Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Pergerakan 31



“ Alex.. apa yang kau lakukan?” Dia meringis kesakitan. Luka yang di berikan tadi saja belum hilang kini Alex memberikan lagi pada punggungnya.


“ Kau hanya kasihan padaku, terbukti kau tak memiliki perasaan padaku sedikitpun.”


“ Aku tak-“


“ Katakan bahwa kau mencintaiku?” Paksa nya dengan dia mencengkram rahang Angel dengan kuat.


“ Aku ti-“


“ Katakan kau mencintai dan ingin hidup bersamaku...” Paksanya lagi dengan dia yang terus berbuat kasar agar sang wanita nya mengatakan apa yang ingin ia dengar.


“ Alex.. kau.. gila...” Jawabnya dengan terputus-putus.


“ Aku memang gila karena ulahmu. Kau yang memberiku harapan setinggi langit lalu kau membuangku begitu saja seperti sampah.”


“ Aku.. bahkan.. tidak membuangmu atau memberimu harapan.. kau yang menyalah artikan kebaikan ku selama ini...” Jawabnya dengan dia yang tak bisa berontak. 


Angel yang berontak percuma karena tubuhnya yang terlalu kecil sedangkan Alex memiliki tubuh yang tinggi besar. Angel bukanlah lawan yang tepat untuknya saat ini. Angel hanyalah seorang wanita yang tenaganya sudah habis karena siksaan yang terus ia terima dari tadi.


“ Kau yang memberiku harapan! Jadi kau tak sadar jika kau memberiku harapan yang tinggi!”


“ Kau yang bodoh tak bisa membedakan mana yang baik karena aku kasihan atau aku baik karena aku mencintaimu. Aku menyesal karena sudah menolong dan berkorban sejauh ini. Aku menyesal menjadikanmu seorang kakak laki laki.”


Plak!!


Satu tamparan kini kembali melayang begitu saja, tangan yang besar itu kembali menempel ke pipinya. Tak ada jawaban kecuali tangan yang berbicara saat ini. Tangan nya yang menjawab atas semua yang dikatakan oleh Angel dengan nada yang tinggi.


“ Katakan kau ingin di sini bersama ku, menghabiskan waktu bersama ku...” Alex lagi lagi terus memaksa nya untuk mengatakan apa yang tak ingin ia lakukan.


“ Aku tidak mau. Lebih mau aku mati di sini-“


Bug!!


Argh....


Angel berteriak ketika pukulan yang melayang tepat di sebelah wajahnya. Alex yang begitu murka ingin memukulnya dengan sengaja melesetkan ke dinding belakang dirinya. Dengan nafas yang tak beraturan dia menatap Angel yang memejamkan matanya.


“ Jika kau tak mencintaiku kenapa kau mau menolongku...” Alex berteriak.


Angel yang merasakan tak ada apa apa ataupun tak merasakan rasa sakit pada wajahnya kini membuka matanya dengan perlahan. Suara Alex yang berteriak menyadarkan dirinya.


“ Apa seseorang yang ada di hatimu? Katakan?” Lagi lagi Alex berteriak mencengkram nya dengan erat.


“ Aku-“ Ucapnya dengan terputus ketika jemari jemari itu kini mulai mencekik lehernya lagi.


“ Lebih baik kau mati disini.. di banding kau harus hidup bersama orang lain...” Egois, Alex saat ini memilih untuk egois.


“ Aku.. lebih.. baik.. mati...” Katanya dengan dia yang tak bisa bicara lancar saat ini.


Alex yang secara paksa melepaskan nya kini segera menarik tangan Angel dengan kuat. “ Lepaskan aku.. lepaskan aku...” Angel kembali memberontak tapi percuma karena tarikan itu begitu kuat dan kasar.


“ Mungkin jika aku melakukan nya kau bisa mau menerima ku meskipun dengan terpaksa...” Senyum nya begitu devil dan membuat Angel berjalan mundur dengan jantung yang sudah tak karuan saat ini.


“ Jangan macam maca Alex.. aku bisa berteriak...” Ancam nya yang malah membuat Alex tertawa.


“ Kau ingin berteriak Sayang? Teriak lah. Mereka tidak akan berani masuk karena ini kamar kita...” Ucapnya dengan tersenyum tipis di bibirnya.


Angel kini mundur dengan dia yang mencari cara untuk kabur dari sana.  Dia menatap sekeliling kamar itu yang tak ada apapun untuk ia gunakan untuk senjata melawan laki laki yang mengerikan di depan nya.


“ Jangan maju Alex.. jangan maju...” Dia semakin berjalan mundur ketika melihat Alex yang maju untuk menggapai dirinya.


“ Kenapa? Kau takut jika aku maju? Kemarin kau tak takut padaku, kenapa sekarang kau takut hem?” Alex yang tak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Alex kini memilih untuk tetap maju.


“ Sudah ku katakan untuk jangan maju...” Angel di sini hanya seorang diri, dia berusaha melepaskan diri dari cengkrama orang orang yang tak memiliki balas budi. “ Aku sudah menolongmu tapi kau yang tega ingin melakukan ini padaku.”


“ Aku mencintaimu sayang tapi kau yang tak peduli dengan perasaan ku. hatiku akan hancur ketika melihat kau bersama laki laki lain. Jadi maafkan aku jika aku harus memaksamu bersamaku dengan cara seperti ini.”


“ Kau gila.”


Argh....


Alex yang bisa dengan mudah menangkap tangan Angel kini dengan cepat membantingnya di atas kasur kecil yang ada di sana. Dengan air mata yang terus menetes ia terus memberontak di dalam dekapan yang tak ingin ia harapkan  sama sekali.


Plak!! Satu tamparan kembali melayang mengenai pipinya membuat Angel benar benar merasakan rasa sakit yang sudah tak bisa ia katakan lagi. Rasa panas dan kebas terasa kembali ketika tangan besar itu kembali menyasar ke pipinya.


Angel memberontak dia mendorong tubuh Alex hingga Alex sedikit menjauh dari atas tubuhnya, dengan segera dia menendang perut Alex hingga membuatnya mundur dan limbung ke belakang. Angel dengan cepat berdiri kembali dia yang melihat Alex yang terjatuh di lantai kini ia segera berlari.


“ Auwh.”


Bugh!!


Angel yang berlari tadi kini ditarik kakinya oleh Alex yang tadi berusaha untuk mengejar wanita. Angel kini terpental cukup keras dadanya mengenai lantai. Angel hanya bisa terguling merasakan rasa sakit pada dadanya.


“ Kau tak akan bisa lari dari ku.”


Angel yang sudah kehabisan tenaganya hanya bisa meringkuk kesakitan karena dada nya cukup sakit saat ini. Alex yang segera berdiri kini menarik rambut Angel yang sudah berantakan tak karuan. Angel yang berdiri karena tarikan pada rambutnya membuatnya hanya bisa pasrah karena kekerasan yang dialami nya. seluruh tubuhnya kini sakit tak ada yang tak merasakan rasa sakit.


Plak!! Plak!! Tamparan yang terus dilayangkan oleh Alex membuat darah segar keluar dari ujung bibirnya saat ini. Rasa panas dan kebas kini kembali di rasakan wanita cantik yang saat ini berjuang untuk hidupnya. Gambaran jelas tangan Alex terukir di kedua pipi putih Angel.


“ Kau memang pantas mati.. aku menyesal telah membantumu.”


Wajah kemerahan pada wajah Alex terlihat jelas.  Tapi kemudian dia tertawa dengan dia yang menatap wanita yang saat ini sudah pasrah akan mati di tempat itu.


“ Aku tak memintamu untuk membantuku bukan? Kau sendiri yang rela membantuku.”


“ Kau.”


Angel tak bisa bertahan lagi ketika jemari Alex kembali mencekiknya dengan kasar. “ Kau lebih baik mati.”


Angel pasrah dia tak bisa bertahan lagi ketika nyawanya akan diambil oleh orang yang sudah ia tolong saat ini.