Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Pengorbanan 3



Brak!!!


" Jawab kenapa kalian berdua hanya diam dan menunduk. Semua yang ada di sini adalah tanggung jawabmu! Orang keluar masuk di sel sini juga atas izin mu. Jadi jangan katakan kau tak tahu dan jangan katakan ini semua adalah salah dari mereka…" Bentaknya lagi.


" Sir dia berada di sel tikus karena kasus nya adalah pembunuhan. Dia adalah tersangka utama yang membunuh dan menculik wanita yang bernama Amel, selain itu dia juga tak ingin mengakui kesalahannya. Aku yang memang tak membiarkan namanya terdaftar di catatan kita agar tak ada yang tahu bahwa kita telah menangkapnya. Aku ingin kita mengetahui diam diam agar para kawanan tak ada yang kabur mengetahui dia ada disini…" Jawab Komandan itu dengan menatap Jenderal nya yang ada di sana.


" Jika kamu telah menangkapnya dan kamu yakin dia adalah pembunuh dari Amel kenapa waktu aku bertanya kepadamu kau mengatakan bahwa kau tak memiliki satu bukti sama sekali."


" Saya hanya ingin menyelidiki sendiri Sir! Maafkan saya jika saya tak mengatakan yang jujur kepada anda tapi ini demi kepentingan pihak kam. Orang orang seperti dia tak akan tinggal diam jika mengetahui salah satu orangnya kami tangkap…" Alasannya dengan segera.


" Lalu kenapa bisa dia keracunan dan meninggal?" 


" Maafkan saya Sir saya harus menjawab pertanyaan anda…" Timpal asisten dari komandan itu.


" Katakan!" 


" Semalam saya menemui nya dan saya bertanya tentang semua dan dia yang tetap tak ingin membuka mulutnya aku merasa kesal dan aku memukulnya. Hingga dia berkata bahwa dia ingin racun dia ingin mati saja dibanding dia harus membuka kawan kawan nya. Aku yang emosi akhirnya tanpa sengaja pagi tadi membawakan racun itu dan aku menyuruhnya untuk memilih hidup atau mati. Dan sayangnya dia memilih untuk mati dibanding membongkar semua orang orang nya…" Kata kata kebohongan itu ternyata sudah mereka susun dengan benar,mereka berdua telah mempersiapkan semuanya dengan cara mereka yang apik.


Plak!! Plak!!! Plak!! Plak!!


Empat tamparan itu melayang cukup keras kearah asisten nya,dia hanya diam tanpa membalas apapun yang telah dilakukan oleh Jendralnya. Dia hanya menunduk dengan rasa yang sangat marah.


" Di saat seperti ini kalian berdua masih saja berbohong! Apa kalian pikir aku tahu semua nya hah?" Katanya dengan nada tinggi lagi.


Bug!!! 


Jenderal itu melempar sebuah dokumen yang berisi tentang hasil otopsi dan surat surat lainnya.


" Kau lihat itu,disana tertulis jelas bahwa makanannya telah di racun dan badannya penuh dengan luka lebam, bahkan organ organ lainnya juga bermasalah. Apa kalian juga bisa menjelaskan ini semua?" 


Komandan dan sang asisten hanya bisa saling diam mereka berdua tak tahu bahwa orang itu telah diotopsi dan makanan itu telah diambil sampelnya.


" Kalian tak bisa menjawabnya? Kalian heran dengan aku yang membawa berkas berkas ini?"


" Jenderal kami sungguh tak tahu apa yang kamu katakan, kami sungguh tak tahu masalah apa yang sebenarnya terjadi di sel tikus itu. Kami hanya menjalankan sesuai prosedur yang ada."


" Prosedur yang seperti apa menyiksa seorang yang tak berdaya?" Katanya dengan menekan kata katanya. " Bacakan seperti apa prosedur nya yang menyiksa tahanan di sini?" Sambungnya lagi.


Semua orang yang ada di sana kini diam dia tak bisa menjawab apapun selain hanya menunduk tak bisa berkomentar apapun lagi. Mereka berdua saat ini terpojok dengan semua kata kata mereka sendiri.


" Dengar aku memang belum memiliki satu bukti tentang kejahatan kalian berdua atau pun kalian terlibat dalam kematian ini, satu saja bukti yang mengarah ke kalian maka tanpa kata ampun kalian akan mendapatkan hukuman yang tak pernah kalian pikirkan sebelumnya…" Ancamnya.


Jenderal itu kini segera pergi meninggalkan ruangan komandan yang sudah mulai panas karena ancaman dari jenderal nya. Kini mereka tengah khawatir tentang kejadian ini.


" Saya tidak tahu Sir. Tapi saya sudah memberikan komisi yang setimpal untuk mereka tutup mulut."


" Tapi lihatlah dia tahu semua, orang itu mati saja masih menyusahkan kita…" Katanya dengan geram.


" Saya akan cari tahu siapa yang mengkhianati kita Sir."


" Seret dia kesini!" Katanya dengan emosi.


***


" Sebenarnya obat apa ini?" Antoni berbisik pelan ketika makanan yang mereka buat kini telah dicampur obat yang diberikan oleh sipir tadi.


" Jangan banyak tanya lakukan saja sesuai perintahnya…" Jawabnya dengan juga sama sama tak tahu.


Kini mereka berdua berkeliling memberikan makanan kepada orang orang yang ada di sel tahanan itu. Malam ini mereka telah siap dengan rencana yang matang dengan menatap sekelilingnya mereka mencari sipir itu dan benar sipir itu telah mengawasi kedua orang yang saat ini membagikan makan malam.


" Kau lihat jam 12 dia ada di sana mengawasi kita. Aku rasa dia orang orang paman Al!" 


Antoni segera menatapnya dan benar orang itu mengangguk perlahan. Semua orang yang ada di sana kini senang karena malam ini mereka bisa menikmati makan malam dengan cepat. Biasanya makan malam mereka akan sangat lambat.


" Anda sudah bebas? Terima kasih telah menolong saya waktu itu…" Seorang laki laki kecil yang waktu itu di bela oleh Bryan kini mengucapkan terima kasihnya.


Bryan hanya tersenyum ketika melihat orang itu ternyata baik baik saja. Orang itu kini juga menatap Bryan dengan menggeleng seakan dia tak mau makan malam hari ini.


" Saya sudah menunggu lama kalian disini! Dan sekarang saat nya kita juga keluar dari sini…" Bisiknya orang itu membuat Bryan menatapnya dengan heran. " Dio Dello Morte!" 


" Kau?" 


" Saya orang orang dari Tuan Zac, saya disini cukup lama untuk mengawasi orang orang yang kami masukan kedalam sini. Dan kemarin Albert memberitahu saya bahwa kalian juga ada di sini dan malam ini rencana ini harus berhasil."


Bryan yang mendengar nya kini mengerutkan keningnya jika dia memang orang orang Dio Dello Morte kenapa waktu itu dia tak melawan sedikit pun.


" Ketika kita sudah di luar nanti kau akan tahu semuanya. Dan ini untuk kalian berjaga jaga hari ini, kita akan bertemu lagi nanti setelah kekacauan yang kita buat sebentar lagi."


Bryan mengangguk mengerti dan menerima apa yang diberikannya. Bryan dengan segera membagikan makanan itu agar segera selesai agar mereka segera kabur dari sini. 


" Anda berbicara dengan siapa bos?"


" Kau akan tahu nanti!" Jawab Bryan dengan segera pergi meninggalkan tempat itu.


Kini mereka bertiga telah menunggu apa yang telah terjadi sebentar lagi dan mereka akan segera melarikan diri dari sana dengan kekacauan yang mereka buat sendiri.