Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Hukuman Masih Berlanjut 3



Dua hari berlalu begitu cepat pertemuan rahasia pun terjadi. Mereka semua saat ini berada di situasi yang tak bisa mereka bayangkan sama sekali, bahkan sebagian dari mereka tak ada yang tahu apa yang terjadi saat ini. 


" Paman Al kenapa kita harus berkumpul di sini? Apa ada masalah?" Bisik William yang memang harus ikut saat ini.


" Kau nanti akan tahu…" Jawabnya dengan dia yang juga berbisik.


" Paman apa ada seorang yang membantu kita tentang Aaron itu?"


" Ada seseorang yang tahu tentang siapa Aaron beserta Geng nya itu. Dia sedang bersama Daddy mu dan Tuan Jonathan mereka sedang berunding."


" Berunding untuk melepaskan kedua cucu nya?" Bryan mengerutkan keningnya.


" Bryan maaf meskipun kau sekarang pimpinan dari kelompok kita tapi mereka harus berunding mengambil keputusan yang tepat untuk nasib kita semua…" Albert mencoba memberi pengertian kepada laki laki mudah tersebut.


" Tapi Paman tahu sendiri mereka sangat bersalah bahkan mereka juga tak memiliki hati sekarang kenapa harus berunding. Meskipun nanti Daddy ingin melepaskan mereka aku tak akan membiarkan mereka lolos begitu saja…" Amarahnya sungguh tak bisa ia tahan.


Dia tak akan tinggal diam saat ini, dia tentu saja tak akan membiarkan kedua tahanan nya lepas begitu saja.


" Apapun yang terjadi mereka harus mati…" Sambungnya dengan nada dingin.


Albert hanya menghela nafasnya dengan berat dia tahu dia memiliki dendam di tambah lagi wanita yang dibunuh menjadi korban itu adalah adik dari kekasihnya saat ini. Tapi jika ini berlanjut akan ada pertumpahan darah serta ada kegelapan yang tak bisa ditentukan kapan ini berakhir.


" Sebenarnya apa yang terjadi Bry?" William bingung ketika dia memang tak tau apa masalahnya saat ini. Yang ia tahu hanya para lawannya yang saat ini sudah berada di genggaman tangan nya.


" Kau tanya sendiri kepada Paman Albert…" Bryan yang merasa geram kini memilih untuk pergi dari ruangan itu.


Albert menatapnya dengan bingung saat ini, dia juga tak ingin kehilangan semua anggota nya tapi dia juga tak ingin balas dendam ini hancur begitu saja. Tapi ia juga tak boleh egois dia juga harus menerima jika nanti apapun keputusan mereka yang saat ini sedang berunding.


" Paman jelaskan sesuatu!" 


" Nanti kau akan tahu. Saat ini aku benar benar pusing. Semuanya menjadi bimbang…" Albert menjambak rambutnya sendiri karena putus asa. Dia juga bimbang sama hal nya dengan mereka saat ini.


Tapi kematian Baron kemarin juga membawa kegelapan bagi mereka semua, jika saja nanti ada perang yang lebih besar lagi akan banyak anggota mereka yang mungkin akan menjadi korban. 


" Argh… buat apa menjadikan aku pimpinan tapi keputusan ku masih tak mereka anggap penting…" Teriaknya dengan kesal. 


Dadanya naik turun dia tak habis pikir bahwa keputusan nya masih tak di anggap mereka mengambil keputusan yang belum ada yang tahu apa keputusan mereka saat ini. 


" Mereka pasti akan mundur aku yakin, mereka lebih menyayangi anggota nya. Aku tak akan mundur aku akan tetap membawa tubuh mereka di sebelah kuburan Amel…" Katanya dengan mengepalkan tangannya dengan emosi.


Tangan nya kini dengan cepat menekan nomor yang akan dihubungi saat ini. Dia butuh orang untuk melakukan suatu tugas.


***


" Tepat sekali. Mereka berdiri di salah satu penjara, aku pikir mereka sudah tak ada penerusnya ternyata sekarang mereka masih ada dan bersembunyi."


" Jadi Paman tahu siapa Aaron ini?"


" Bukan hanya tahu tapi dia adalah musuh dari Paman dari dulu. Dia yang membuat Paman harus menerima jahitan di punggung dan di perut karena luka tusuk. Dan karena nya ada orang yang tak berdosa yang harus mati karena membela Paman. Sebenarnya Paman berhutang nyawa kepadanya." 



" Lalu apa yang harus aku lakukan Paman? Semuanya menjadi bimbang jika aku menghentikan misi ini sama saja aku mundur dari peperangan yang belum aku mulai. Tapi jika aku tak mundur maka kemungkinan besar akan banyak korban yang jatuh nantinya…" Zac tahu apa yang akan terjadi jika dia maju tapi dia juga tak mungkin mundur.


" Kematian Baron saja membuat kami harus mengalami mendung Paman…" Timpal Jonathan yang juga tahu apa yang sedang dipikirkan oleh sepupunya.


" Aku tahu apa yang kalian takutkan. Tapi kita juga tak bisa mundur begitu saja, jika kita tiba tiba mengeluarkan salah satu cucunya itu sama akan memancing keributan dan aku tak yakin dia tak membongkar siapa di balik ini semua. Tapi jika kita tak mengeluarkan salah satu dari mereka maka kita harus menyembunyikan nya dengan pintar."


" Kenapa kita tak membunuhnya kita buat seolah-olah dia bunuh diri atau kecelakaan?"


" Aku rasa dia bukan orang yang bodoh yang akan percaya bahwa itu bunuh diri atau kecelakaan. Kita bisa saja membuat nya seperti itu tapi itu akan memancing kecurigaan yang besar…" Zac dan Jonathan diam dia memikirkan apa yang dikatakan oleh Paman itu benar.


" Lalu apa yang harus kita buat Paman?" 


" Saat ini masalah juga ada di Albert. Mereka meminta Albert menjadi pengacara Alex untuk membebaskan dengan jaminan. Al menolaknya dan sejak saat ini dia diikuti hingga hari ini."


" Diikuti dengan Aaron ini? Sungguh kurang ajar!" Nadanya tinggi. " Kenapa tak ada yang membunuh mereka jika Al diikuti dari kemarin?"


" Zac kau harus tenang, lawan mu juga bukan orang sembarangan. Dia mungkin tak berpengaruh di sini atau mungkin dia tak mengenal kalian jadi dia bisa saja melakukan apapun yang ia pikirkan saat ini. Jika kita melawannya dengan emosi semuanya akan berantakan. Kau harus tenang dia yang sudah membuka jati dirinya untuk menakuti Al, jadi kita harus bermain rapi dan cantik di depan Aaron itu."


" Apa maksud Paman?" Laki laki itu tersenyum misterius banyak hal yang sudah ia rencanakan dengan licik.


" Kita tak bisa menghukum orang jahat dengan kejahatan Zac! Kau tahu kita bisa membunuhnya saat ini juga, tapi jika kita membunuhnya saat ini akan membuat bom meledak secara menakutkan. Kita harus pelan pelan membunuh kepalanya lalu seluruh tubuhnya akan mati bersamanya."


" Jadi maksud Paman kita harus mengendalikan kepalanya agar seluruh tubuhnya juga ikut tunduk kepada kita?"


" Aaron tak akan bisa lepas begitu saja. Dia sudah masuk kandang Singa maka dia tak akan tak akan bisa keluar lagi. Siapapun yang masuk ke dalam kandang Singa tak ada pilihan selain hanya mati perlahan dan mati mengenaskan."


" Meskipun Paman sudah tua jiwa mafia Paman masih melekat."



" Terima kasih atas pujian mu Jo…" Dia tersenyum mengerikan banyak rencana yang akan membuat Aaron masuk dalam jebakan mereka nantinya.


Bersambung besok ya mak 😁 jangan lupa kasih vote dan hadiahnya beri ulusan juga ya makasih 😘