
" Apa tak ada yang bisa kamu upayahan lagi?"
" Tidak ada Tuan, kesalahan yang di lakukan oleh Alex sepertinya sudah melewati batasnya, jadi saya tidak bisa berbuat apa apa selain menunggu jadwal nya di atur ulang."
" Tawarkan mereka dengan sejumlah uang agar mereka bisa lebih cepat mengatur sidannya kembali atau tidak berikan uang yang banyak kepada sipir sipir itu untuk menutup kasus yang di lakukan oleh Alex agar dia bisa lebih cepat sidang."
Alebrt menggeleng dengan cepat. " Maafkan saya Tuan Al ini melanggar kode etik saya, saya tidak bisa menggunakan uang untuk menolong klien saya. Jika mereka salah maka mereka harus menerima hukumannya. Saya selama menjadi pengacara belum pernah melakukan uang untuk bicara agar memenuhi apa yang saya inginkan."
" He ini bukan hanya masalahmu saja tapi ini menyangkut cucu saya, jika mereka selalu menghalangi sidang cucu saya maka sampai kapan dia berada di dalam sana. Harusnya kau sebagai pengacaranya kau harus bisa membela klien mu entah itu salah atau tidak…" Bentaknya dengan nada tinggi.
Alebrt hanya tersenyum kecut. " Tuan sepertinya ini sudah di luar kemampuan saya, saya adalah pengacara yang jujur karena itu setiap orang yang saya bela adalah orang yang benar benar tidak bersalah."
" Tidak bersalah? Lalu kenapa kau waktu itu menerima tawaran ku juga untuk membela cucuku jika kau berkata seperti itu?"
" Sepertinya anda sedikit melupakan kenapa saya menerima ini, bukankah anda yang mengancam saya waktu itu. Alasan saya jelas karena saya menerima tawaran anda, jadi saya tidak perlu menjelaskan apapun lagi. Di sini saya tetap membela Alex tapi dengan cara saya tidak dengan cara anda yang ingin mencurangi siapa atau memberikan mereka dengan jumlah uang."
Brak!!
Aaron yang sudah dikuasai amarahnya kini tak peduli dengan siapa yang ada di depannya. Setelah dia menggebrak meja dia menarik kemeja yang digunakan oleh Albert saat ini. Wajahnya begitu merah mata mereka saling bertatapan hanya saja Albert tak memiliki ketakutan sama sekali, wajahnya begitu tenang bahkan masih ada senyum di bibirnya.
" Di sini aku yang membayar mu dan kau harus mengikuti apa yang aku perintahkan. Jika aku menyuruhmu untuk membayar mereka maka lakukan, karena aku tak suka dibantah…" Katanya dengan menekan kata kata nya saat ini.
Albert hanya tersenyum sinis bahkan dia tak takut ataupun gemetar sedikit pun. Dia tetap bersikap tenang. " Sepertinya anda terlalu percaya diri Tuan…" Albert menghempaskan pelan tangan Aaron yang berada di kemeja miliknya.
" Anda mungkin benar bahwa anda adalah orang yang membayar jasa ku, bahkan aku juga bergabung di sini juga karena anda mengancam saya. Jadi apa yang anda inginkan yang tidak sesuai keinginan ku maka jangan salahkan aku juga aku sendiri tak ingin melakukannya."
Aaron menatapnya dengan tatapan marah. " Jadi kau membantahku? Rupanya kau lupa siapa aku!"
Albert berdiri dengan tersenyum mengejek. " Saya Albert pengacara yang memiliki jam terbang yang tak pernah anda ketahui, saya tak pernah lupa siapa anda, saya selalu mengingat semua klien ku. Tapi di sini yang berkuasa adalah aku bukan anda. Anda memang benar pimpinan sebuah kelompok yang di mungkin ditakuti di negara sana tapi tidak di sini."
Aaron kembali terdiam. " Jadi untuk anda jangan merasa anda adalah orang yang paling berkuasa di sini, karena kekuasan anda tak akan ada gunanya di sini. Jadi jangan pernah menyuruhku untuk memberikan uang untuk berbicara jadi saya minta anda ikuti jalur hukum karena kesalahan terbesar ada di cucu anda yang terlalu arogan."
Aaron hanya diam dengan menahan emosinya tapi dia tak bisa berkata apa apa lagi. " Saya permisi…" Albert dengan cepat meninggalkan Aaron yang diam seribu bahasa saat ini.
Albert memang tak suka dengan uang yang berbicara apalagi saat ini yang salah terbesar adalah kliennya.
Albert meninggalkan tempat itu dengan cepat dia menahan emosinya yang dari tadi ingin meluap begitu saja. Dia menahannya dengan cara cepat meninggalkan tempat tersebut.
" Apa kau tau si bos nanti mengumpulkan kita?"
" Entahlah aku juga belum tahu apapun saat ini…" Albert yang tadi awalnya ingin pergi kini terhenti ketika mendengar apa yang dikatakan oleh kedua orang yang ada di sebelahnya saat ini.
Dikumpulkan untuk apa? Batinnya bertanya tanya tentang apa yang dia dengar barusan. Tapi dia dengan cepat pergi dari sana.
Ada yang tidak beres, apa penyamaran Bryan dan Antoni terbongkar saat ini? Tapi kenapa mereka diam saja tak memberi kabar apapun.
Pikirannya kini tak tenang dia bertanya tanya saat ini, dengan langkah cepat dia pergi dari sana. Meskipun pikirannya penuh dengan tanda tanya tapi tak ada kabar apapun yang diberikan oleh Bryan dan Antoni hingga dia tak terlalu jauh dengan apa yang ada di benaknya saat ini.
\=\=\=\=\=\=
" Hei bangun ayo makan!" Sipir itu datang dengan membawa makanan untuk Alex.
Saat ini Alex masih saja berada di sel tikus dengan dia yang di ikat dengan tak berdaya. Dia masih lemas dengan tenaga yang terasa sudah habis saat ini.
Alex bangun kau harus kuat. Batinnya dengan dia yang memberi semangat untuknya.
" Bangun!" Sipir itu menendang kakinya agar dia bangun. Tapi Alex hanya mampu mengeliat dia merasa seluruh tubuhnya terasa sakit. Jangankan bangun untuk bergerak saja dia terasa sangat tak mampu.
" Bangun jangan malas! Ini ada obat untuk mu dari Dokter Angel!" Nama yang disebut membuat Alex membuka matanya dengan cepat. Tak peduli dengan rasa sakit nyatanya dia bisa membuka matanya.
" Dokter Angel!" Dia mengulangi nama itu dengan nada bergumam.
" Cuih!! Dasar kau ini! Makan ini dan minum obatmu tapi aku tidak tahu itu obat atau racun yang diberikan oleh Dokter yang ingin kau bunuh kemarin…" Sipir itu menendang pelan makanan yang ada di bawah kakinya.
Alex yang hanya duduk dengan di ikat kakinya kini segera menggapai makanan serta ada obat yang khusus untuk dirinya.
Kau mengirimkan aku obat? Tapi benar kata mereka tadi, ini obat atau racun aku juga tidak tahu. Tapi Angel tak mungkin tega meracuni ku, aku yakin dia tak mungkin tega. Tapi sekalipun ini racun aku akan tetap meminumnya.
Alex dengan cepat memasukan obat itu kedalam mulutnya dia tak peduli dengan apa yang ada di tangannya, dia tak peduli itu racun atau obat yang jelas saat ini dia sangat senang ketika Angel masih menyimpan perhatian kepadanya.