Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Pergerakan 37



“ Hanya sebatas itu kemampuan orang-orang mu?” Ejeknya dengan dia yang berlaku sombong.


“ Siapa dirimu sebenarnya? Kenapa kau tak asing dimataku?” Arya yang mencoba mengingat nya masih tak menemukan siapa laki laki tua yang seumuran dengan nya.


Laki laki itu menatap penuh dengan dendam yang membara dia masih ingat perlakuan Arya yang membuatnya harus menerima luka jahitan di perutnya. Bahkan nyawanya hampir melayang waktu itu. Dan dunia sekarang terbalik, orang yang dulu berkuasa di dalam penjara kini tak berdaya dengan luka tembak di lengan kiri nya.


“ Sayang sekali kau tak mengingat ku. Tapi tenang saja aku akan mengingatkanmu siapa aku...” Senyum tipis itu begitu menyeramkan.


“ Aku adalah Johan. Laki laki yang kau siksa dua puluh tahun lalu di penjara. Karena ulahmu yang brutal aku harus menerima jahitan di perut ku dan karenamu juga aku berdiri di sini di depan mu.”


 “ Johan?” Dia mengulangi nama yang asing bagi dirinya. “ Dua puluh tahun lalu. Jahitan...” Ingatan nya melemah dia seakan lupa tentang apa yang terjadi beberapa tahun yang lalu.


“ Kau masih tak mengingat nya? di sayangkan kau payah...” Ejek nya lagi dengan nada yang sinis.


Deg!!


Deg!!


Deg!!


Jantungnya berpacu begitu cepat ketika dia berusaha mencari memori yang ada di ingatan nya saat ini. “ Kau johan.. laki laki yang aku keroyok waktu itu.”


Tepat sekali laki laki yang hampir mati karena ulah nya. karena dia yang ingin menunjukan siapa orang yang berkuasa di dalam penjara waktu itu membuat dia menghajar orang dengan membabi buta secara brutal. Bahkan waktu itu ada beberapa orang yang mati karena ulahnya.


Johan kini tertawa keras dia menatap Arya yang sedang menahan rasa sakit pada bahu nya. “ Jadi benar kau Johan yang waktu itu...” Ucapnya dengan gugup.


“ Akhirnya kau mengingat ku juga...” Senyum tipis di bibirnya.


“ Kau memiliki segala nya!”


“ Dendam ku pada mu yang akhirnya membawa kita bertemu di sini. Tak ku sangka kau yang dulu memiliki kekuasan kini malah tak berdaya disini.”


“ Kembalikan cucu ku! aku ingin cucuku hidup. Jika kamu memiliki masalah dengan ku jangan libatkan mereka. Urusan mu hanya dengan ku.”


“ Tapi cucumu yang membawa kita bertemu hingga aku bisa membalaskan dendam kepada mu.”


“ Dunia cepat terbalik. Aku yang dulu berkuasa di dalam penjara kini malah tak berdaya di depanmu sekarang. Orang yang pernah aku lukai bahkan sempat ingin aku bunuh.”


“ Sekarang kau menyesal bukan karena tak membunuhku waktu itu.”


“ Aku tak ingin melibatkan cucu ku. kembalikan dia. Aku ingin dia kembali dan aku janji akan pergi dari sini bahkan aku pastikan mereka tidak akan berani menampakkan wajah mereka 


” Tapi sayangnya aku ingin hidup mereka, nyawa mereka...” Tegas nya dengan bersungguh-sungguh.


“ Tapi cucumu yang sudah membunuh wanita dengan keji bahkan cucu bodoh mu itu malah melindungi nya dengan berbagai cara. Mereka seakan sombong bisa membeli hukum...” Umpatnya dengan kesal.


Arya menghela nafasnya dengan berat dia tak tahu apa masalah awal mereka seperti ini tapi dia sedikit meraba apa penyebab nya jika bukan Nicholas yang berulah waktu itu.


“ Johan!” Panggil nya dengan dia memejamkan mata sebentar lalu menatap laki laki sombong yang memiliki segala nya saat ini. 


“ Aku tak bisa berkata apapun saat ini. Aku juga tak bisa menjanjikan keadilan tapi aku bisa jamin bahwa mereka tidak akan pernah menginjakan kaki mereka di sini. Tapi aku minta kebebasan dari mu dan orang-orang mu.”


Sepertinya saat ini Arya lebih baik mundur perlahan dia tak mungkin maju dengan kondisi yang tak memungkinkan. Dia saat ini mundur hanya untuk kedua cucu nya agar mereka tetap hidup dengan tenang tanpa ada dendam dan darah yang melumuri tubuh mereka.


“ Nyawa dibalas nyawa!’ Ungkapnya dengan nada dingin.


“ Kau tak mengenal laki laki gondrong yang ada di samping ku?” Johan penasaran dengan Arya yang tak mengenali siapa sosok yang ada di samping nya yang menatap Arya dengan tatapan membunuh.


Arya hanya diam membisu dia seakan tak bisa berpikir apapun karena luka tembak itu mengenai bahu kirinya, meskipun itu meleset tapi rasanya sungguh menyiksa Arya laki laki tua yang sebagian besar semua kulitnya sudah tampak mengendur.


Guratan tampak jelas di wajah Arya ketika menatap anZac yang berdiri menatap dirinya penuh dengan permusuhan yang sesungguh nya.


“ Aku tidak mengenal mereka.”


“ Ch!! Kau bukan mafia sejati rupa nya...” Ejeknya dengan gaya angkuh nya.


Johan yang sudah tua tampak nya tak bisa bergaya sombong dia masih ingat betul bagaimana siksaan yang setiap hari diberikan oleh Arya waktu itu. Semua orang seakan dia jadikan target untuk melatih tinju nya dan tak ada satu orang pun yang menolak nya atau mengalahkan nya waktu itu.


Johan masih ingat betul dia yang pertama kali masuk ke sana, di saat jiwa nya sedang terpuruk karena keadaan yang tak adil bagi dirinya. Di saat semuanya hancur dan menuduhnya dengan kata kata ‘pembunuh’ malah babak belur karena ulah dari sebagian orang yang telah mengejarnya dengan membabi buta. Bahkan tak ada ampun ketika dia sudah meringkuk dengan luka serta darah yang terus merembes keluar membasahi baju tahanan waktu itu.


“ Arya.. Arya.. waktu cepat berlalu dan tak ada yang menyangka kita bertemu dengan keadaan seperti ini dan sepertinya Tuhan telah mengizinkan ku untuk membalaskan dendam dengan tangan ku sendiri.”


“ Kau boleh memberikan hukuman kepada ku. tapi lepaskan adikku...” Alex yang dari tadi diam hanya mendengarkan semua pembicaraan itu kini mulai bicara dengan menatap semua orang yang ada di sana.


“ Siapa dirimu meminta ku untuk melepaskan adik mu.”


“ Aku bukan siapa-siapa sekarang tapi ku mohon lepaskan Nicolas.”


“ Di mana Alexander yang sombong mengunakan seragam serta senjata di pinggang nya. apa kau lupa bahwa kau lah yang menolak kami waktu kami ingin melihat siapa orang yang telah membunuh orang kami...” Timpal Abhi yang tak kalah sinis waktu itu.


Semua orang tahu bahwa Alexander lah orang yang telah mengusir nya dengan kasar sewaktu mereka berada di kantor polisi. Mereka hanya ingin melihat siapa pelaku nya tapi karena Alex yang berkuasa semuanya lepas begitu saja.


“ Tak ku sangka kau memanfaatkan jabatan mu yang tak seberapa itu...” Desisnya dengan cara yang tak suka. “ Padahal mustahil jika kau tak mengetahui siapa pelaku nya.”