
Bruak!!
“ Siapa kalian?”
“ Aku hanya ingin mencari seseorang yang mungkin bersembunyi di sini.”
“ Tidak ada siapapun disini.”
“ Di sini hanya ada kita berdua.”
“ Kalian tak sopan masuk ke tempat tanpa permisi...” Wanita tua itu tampak menyilangkan tangan nya ke dada dengan melawan ketiga orang yang ada di depannya.
Sedangkan tiga orang yang tiba tiba masuk kini matanya mencari dua orang yang mereka yakini ada di dalam kabin tersebut.
“ Apa yang kalian cari?”
“Diamlah orang tua!” Bentahnya.
“Jangan kurang ajar dengan istriku...” Bentaknya balik karena ia tak terima sang istri di bentak oleh orang lain.
“ Jika kau tak ingin aku bersikap lebih kurang ajar dari ini sebaiknya kau diam...” orang itu melotot mendorong laki laki tua hingga punggungnya sedikit membentur dinding.
“ Apa yang kau lakukan hah?” Dia sungguh terkejut melihat orang orang itu mulai bersikap kasar kepada mereka.
“ Kalian menemukan nya?” Erik yang juga tadi ikut kini masuk dengan gaya nya yang tenang.
“ Tidak ada Tuan.”
“ Kalian sudah memeriksanya?”
“ Belum!” Titahnya dengan santai.
Plak!
“ Dasar bodoh. Seharusnya kau cari dulu sebelum mengatakan mereka tidak ada disini...” Erik yang langsung marah karena orang orang itu belum memeriksa kabin nya tapi sudah mengatakan tidak ada siapapun di sini.
“ Maafkan kami.”
“ Cepat cari!” Nada bicara kini naik.
Orang orang itu secara tiba tiba masuk kedalam kabin memeriksa semua ruangan yang ada disana. Dengan tingkahnya yang sangat arogan mereka mengacak acak semua isi kabin tersebut.
“ Hentikan apa yang kalian lakukan?” Wanita tua itu tak terima karena kabin nya di acak acak oleh beberapa orang yang tak mereka kenal. Bahkan mereka masuk dengan cara yang tidak sopan sama sekali.
“ Ini kabin kami dan kalian tak berhak mengacak acak seperti ini...” Protesnya kepada Erik yang hanya bersikap dingin dan sangat tenang.
“ Kau diam saja jika tak ingin nyawa kalian malayang...” Ancam nya.
“ Kalian memang bajingan. Seharusnya orang orang seperti kalian yang mati...” Ujarnya dengan mencoba melawan tatapan Erik yang tajam kepada nya.
Bug!
“Tutup mulutmu jika kalian masing ingin hidup.”
“ Kau tak apa suami ku?” laki laki tua itu mengangguk dengan menyentuh wajahnya yang diberi bogem oleh Erik.
“ Tuan Erik aku tak menemukan siapapun disini tapi kami menemukan pakaian ini...” Erik menatapnya dan mengingat baju yang telah dipakai oleh salah satu dari mereka.
Deg!! Deg!! Jantung kedua orang tua itu berdegup kencang. Mereka sepertinya telah melupakan sesuatu.
“ Dimana mereka?” Tanyanya dengan penuh penekanan.
“ Aku tidak mengerti apa maksud kalian...” Jawabnya dengan gugup. Sepertinya mereka telah lupa untuk membuang baju tersebut.
“ Jangan berbohong kepada kami. sekali lagi aku bertanya dimana mereka...” Erik menegaskan dengan mata yang tajam.
Erik menatap tajam. “ Bekerja sama lah dengan ku. jika kalian mengatakan dimana mereka, aku akan melepaskan kalian...” Tawarnya.
“ Sudah ku katakan mereka tidak ada disini...” Elaknya lagi.
“ Semalam mereka bersembunyi disini dan tidur disini bersama kalian jadi aku yakin kalian tau kemana mereka saat ini...” Tebaknya dengan menatap kedua orang itu.
“ Meskipun kalian memaksa kami atau bertanya ratusan atau ribuan kali tentang orang yang memiliki baju itu aku akan tetap mengatakan bahwa kami tidak tahu...” Laki laki tua itu tetap menegaskan bahwa mereka tidak tahu keberadaan orang yang memakai baju tersebut.
“ Jadi kalian tak ingin berkata jujur...” Erik mengangguk. “ Baiklah itu pilihan kalian bukan pilihan ku.”
“ Apa yang kalian lakukan.. lepaskan saya...” Laki laki tua itu memberontak ketika kedua tangan nya secara paksa di tarik.
“ Apa yang ingin kalian lakukan lepaskan suami ku...” Sang istri juga sama hal nya dia juga memberontak ketika tangan nya kini juga ditarik paksa oleh satu orang.
“ Aku tanya sekali lagi dimana mereka? Aku yakin kalian tahu dimana mereka berada atau mereka bersembunyi sekarang.”
“ Aku sudah katakan bahwa kami tidak tahu.”
“ Mereka pergi sebelum kami bangun...” Ujarnya lagi.
“ Hmm.. baiklah jika kalian tetap masih ingin melindungi mereka.”
Bugh!!
Argh...
Bugh!! Bugh !! Bugh!!
Laki laki tua itu kini di hajar habisan habisan, dia tak bisa melawan kecuali hanya bisa pasrah tubuhnya mendapatkan sasaran yang terus mengenai tubuhnya. Sedangkan sang istri berteriak histeris ketika melihat suaminya menjadi samsak hidup oleh orang yang tak dikenal.
“ Lepaskan kami....” Katanya dengan dia yang berteriak serta menangis.
“ Kau lihat!” Erik menarik rambut orang tua itu agar ia melihat sang istri yang sudah menangis di depan nya. “ Kau masih ingin menutupi mereka. Kau tak kasihan melihat istrimu yang sudah menangis. Atau kau lebih kasihan orang asing dibanding istrimu sendiri.”
Laki laki tua itu yang sudah lemas tak berdaya kini hanya menatap sayu ke arah sang istri yang masih menangis tapi mereka seakan sepakat dengan kode kepala mereka saling menggeleng untuk tetap tak mengatakan yang sebenarnya.
Cuh!!!
Laki laki tua itu kini malah melemparkan ludahnya kepada Erik yang mengenai wajahnya. “ Bajingan! Kau hanya berani dengan orang yang tua seperti kami...” Katanya dengan dingin.
Erik yang dari tadi menahan emosi kini mengusap ludah orang itu yang mengenai wajahnya. Dengan senyum yang tipis ia melihat laki laki tua itu dengan tangan yang mengepal.
Bugh!!
Argh....
“ Tidak...” Sang istri kini menangis serta berteriak histeris melihat suaminya yang langsung lemas tak berdaya tapi dia masih belum pingsan ia masih bertahan dalam keadaan tak berdaya.
Bug!! Satu pukulan telah di wajahnya yang membuat laki laki tua itu langsung mengeluarkan darah dari mulutnya. “ Kau ingin mati rupanya. Kau pikir aku tak bisa membunuh kalian ha?” Erik meninggikan nada bicaranya ia sudah tak tahan karena kedua orang ini seakan menyembunyikan semuanya dengan sengaja.
Laki laki tua itu masih berusaha untuk tetap tersenyum tipis di bibirnya. “ Kau bukan Tuhan yang bisa mengambil nyawa kami.”
“ Kakek tua yang arogan. Aku memang bukan Tuhan tapi aku bisa mengambil nyawa kalian.”
“ Lepaskan kami.. lepaskan...” Wanita itu memberontak dan Erik membiarkan sang wanita itu terlepas dengan ia langsung berlari menghampiri suaminya yang sudah tak berdaya di sana.
Dor!! Do!!
Bug!!
“ Tidak...” Laki laki tua itu berteriak kencang ketika dua peluruh langsung bersarang di punggung istrinya dan dia langsung terjatuh dengan tengkurap.
“ Tidak..tidak.. ku mohon buka matamu.. jangan pergi begitu saja...” Laki laki tua itu juga dilepaskan dengan cepat. Ia juga langsung menghampiri istrinya yang sudah berbaring di lantai dengan darah yang membasahi seluruh bajunya.