
Byuar!! Orang orang yang tadi telah menangkap Nicolas kini dengan sengaja menyiramkan air dingin kepada tubuhnya hingga membuatnya sadar dari pingsan lama nya.
Nicholas yang masih tertutup kain hitam kita merasa bingung karena pertama ia membuka matanya terasa gelap. Dia berontak dia menarik tangan nya tapi tangan nya terikat rantai di atas kepalanya yang cukup kuat. Dia yang berusaha menariknya seakan percuma karena sama sekali tak ada gunanya karena tak bisa melepaskan ikatan tersebut.
Bug!! Bug!! Dua pukulan yang dikenakan di wajah membuatnya terkejut karena dia tak bisa menghindar. Nicolas memberontak dia berteriak tapi sayang semua orang yang ada di sana tak bisa membantunya selain hanya bisa menyaksikan dia yang dipukul membabi buta seperti itu. Bug!! Pukulan yang di perut membuatnya meringis kesakitan.
“ Kenapa Paman Johan seperti itu?” Salah satu dari orang itu saling berbisik melihat laki laki tua yang terus menghajar musuhnya.
“ Entahlah! Jangan banyak bertanya...” Jawabnya yang tak kalah berbisik juga.
Bug!! Bug!! Kaki panjang nya kini juga tak luput merasakan menendang perut Nicolas cukup kencang hingga membuatnya terbatuk dengan dia yang sudah lemas tak berdaya.
Argh.....
Nicolas berteriak kencang ketika dengan cepat pisau itu melukai lengan nya. Tak hanya satu kali tapi tiga kali pisau itu sengaja melukai lengan Nicolas. Bau darah kini tercium di ruangan kecil tersebut.
“ Apa .. mau.. kalian sebenarnya?” Tanyanya dengan terbata-bata. Nicolas masih merasakan perih serta sakit yang tak bisa ia tahan.
Hahahaha...
Tawa yang keras serta menggelegar itu membuat Nicolas mengerutkan keningnya, karena selama ini tawa ini tak pernah ia dengar sebelumnya. Nicolas lagi lagi meringis kesakitan ketika lengan nya yang terluka karena sayatan pisau tadi sengaja ditekan oleh Johan dengan kuat.
Argh.... Nicolas kembali berteriak hingga membuat semua orang yang ada disana seakan merasakan perih.
“ Aku adalah orang yang akan mengambil nyawamu...” Senyumnya dengan sinis. Johan menyuruh satu orang untuk membuka tutupan kain tersebut.
Nicolas menggeleng menormalkan matanya yang dari tadi gelap. Dia menatap sekelilingnya dengan jantung yang berdegup kencang ia melihat banyak orang yang ada disana. Bahkan ruangan yang tak ingin ia lihat kini ia lihat kembali. Ruangan yang mengerikan karena siksaan demi siksaan ia rasakan di ruangan kecil tersebut.
“ Aku sudah mengakui kesalahanku.. kenapa kalian tak ingin melepaskan aku.. aku akan menyerahkan kepada polisi dan mengakui semuanya,, tapi ku mohon biarkan aku hidup...” Rintihnya dengan memohon. Nicolas yang masih ingin hidup kini memohon untuk nyawa nya.
“ Hidup? Kau ingin hidup?” Nicolas mengangguk. “ Untuk apa kau hidup? Karena kau hidup pun tak ada guna nya, kau seperti psikopat hidup...” Johan yang sudah duduk disana memberikan jawaban dengan tenang.
“ Siapa anda sebenarnya...” Nicolas memberanikan diri untuk bertanya.
Johan tersenyum tipis di bibirnya. “ Kau tak mungkin mengenalku tapi kakek mu pasti sangat mengenalku karena aku adalah teman lama nya.”
“ Jika anda bermasalah dengan kakek ku Arya jangan libatkan aku dalam urusan ini...” Teriaknya dengan kencang.
“ Sstt.. jangan berteriak anak mudah. Masalah ini sebenarnya kau yang membuat tapi karena aku sendiri juga memiliki urusan dengan kakek mu jadi aku mengambil kesempatan untuk memanfaatkan mu memancingnya untuk menemuimu.”
“ Aku akan-“
“ Akan mati di sini...” Johan kembali tertawa keras hingga membuat semua orang yang ada di sana merinding ketakutan dengan tawa nya yang dingin dan begitu sinis.
Bugh!! Johan yang berdiri kini merasakan gatal pada tangan nya karena hanya membiarkan musuhnya banyak bicara. Nicolas tak berdaya dia hanya bisa pasrah ketika pukulan demi pukulan telah dilayangkan oleh Johan untuk dirinya, nicolas hanya bisa berputar putar di sana karena kedua tangannya terikat keatas.
Johan yang tak bisa menghentikan tersebut terus memukul Nicolas menggunakan besi yang ia pegang sedari tadi. “ Sebelum kau mati maka kami akan terus menyiksamu hingga kau sendiri yang meminta mati...” Ujarnya dengan dingin.
Bugh!! Bugh!! Dua pukulan yang dilayangkan di perut serta pukulan yang terus menyasar ke kakinya kini membuat Nicolas hampir tak sadarkan diri. Bugh!! Satu pukulan tepat di kepalanya kini membuat Nicolas benar benar kehilangan kesadaran nya.
“ Cih dia pingsan lagi.. menjengkelkan...” Johan melempar besi tersebut karena main nya yang membuat dia senang kini telah kalah dengan dia yang tak sadarkan diri.
Byuar!! Johan yang belum puas dengan siksaan itu kini menyiramkan air kembali hingga membuat Nicolas kembali sadar dari pingsan nya.
“ Dasar lemah, hanya sebatas itu kau sudah pingsan heh?” Johan menjambak rambut Nicholas cukup kencang membuatnya tertarik ke belakang.
“ Ampuni saya Tuan.. tolong ampuni saya...” Dia memohon.
“ Kau berani kabur dari sini dan inilah hukuman mu.”
“ Saya tidak akan kabur lagi.. ampuni saya.. biarkan saya hidup...” Lirihnya dengan nada sedih. Saat ini Nicolas hanya bisa pasrah dengan keadaan ini. Melawan pun percuma karena ia tak akan mampu. Semua tenaganya terkuras habis badannya terasa sakit, darah yang keluar dari lengan nya tadi masih merembes keluar.
“ Kau memohon ampun?, lalu dimana akal sehatmu bisa membunuh wanita yang tak bersalah sama sekali. Kau pikir nyawamu bisa aku ampuni setelah kau mengambil nyawa orang lain...” Ucapnya dengan dingin dan ketus.
“ Aku gak sengaja membunuhnya. Aku hanya ingin menyakitinya tak berniat membunuhnya, aku berani bersumpah...” Elaknya dengan mengatakan yang sebenarnya.
“ Aku tak peduli dengan omong kosongmu...” Johan melepaskan tarikan pada rambut Nicolas yang membuatnya sedikit lega.
Johan membuang nafasnya dengan kasar. “ Sekarang berikan tau aku apa kelemahan kakakmu atau yang membuatnya hancur.”
“ Aku tidak tahu.. aku tak pernah bersamanya.”
“ Hmm.. baiklah jika begitu. Berikan aku penawaran yang bisa membuatku berpikir bahwa aku memang diuntungkan membebaskanmu...” Johan duduk kembali dengan cukup tenang saat ini.
Nicolas tersenyum tipis. “ Aku tak memiliki apapun saat ini. Tapi jika aku bebas aku bisa memberikan apapun yang anda minta.”
“ Jadi aku harus membebaskanmu lebih dulu?”
“ Aku tidak akan kabur aku hanya mencari apa yang akan kau minta. Aku bisa melakukan apapun yang kau suruh. Aku bisa membunuh orang-“
“ Termasuk membunuh kakekmu Arya?” Nicolas terdiam dengan terkejut. “ Aku memintamu untuk membunuh kakekmu.”
Nicolas tak menjawabnya dia hanya diam seribu bahasa. “ Katakan iya atau tidak?” Johan berdiri berjalan menghampiri nya yang masih membeku.
Bugh!! Johan dengan cepat menghantam kepala Nicolas dengan kepalanya yang membuat Nicolas kembali tak sadarkan diri.
“ Terlalu banyak bicara...” Ucapnya dengan kesal dan pergi meninggalkan tempat tersebut.