
" Tuan Aaron saya kemarin sudah bertemu dengan cucu anda Alex. Dia baik-baik saja tak ada luka apapun…" Hari ini Albert sengaja datang menemui Aaron mengatakan bahwa dia sudah bertemu dengan Alex.
" Benarkah? Aku lega jika dia baik-baik saja…" Aaron terlihat begitu lega meskipun dia tak bisa melihat secara langsung setidaknya dia bisa tahu bahwa cucu nya baik di sana.
" Dia juga menitip salam kepada Anda karena anda sudah datang kemari dan dia sangat menunggu anda membebaskan nya."
" Aku merasa kasihan kepada kedua cucuku, hidupnya selalu menderita. Dari dulu hingga sekarang mereka tak pernah bahagia. Hanya derita yang mereka dapatkan…" Tampak kesedihan di wajah laki laki tua itu.
Alex dan Nicolas hidupnya tak pernah bahagia dari dulu, derita dan sengsara yang selalu mereka dapatkan. Menjadi penerus ketua geng yang terkenal di kota nya membuat mereka diincar banyak musuh.
" Saya ingat betul mereka harus pergi ke sana kemari untuk bersembunyi waktu itu, hingga pada akhirnya putri ku dan suaminya meninggal gara-gara para musuh ku waktu itu…" Aaron sedikit bercerita tentang masalahnya yang membuat terlihat jelas kesedihan di wajah kerutannya.
" Menjadi ketua sebuah geng tidaklah mudah, semuanya harus penuh pertimbangan. Aku yang awalnya menolak waktu itu kini akhirnya menerima gara-gara keluargaku dibunuh dengan brutal. Kedua cucu ku harus menderita karena mereka harus bertahan hidup sampai sekarang…" Sambungnya lagi dengan menatap lurus kedepan.
Matanya berkaca-kaca tampak jelas waktu itu dia sangat terpuruk karena kejadian di masa lalu. Dia sangat ingat betul bagaimana hidup kedua cucunya harus menderita waktu itu.
" Bertahun-tahun aku berada di dalam penjara, menjadikan diriku kuat, berusaha untuk menjadi ketua geng yang paling ditakuti agar semua orang tau bahwa pimpinan ku dengan sebelumnya lebih kejam aku. Agar mereka takut, agar mereka juga harus tahu bahwa ketika aku keluar dari penjara tak ada yang bisa mengusik hidupku…" Matanya menatap tajam ke depan.
" Lalu musuh anda?"
" Semuanya mati di tangan ku ketika aku keluar dari penjara, tapi sayangnya aku tak bisa menemukan kedua cucuku waktu itu. Aku yang mencarinya selama tiga tahun akhirnya menemukannya di kota lain. Hingga aku harus membawanya ke kembali, tapi sayangnya mereka tak ingin kembali karena mereka mengingat kedua orang tua nya di bunuh di negara tersebut."
" Hanya mereka yang tahu susahnya hidup mereka, hanya mereka yang dapat merasakan bagaimana mereka harus melawan kepahitan waktu itu…" Aaron begitu terlihat sedih. Siapa saja yang mengatakan tentang keluarganya pasti akan merasakan kesedihan yang begitu mendalam tak dapat dipungkiri.
" Sangat terlihat jelas bahwa Tuan Alex sangat menyayangi dan sangat melindungi Tuan Nicolas…" Ujarnya tanpa sadar.
" Apa kau pernah bertemu mereka berdua?"
Deg!!
Sial…
" Tidak! Saya belum pernah bertemu dengan keduanya, hanya saja terlihat jelas wajah kesedihan kemarin sewaktu dia bertanya tentang adiknya, dan saya juga mengatakan bahwa kami sedang mencarinya…" Elaknya dengan cepat dan tenang.
Aaron membuang nafasnya dengan kasar dia begitu menahan emosinya andaikan dia tahu bahwa yang melakukan ini semua ada di depannya sekarang.
Kau benar sampai adiknya yang membunuh saja masih di lindungi oleh Alex.
" Nicolas orang yang tempramental dia yang selalu marah tak jelas dan kadang dia memukul orang yang hanya melakukan kesalahan sedikit saja. Kebiasan buruknya adalah suka membunuh orang karena dialah yang dengan jelas melihat kedua orang tuanya dibunuh. Alex yang masuk ke dalam polisian menjadikan dia sebagai komandan kriminal sebagian besar alasannya adalah ingin melindungi adiknya jika dia mulai melakukan pembunuhan lagi…" Entah sadar atau tidak yang jelas Aaron saat ini tengah menceritakan tentang kehidupan Nicolas.
" Maksud anda Nicolas sering membunuh atau dia semacam psikopat?" Albert sempat tertegun mendengarkan apa yang dikatakan oleh laki laki tua ini.
" Lebih tepatnya dia semacam Psikopat! Aku juga tak tahu jika dia menghidap sakit seperti itu. Aku merasa bersalah sebenarnya tapi semuanya sudah terlanjur aku membawanya berobat tapi dia malah murka dan sering kabur bahkan penjaga yang aku perintah untuk mengawasinya dibunuh secara mengerikan."
Albert tak menyangka laki laki tua ini malah lebih mudah menceritakan masa lalu yang dialami oleh Nicolas. Kini Albert tahu kenapa dia bisa setega itu membunuh adik dari mantan kekasihnya sendiri. Bahkan pembunuhan yang mulutnya tertembak juga ia lakukan hanya karena dia tak mendapatkan informasi tentang Sarah.
" Jadi Nicolas tak hanya satu kali membunuh?" Albert sedikit memancing nya lagi.
" Hem.. kau benar tak hanya satu kali mungkin sudah beberapa kasus yang ditutupi oleh kami tentang pembunuhan yang dilakukan oleh Nicolas…" Aaron membuang nafas nya dengan kasar. " Alex sangat melindungi Nicolas apapun yang Nicolas lakukan seakan membuatnya menutup mata dan menutup telinga."
Albert tak menyangka bahwa dia bisa mendengar semua cerita ini. " Dia sangat melindungi Nicolas , apapun yang ia lakukan membuat Alex sangat melindunginya. Dia menutupi semua kasus yang bersangkutan dengan adiknya. Dia mempertaruhkan semuanya demi Nicolas."
" Sekarang aku berpikir bahwa apa yang terjadi dengan Nicolas atau menghilangnya Nicolas juga bukan karena tanpa sebab Tuan. Aku rasa ada seorang yang sengaja-"
" Aku juga berpikir seperti itu! Karena waktu Alex berada di dalam penjara Nicolas juga tak bisa kami hubungi. Anak itu memang psikopat tapi dia juga lemah dia tak akan bisa melawan karena dia juga kadang merasa ketakutan ketika dia merasa diculik. Dia memiliki trauma yang begitu dalam ketika dia diikat atau disiksa karena dulu dia juga diculik oleh musuh ku."
" Apa anda sekarang memiliki musuh hingga mungkin saja saat ini musuh anda yang sedang mengincar keluarga anda?, Itu bisa saja bukan? Ini kesempatan musuh anda balas dendam karena waktu itu berita Alex ditangkap menghebohkan kota ini, dan itu mungkin saja membuat beberapa musuh anda mencari Nicolas dan membawanya untuk balas dendam kepada anda."
Aaron diam dia berpikir sejenak. " Kau benar! Apa yang kau katakan masuk akal juga."
" Sebaiknya anda ingat dulu siapa orang yang terakhir kali ingin mencari masalah dengan anda atau sedang bermasalah dengan anda. Kita bisa mulai mencarinya dari sana. Karena saat ini kita mencari Nicolas tanpa petunjuk yang jelas sama saja kita mencari jarum di tumpukan jerami Tuan Aaron."
" Iya kau benar kenapa aku tak berpikir seperti itu dari kemarin."
" Jika anda sudah mengingat nya anda bisa beritahu saya anda saya akan menginformasikan kepada orang saya kemarin."