Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Tempat Baru 2



Orang itu mencengkram kedua pipi Alex yang saat ini benar benar tak berdaya tapi dia masih tetap kuat dia belum pingsan sama sekali.


" Hanya segini kekuatanmu heh? Padahal kau adalah Komandan Kriminal yang terkenal kejam…" Suaranya begitu dingin.


Alex yang lemas dan hampir tak sadarkan diri ternyata masih saja bisa tertawa sinis dia masih berusaha untuk menguatkan dirinya untuk tidak pingsan di sana.


Cuih!! 


Alex meludahi orang itu dengan darah yang keluar dari mulutnya dan tepat mengenai wajah orang itu. Alex tertawa sinis.


Plak!! Plak !!!


Orang itu menampar Alex berulang kali tapi tetap tak membuat Alex pingsan dari rasa sakitnya itu. Meskipun dia sudah lemas tak berdaya dia yang hampir jatuh ke lantai dia masih saja mempertahankan ke angkuhannya.


" Jangan kau pikir kau kuasa di sini! Dulu mungkin kau kuasa tapi tidak untuk sekarang, di sini kau hanya seorang tahanan seperti kami dan sekarang jabatanmu tak ada artinya di sini."


Bug!! Bug!! Bug!! Bug!!!


Orang itu kini memukul tulang rusuknya berulang kali membuat Alex benar benar tak berdaya dengan rasa sakit yang sudah menjalar keseluruh tubuhnya, kali ini dia tak berdaya dia lemas dia pingsan begitu saja di sana.


Bug!! 


Kedua orang itu kini melempar Alex ke lantai dengan tengkurap, dia benar benar tak berdaya dengan rasa yang sakit serta babak belur yang sudah memenuhi seluruh wajah dan perutnya saat ini.


" Cihh!! Aku pikir dia adalah lawan yang kuat tapi nyatanya hanya segitu kekuatannya, tak menyenangkan kita melawan orang lemah!" Cibir nya orang itu dengan memandang Alex yang sudah benar benar tak sadarkan diri saat ini.


Sedangkan Sipir itu hanya melihat Alex yang pingsan dia tersenyum sinis dengan pandangannya yang datar, bahkan dari awal dia tahu apa yang terjadi di dalam kamar sel itu tapi dia tak mencoba untuk memisahkan mereka.


Sipir itu segera pergi meninggalkan Alex yang masih pingsan di sana dia tak peduli dengan apa yang terjadi kepada Mantan Komandan Kriminal itu. 


" Dia pingsan Sir…" Dia segera melapor.


Kepala Sipir itu hanya mengangguk dengan senang. " Lebih banyak dia menderita di sini maka lebih banyak upah yang kita dapatkan dari nya."


" Semakin kalian membuat dia terasa mati di sini maka saya akan pastikan kalian bermandikan uang…" Orang itu menimpalinya.


" Lalu apa yang akan kami lakukan setelah ini Bos?" 


Orang itu tersenyum sinis dengan dia yang berpikir. " Buat hidupnya seperti di neraka, buat dia memohon mati di sini. Tapi ingat selama kalian menyiksa nya jangan bunuh dia aku ingin dia merasakan apa yang selama ini telah dilakukan olehnya. Aku ingin dia bertemu dengan Nicolas adiknya."


" Saya akan mengirim kursi listrik, bagaimana?"


" Saya akan membantu anda menyelundupkan di sini Bos."


Orang itu memberi kode kepada orang yang ada di samping dan orang itu pun mengerti maksudnya. Kedua Sipir itu kini saling berpandangan ketika salah satu orang itu melempar map coklat di meja.


" Itu upah kalian berdua saat ini, jika kalian bisa membuatnya lebih tersiksa maka saya akan memberikan uang lebih banyak dari ini."


Kedua Sipir itu segera bangkit dari duduk nya ketika kedua orang itu juga bangkit. Kedua orang itu kini pergi dengan segera meninggalkan tempat itu.


" Terima kasih Bos dan hati hati di jalan…" Mereka berdua segera membungkuk sebentar lalu tertawa senang karena mereka mendapatkan uang yang banyak hari ini.


" Sir ini milik kita?" 


" Saya akan lakukan Sir."


Mereka berdua kini senang bukan main mendapatkan uang dari pekerjaan mereka yang menyiksa Mantan Komandan Kriminal di sana. Mereka sebenarnya tak mau melakukan ini tapi nyatanya uang lebih kuasa dari apapun saat ini.


" Kalian sudah melakukan nya?" Seorang berbicara di ujung telpon.


" Sudah Bos, kami sudah memberikan upah kepada mereka dan saat ini Alex tengah pingsan karena dia di hajar oleh satu kamar nya."


" Bagus! Aku ingin dia lebih menderita, aku ingin dia merasakan apa yang dirasakan oleh Amel waktu itu,dia sudah mengorbankan orang yang salah dan saat ini dia harus menanggung akibatnya."


" Mereka akan pastikan bahwa Alex tak akan sanggup bertahan di sana Bos."


" Bagus, tapi ingat jangan sampai dia mati sebelum Nicolas adiknya masuk ke sana bersamanya."


" Saya sudah peringatkan Bos!" Panggilan itupun terputus begitu saja.


Kedua orang yang tadi menghadap kepada Kepala Sipir sudah berada di dalam mobil mereka yang akan mereka kendarai dengan mereka menuju ke tempat Bos nya berada.


" Kapan kursi kejutan itu akan kau selundupkan?"


" Besok malam! Aku akan melakukannya dengan segera."


" Kau mempunyai ide apa untuk menghukumnya?" 


" Aku perlu bicara dengan Bos Singa dulu, apa kau punya rencana lain Steve?" 


" Entahlah, tapi sepertinya kita juga perlu rundingkan dulu dengan Bos Singa aku tak ingin gegabah dan mendapatkan amukan dari nya Kris."


Kedua laki laki yang menemui Kepala Sipir tadi adalah kedua asisten yang bisa diandalkan kapanpun. Steve dan Kris adalah kedua laki laki yang gagah dan tak tanggung tanggung menjalankan misi kejahatan mereka berdua. Apalagi ini menyangkut kelompok mafianya.


Sedangkan berita hari ini benar benar heboh dan mengguncangkan kota besar saat ini. Semua orang merasa iba kepada orang yang saat ini menjadi berita utama di mana mana.


" Aku tak menyangka karirnya hancur karena dia yang lalai menjaga anak buah nya…" Salah satu dari mereka yang melihat kini memberikan komentar dengan apa yang dilihat.


" Hmm kau benar tapi itu sudah menjadi tanggung jawabnya sebagai atasan nya."


" Dia yang memberantas kejahatan kini malah berakhir dengan masuk ke dalam sana dan otomatis dia akan bertemu dengan orang orang yang ditangkap selama menjadi Komandan Kriminal." 


Sedangkan di tempat tak jauh dari orang orang berkomentar itu ada laki laki yang diam tak berkutik dia terlalu terkejut mendengar dan melihat langsung berita yang di mana mana sekarang membahasnya dan menampilkan wajah kakak nya. Dia tak bisa memberikan komentar sedikitpun saat ini, kejadian ini sungguh membuatnya tertegun.


Sekarang apa yang harus aku lakukan jika kakak ku berada di dalam penjara? Apa aku harus menemuinya dulu untuk bertanya apa yang ingin dilakukan olehnya. Batinnya.


Tentu saja sang adik tak mungkin tinggal diam, dia akan membantu kakaknya jika nanti kakaknya berkata ingin kabur dari sana. Tapi dia yang ingin melangkah kembali tak berdaya kakinya gemetar dia masih lemas dengan berita pagi ini. Dia kembali duduk untuk menetralkan tubuh dan pikiran nya saat ini.


Sedangkan di dalam markas kini semua orang hanya diam dengan pemikiran nya.


" Ini awal karir nya hancur sebentar lagi semuanya akan hancur di depan matanya bahkan adik nya yang di bela akan menemaninya."


" Kita tunggu saja tikus itu masih perangkap kita."