
“ Pergi jika bahaya mengintai jangan hiraukan aku dan cari pertolongan...” Bryan berucap ketika mendengar langkah kaki orang yang ada di belakang nya mendekat.
Bryan dan Sarah saling melirik ketika mereka berdua tak mendengar apapun hanya mendengar suara langkah kaki yang mendekati mereka. Bryan yang sudah siap dengan segala sesuatunya kini memasang pertahanan untuk melawan mereka. Ia tak peduli sebanyak orang apa yang ada di belakang mereka saat ini, yang jelas Bryan siap untuk hal seberat apapun.
Suara daun yang kering ketika terincang malah membuat kedua jantung anak mudah yang sudah mengangkat kedua tangan nya kini berdegup kencang, keringat dingin kini langsung merembes keluar. Cuaca yang panas kini mampu membuat tubuh Sarah sedikit menggigil ketakutan. Sarah yang ada disana kini hanya bisa memejamkan matanya dengan dia yang sudah ketakutan bukan main.
“ Apa yang kalian lakukan disini?” Sentuhan yang tiba tiba di pundak Bryan membuatnya langsung menoleh dan seakan memberikan bogem mentah kepada orang yang ada di belakangnya.
“ Apa yang ingin-“
“ Maaf.. maaf.. aku kira anda orang yang tadi mengejar kami...” Bryan yang melihat seorang laki laki tua yang membawa senjata laras panjang berdiri menatapnya dengan heran.
“ Ada yang mengejar kalian siapa?” Orang itu menoleh kebelakang.
“ Kakek maafkan Bryan...” Sarah yang tadi juga panik serta ketakutan kini merasa lega karena ternyata yang ada di belakang mereka bukan orang yang ingin mencelakai mereka.
“ Kakek kami tadi dikejar orang orang yang ingin membunuh kita, kami pikir tadi itu mereka. Maafkan saya jika saya ingin memukul anda...” Untungnya Bryan yang tadi ingin memukul wajah kakek tua itu tak jadi karena ia cepat menyadari siapa yang berada di belakangnya dan menyentuh pundaknya.
“ Tak apa! Maafkan saya juga yang mengejutkanmu.”
“ Apa kakek dari kota?”
“ Tidak! Kabin ku tak jauh dari sini. Jika kalian butuh perlindungan kalian bisa bersembunyi disana dan aku akan menghubungi seseorang untuk meminta bantuan...” Sarah dan Bryan saling menatap ragu. “ Jangan takut anak mudah. Saya bukan orang yang mengejar kalian tadi...” Kakek tua itu menyadari ketakutan mereka.
“ Bukan seperti itu kakek tap-“
“ Ikutlah dengan saya, kalian bisa menghubungi seseorang untuk menjemput kalian jika kalian ragu dengan orang yang aku hubungi...” Kedua orang itu masih diam dengan rasa cemas nya dan mereka ragu. Di hutan selebat ini mana ada orang yang tinggal di kabin seorang diri.
“ Ini bukan jebakan. Percayalah aku orang baik. Jika aku orang yang mengejarmu maka sudah ku pastikan aku sudah menembakmu...” Sambungnya. “ Hari sudah mulai gelap tak bagus untuk kalian berkeliaran di hutan pada hari mulai petang. Hewan buas akan memakan kalian.”
“ Jika saya boleh bertanya anda tadi menembak apa?”
“ Rusa, itu dia sudah mati...” Kakek tua itu mengambil rusa yang telah ia tembak di sebelah kiri Sarah berdiri.
“ Sebaiknya kita ikut kakek itu, benar katanya tak bagus untuk kita yang masih ada di sini jika hari mulai gelap. Kita mungkin bisa menghubungi orang orang untuk datang segera...” Bryan berbisik.
“ Tapi aku takut dia hanya menjebak kita.”
“ Kita pikirkan sambil berjalan.”
“ Bagaimana kalian mau ikut atau memilih disini...” Bryan dan Sarah masih tak menjawabnya. “ Jangan banyak berpikir, jika tidak maka katakan tidak agar aku tak menunggu. Karena istri ku sudah menunggu di kabin.”
“ Anda bersama seorang istri?”
“ Tentu saja. Kami selalu menghabiskan musim panas di sini...” Ketiga orang itu kini berjalan sambil berbincang bincang sepele.
Bryan dan Sarah kini sedikit percaya bahwa dia orang baik bukan orang yang sengaja ingin menjebaknya. Kini mereka sudah tiba di depan kabin yang cukup jika ditempati oleh beberapa orang. Sarah dan Bryan menatap sosok punggung seorang wanita tua yang memunggungi mereka semua.
“ Istriku kita kedatangan tamu.”
Wanita cantik yang ada disana memberikan senyuman yang manis untuk suaminya. Seorang wanita tua yang masih terlihat begitu cantik menyambut mereka dengan berjalan menggunakan tongkatnya.
“ Selamat datang.”
“ Mereka anak mudah yang tak bisa keluar dari sini, mereka kira tadi aku ingin menembaknya. Setelah aku jelaskan mereka mau datang kemari.”
“ Ahh begitu. Maafkan suamiku yang membuat kalian ketakutan.”
“ Saya yang meminta maaf.”
“ Ceritanya panjang kenapa kami seperti ini, tapi untuk sementara kami butuh tempat untuk bersembunyi sampai orang orang saya datang menjemput.”
“ Begitu. Baiklah. Mandilah untuk kalian, aku akan menyiapkan baju untuk kalian berdua.”
“ Nyonya tak perlu repot repot...” Tolaknya.
“ Tak apa! Kalian bisa memakai baju kami, tapi maaf jika baju kami hanya seadanya.”
“ Terima kasih Nyonya.”
“ Mandilah. Dan di sana ada kamar kosong kalian bisa masuk kesana...” Bryan dan Sarah saling mengangguk.
Tak butuh waktu lama untuk mereka membersihkan diri, mereka harus tetap waspada dengan sekelilingnya. Meskipun kedua orang tadi terlihat baik tapi tampaknya Bryan dan Sarah benar benar harus menjaga diri mereka karena apapun dan siapapun harus mereka curigai.
“ Jika boleh kami tahu kenapa kalian ada di hutan ini?” Malam hari setelah semuanya selesai dan Bryan sudah berhasil memberikan info kepada orang orang nya dan mengirim lokasi mereka.
Sarah menghela nafasnya dengan berat. “ Saya sempat di culik dan di bawah di hutan ini.”
“ Kau diculik? Kenapa kalian tak melaporkan saja kejadian ini?”
“ Tidak! Kami bisa menanganinya sendiri Nyonya. Kami tak ingin masalah ini tambah melebar kemana mana...” Jawab Sarah dengan ia merasa lelah karena kejadian ini membuatnya begitu lelah.
“ Apa ada yang mengancam kalian?”
“ Bukan hanya ancaman Tuan tapi mereka ingin membunuh kami.”
“ Astaga! Sebenarnya ada masalah apa? Apa kalian mengusik seseorang yang berkuasa di sini?”
“ Tidak!” Bryan membantahnya. “ Adik dari kekasihnya telah dibunuh oleh mereka dan itu memancing kemarahan saya. kami berdua hanya ingin menyeret pelaku sebenarnya tapi keluarga mereka memiliki kekuasaan yang tinggi, hingga dia bisa lolos dari jeratan hukum...” Bryan tentu saja tak mengatakan bahwa dirinya dan keluarga besarnya lah yang juga berkuasa di negara itu.
“ Astaga! Terkadang sekarang bukan hukum yang berbicara melainkan uang dan kekuasaan seseorang yang mampu menutup semua kejahatan.”
“ Anda benar Nyonya. Sekarang sepertinya uang yang lebih kuat dibanding hukum. Aku hanya ingin mencari keadilan tapi sepertinya keadilan hanyalah isapan jempol karena saya kalah dengan jabatan mereka yang berkuasa.”
Bersambung besok lagi ya, ☺
Selamat malam buat kalian yang masih terjaga kayak Mince,🥱
Dan selamat mimpi indah buat kalian yg sudah mulai terlelap,😴
Bagaimana masih aman kah malam ini setelah baca bab malam ini, aman dong ya hehehehe,😃
Jangan lupa untuk meninggalkan jejak nya dong
Like..
Komen..
Vote..
Hadiah..
Kasih ulusan sebanyak banyak nya
Ulusan sudah paham dong caranya, pasti paham don g ya,
Terima kasih untuk kalian yang masih mampir di sini.🤗