
" Bryan Daddy ingin bicara denganmu!"
" Katakan Dad! Tapi jika ingin mengatakan bahwa kalian ingin mundur dari balas dendam ini maka jangan harap aku menerima keputusan ini. Aku akan tetap menghukum mereka sendiri dengan cara ku…" Katanya dengan sungguh-sungguh.
" Bryan jangan semua masalah kau pikir dengan emosi, harusnya kau lebih tenang dan lebih berpikir jernih. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya tanpa harus berdamai."
" Apa maksud Daddy?"
" Apa kau pikir Daddy akan mundur dari balas dendam ini? Tidak! Tentu saja tidak. Orang-orang Daddy juga menjadi korban, Amel serta Baron adalah orang Daddy. Mereka menjadi korban di sini. Meskipun kamu adalah pimpinan dari kelompok kita sekarang tapi keputusanmu dan keputusan Daddy juga sama. Jika Daddy mengatakan ini tetap berlanjut maka semuanya akan tetap berlanjut tapi tidak dengan emosi…" Bryan menatap Daddy nya dengan sungguh-sungguh.
" Semuanya bisa kita mainkan dengan cantik. Mereka licik tapi kita juga harus lebih licik. Tak hanya satu orang yang harus kita lindungi tapi banyak orang yang harus kita lindungi saat ini. Jika kita gegabah dalam setiap masalah maka semuanya akan menjadi hancur. Ini mungkin akan menjadi peperangan yang lebih besar karena kita melawan sebuah geng yang sama kejamnya dengan kita."
" Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang Dad?" Zac hanya tersenyum mengerikan banyak rencana yang akan mereka susun saat ini.
" Masuklah, Daddy akan kenalkan dengan seorang yang akan melatih mu mulai sekarang."
Kini kedua laki laki itu masuk kembali ke dalam ruangan dimana semua orang telah berkumpul di sana. Bryan mungkin sudah paham betul siapa mereka semua tapi dengan satu orang yang saat ini tengah duduk dengan mengobrol dengan Albert baginya adalah orang asing di mata Bryan.
" Paman ini Bryan!" Zac membuka suaranya dengan memperkenalkan putranya kepada laki laki yang akan menyusun rencana.
Bryan dan laki laki tua itu saling berpandangan dengan arti yang berbeda. Laki laki yang mereka panggil dengan Paman itu hanya tersenyum.
" Kau bisa memanggil ku dengan Paman Johan!"
\=\=\=\=\=
" Selamat malam Tuan Aaron! Saya baru saja ingin menghubungi anda tapi sepertinya anda sudah tak sabar menghubungi saya…" Tentu saja Albert saat ini hanya basa-basi. Dari tadi dia tak berniat menghubungi Aaron dia hanya duduk manis dengan menunggu laki laki tua itu menghubunginya.
" Ah ternyata saya lebih dulu menghubungi anda. Saya memang sudah menunggu anda dari tadi pagi…" Aaron juga merasa tak sabar menunggu keputusan dari seorang pengacara yang cukup terkenal.
" Maafkan saya Tuan saya beberapa hari ini banyak sekali kasus yang harus saya tangani membuat saya pusing."
" Baiklah saya tak ingin mendengar cerita anda tentang masalah anda. Saya menghubungi anda ingin bertanya tentang keputusan anda, saya harap anda tak salah pilih mengambil keputusan."
Albert hanya tersenyum di ujung telpon nya. " Saya mengambil apa yang anda tawarkan kepada saya Tuan. Maafkan saya yang sudah membuat anda menunggu lama tentang keputusan saya."
Aaron akhirnya tersenyum senang di sana dia tentu saja bisa menduga bahwa semua orang pasti akan menerima tawaran itu di tambah lagi Aaron memperkenalkan dirinya siapa kepada nya.
" Apa yang dikatakan semua klien anda benar bahwa anda bijak setiap mengambil keputusan Tuan Al. Saya berharap anda bisa membebaskan cucu kesayangan saya dan bisa menemukan cucu saya yang juga hilang."
" Saya memiliki kenalan orang yang mungkin bisa membantu anda tentang mencari cucu anda yang hilang Tuan. Besok jika anda tak memiliki kesibukan kita bisa bicara dan bertemu dengan mereka untuk membahas lebih detailnya."
" Tentu saja akan datang ke tempat anda. Sekali lagi terima kasih karena saya bergantung kepada anda saat ini."
" Tentu saya akan menolong anda di sini."
" Tikus sudah masuk ke kandangnya Paman Al…" Timpal Bryan yang juga ada di sana.
" Ingat kalian harus berhati-hati…" Timpal Paman Johan yang juga mendengarkan obrolan tersebut. " Aku tak sabar melihat dia hancur saat ini."
" Tuan Zac sepertinya saat ini kita harus bermain lebih cantik dibanding biasanya yang terang-terangan jika kita melawannya. Sekarang kita harus bermain sembunyi-sembunyi…" Steve yang juga ada di sana kini memberikan komentar tentang masalah ini.
" Kau benar Steve, ini adalah hal pertama kalinya untuk kita melawan musuh dengan cara bersembunyi-sembunyi."
" Ini adalah tantangan bagi kita semua…" Jonathan juga merasa kali ini adalah tantangan.
" Kita akan menghancurkan mereka dari dalam. Hanya dengan cara ini kita bisa tahu siapa musuh kita dan secara perlahan kita melihat kehancuran mereka dari jarak dekat…" Zac tersenyum mengerikan.
" Ingat kalian yang berhadapan langsung harus lebih hati hati, jangan membuat mereka curiga tentang kalian dan jangan sampai mereka mencari tahu siapa kalian. Sementara Bryan jangan muncul di depan Alex kau berada di pihak Daddy mu kau yang nanti pura- pura mencari Nicolas…" Perintah Johan yang menyusun rencana ini semua.
" Aaron pernah melihatku sebagai asisten dari Paman Al. Bagaimana jika dia curiga kepada ku?"
" Semuanya sudah diatur jadi kau tinggal mengikutinya saja…" Semua orang yang di sana kini telah tersenyum dengan siasat mereka masing masing. Dan rencana telah disusun secara rapi.
" Dan untuk Bryan kontrol emosi mu kau sekarang disini sebagai pimpinan jadi jangan biarkan hanya gara-gara emosi kau menghancurkan semuanya. Rencana ini sudah kita susun dengan apik jadi jangan ada yang mencoba menghancurkan nya…" Johan memperingatkan mereka semua dengan baik baik.
" Saya tahu Paman."
" Lihatlah Daddy mu yang selalu tenang menghadapi musuh."
" Saya akan belajar tenang Paman."
Balas dendam kali ini mereka tak secara terang-terangan melawan mereka tapi kali ini mereka akan menghancurkan lawannya dari dalam dan ini untuk pertama kalinya dalam hidup mereka melawan secara diam-diam. Kali ini mereka juga harus berhati-hati dalam melawannya.
Setiap apa yang akan mereka ambil maka mereka harus siap menanggung setiap resikonya, setiap mereka melangkah mereka juga harus tahu apa akibatnya.
" Saya pikir dia tak akan mengambil untuk membantu anda Tuan!" Asisten dari Aaron cukup puas mendengar bahwa pengacara itu akhirnya membantu mereka.
" Tak akan ada yang berani melawan ku. Semua orang pasti takut jika sudah mengetahui nama geng kita. Aku rasa dia cukup bijak mengambil keputusan itu."
" Anda benar Tuan tapi disini juga ada sekelompok mafia yang cukup terkenal tapi saya juga belum tahu nama kelompok apa disini."
" Saya tidak peduli dengan kelompok itu, asal kita tak mengganggu mereka maka mereka juga tidak akan mengganggu kita."
Aaron berharap semuanya akan berjalan sesuai rencananya, dia begitu mengharapkan Albert untuk membantunya disini.
" Besok kita akan bertemu dengan mereka yang membantu kita."
" Baik Tuan…" Sang asisten segera pergi meninggalkan ruangan bosnya saat ini.