka masih ingin menghancurkan kita karena mereka sudah menghancurkan kedua cucu anda.”
Arya kini frustasi dia bingung dengan keadaan yang saat ini dia hadapi. “ Aku yakin Nicolas belum mati, wanita itu pasti tau banyak di mana Nicholas dan apa yang terjadi hingga hal ini bisa terjadi kepada kedua cucuku.”
“ Tuan aku rasa saat ini Nicolas masih ada di tangan mereka, saat ini mereka masih menunggu pergerakan kita. Jika kita tak bertindak cepat atau tidak hati hati saya khawatir mereka dulu yang akan bertindak cepat. Aku malah takut mereka membunuh Alex dan Nicolas bersamaan.”
“ Kau benar...” Arya mengangguk. “ Sebaiknya kita mencari tau semua informasi apapun dari wanita itu, hal sekecil apapun jangan sampai terlewat. Siapa tau kita malah menemukan petunjuk dimana Nicolas berada.”
“ Tapi sepertinya mereka juga bukan orang yang sembarangan bos, aku yakin mereka memiliki kekuasaan tinggi di kota ini.”
“ Aku rasa mereka memiliki jabatan yang tak diragukan, dan wanita itu tak akan mudah membongkar siapa mereka.”
“ Tapi sebaiknya Tuan, kita bisa meminta mereka melepaskan Nicholas dan kita melepaskan wanita tadi. Itu adil menurut ku.”
Arya diam memikirkan rencana yang dikatakan oleh Erik saat ini. “ Mereka tak semudah itu akan menyerahkan Nicolas.”
“ Mungkin jika kita tau apa masalah nya kita bisa bernegosiasi tentang kesalahannya dan kita bisa menebusnya dengan apa. Uang nanti akan berbicara Tuan.”
“ Uang?” Arya mengulangi kata kata itu dengan tak yakin. “ Aku tak yakin uang mampu membeli mereka untuk melepaskan Nicolas, aku rasa mereka tak butuh uang, yang mereka butuhkan hanya nyawa dari salah satu cucuku, atau mungkin kedua nyawa cucuku. Atau nyawa kita semua?”
“ Lebih baik anda jangan mengambil kesimpulan sebelum kita tau apa masalah sebenarnya Tuan. Sebaiknya kita harus bersikap baik kepada wanita tadi agar dia mau mengatakan masalah apa yang membuat mereka menyekap Nicolas.”
“ Cari tau segera! Aku akan menghubungi Albert menanyakan tentang Alex, aku juga cemas memikirkan nyawanya setelah wanita itu mengatakan tentang Alex.”
Bersambung besok lagi ya,
Selamat hari libur buat kalian yang sedang berada di mode kencan 😁, selamat berleyeh leyeh untuk para emak emak cantik yang tak pergi kemana mana alias hanya di atas kasur 😍,
jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan,
Like 👍
komen ....
Beri ulasan 😍
Jadikan favorit juga boleh kok ya 😍
Share juga bisa kok 😌
Makasih banyak sayang dan happy weekend untuk kalian semua 🥰😍