
Warning 21+ kali ya 😝 kemarin belum sempat ngetik Warning 🤣
Happy Reading Sayang jangan di skip ya awas banjir dan dilarang meniru adegan ini bahaya 🤣🤣
.
.
.
" Sayang kau membuat ku terkejut…" Sarah yang tadi masih berada di dalam kamar dengan dia yang berdiri di bawah air shower kini sedikit terkejut ketika ada sebuah tangan kekar memeluk pinggangnya dari belakang.
Bryan tak mengatakan apapun dia hanya menyandarkan dagunya di pundak kekasihnya. Pikirannya berkecamuk dia yang tak tau harus bagaimana tapi dia harus mempertemukan wanita nya dengan mantan kekasihnya yang saat ini sedang mereka sekap.
Sarah membalikan tubuhnya menatap kekasihnya tadi dia juga tak lupa untuk mematikan air itu. Mata Sarah menangkap ada kegelisahan yang terlihat jelas di wajah laki laki itu. Wajah bahagianya tadi kini tiba tiba hilang lenyap menjadi kegelapan.
" Ada apa? Apa terjadi sesuatu?" Dia menyentuh rahang kekasihnya menatap manik mata kekasihnya.
Bryan yang rabu bicara hanya mampu menatap wajah kekasihnya. Tetesan sisa air itu malah membuat pikirannya tidak konsen ada sesuatu yang bergejolak lain di sana. Ada sesuatu yang ingin dia tuntaskan tapi tidak membicarakan Sarah dengan Nicolas.
" Honey ada apa? Katakan? Apa kita perlu bicara di luar?"
" Tidak! Tadi William berkata bahwa kita harus bertemu dengan Nicolas. Sepertinya Daddy tak ingin menunda untuk mengintrogasi laki laki itu."
" Bagus dong! Ayo kalau begitu aku tak sabar bertemu dengan Nicolas…" Sarah yang ingin pergi kini malah di tarik lalu di tekan di dinding kamar mandi itu.
Sarah melihatnya dengan heran tapi dia tau wajah kekasihnya saat ini sedang tak bersahabat. " Honey sebenarnya apa yang kau pikirkan? Kau berpikir aku senang bertemu dengannya? Tidak! Aku hanya merasa tak sabar ingin menghajarnya dan kalian membalas dendam kepada nya. Karenanya aku harus kehilangan kedua orang sekaligus."
" Apa kamu tak memiliki rasa sedikit saja dengannya? Maksudku kalian pernah bersama pernah menghabiskan waktu bersama. Apa kamu sedikit saja tak menyimpan rasa itu?" Tanya nya penuh dengan khawatir.
" Bagaimana bisa aku memiliki rasa dengan orang yang pernah menghajar ku Bry? Bahkan dia yang menyebabkan adik dan paman ku meninggal. Aku bukan orang yang jahat yang akan mencintai orang yang sudah membunuh orang yang ada di sekitarku."
Bryan membuang nafasnya dengan kasar dia menatap kearah kekasihnya yang juga menatapnya juga. " Sarah kau harus tau bahwa aku belum pernah merasakan jatuh cinta, mungkin benar aku bukan laki laki baik aku laki laki bajinga* tapi kau harus tau semuanya hanya mainan dan yang aku rasakan denganmu berbeda. Aku memiliki rasa yang berbeda aku ingin memilikimu seutuhnya menjadikanmu milikku selamanya. Mungkin aku akan egois nantinya tapi karena aku sangat mencintaimu, aku akan overprotektif denganmu karena aku tak ingin kau lari dariku."
Sarah tersenyum kini dia tau maksud dari kekasihnya. " Jadi sekarang kau cemburu karena aku akan bertemu dengan Nicolas?" Dengan bodohnya Bryan malah mengangguk.
" Honey aku dan dia hanya masa lalu dan aku pastikan di dalam hatiku tak ada namanya lagi, hanya ada namamu di sini. Bahkan semalam aku sudah menjadi milikmu dan sampai kapanpun aku akan tetap menjadi milikmu. Aku hanya ingin balas dendam dengannya aku ingin dia merasakan rasa sakit adikku dan paman yang mereka bunuh. Jadi buang pikiran mu jika aku masih menyimpan rasa dengannya karena aku hanya mencintaimu hanya mencintai- mmpp."
Getaran cinta itu nyata di dada Bryan, dia yang tak pernah merasakan kini merasa seperti anak belasan tahun yang sedang berbunga bunga bersama kekasihnya. Meskipun mereka baru semalam resmi menjadi sepasang kekasih tapi dia yakin bahwa wanita itu akan menjadi miliknya selamanya.
Bryan menekan tubuh polos Sarah ke dinding, menempelkan bibir itu dengan lembut, meluma* nya dengan hawa nafs* yang sudah tak tertahan tadi. Sebenarnya dari tadi dia berusaha mati-matian untuk tak menyerang wanita polos itu tapi nyatanya semuanya gagal ketika ungkapan cinta itu keluar dari bibir wanita itu.
Ciuma* yang lembut tadi kini menjadi ciuma* yang liar, mereka tak ingin hanya sekedar ciuma* saat ini mereka ingin lebih dari sekedar ciuma* mereka seakan ingin mengulangi kejadian semalam di mana mereka bermadu kasih dengan indah serta kenikmatan yang mereka raih.
Tangan Bryan kini menelusuri tubuh polo* kekasihnya, merayapi punggung Sarah yang sudah polo* tak ada kain apapun yang menghalangi tubuh putih tersebut. Sedangkan tangan satunya kini menekan tengkuk Sarah untuk memperdalam ciuma* itu.
" Argh…" Sarah mendesa* di tengah tengah ciuma* itu. Bryan kini bertambah semangat mendengar desaha* kekasihnya yang tak tertahan seakan semuanya tak di paksakan.
Tangan Sarah kini juga tak tinggal diam dia meraih benda tumpul yang berada di bawah yang saat ini sudah mengeras sepenuhnya. Sarah memainkan benda itu dengan sesekali menaik turunkan tangannya. Bryan menikmati permainan ini, mereka saling menikmati sentuhan demi sentuhan yang begitu ciptakan.
Mereka saling melepaskan ketika oksigen mereka hampir habis lalu mereka kembali menyatukan ciuma* itu dengan sama sama liarnya dan penuh dengan hasra* yang tak bisa terbendung.
Bryan kini menelusuri tubuh polo* kekasihnya menggunakan lida*, bermain main di perutnya sebentar lalu dia turun kebawah hingga dia berhenti di pusat kenikmatan yang akan dia nikmati saat ini.
" Argh… Bry.. apa yang kamu lakukan…" Dia tersentak terkejut ketika rasa hangat tiba tiba di rasakan di bawah sana.
" Bry.. stop.. argh…" Sarah tak tahan ketika lida* itu semakin mencoba masuk ke dalam sana dengan lembut. Dia yang ingin menolak itu tapi nyatanya bahasa tubuhnya menikmati sentuhan lida* itu dengan dia yang juga ikut bergerak di sana.
" Hmm.. Argh… ini manis sekali…" Geram nya ketika lida* nya merasakan ada kemanisan di milik kekasihnya.
" Argh.. aku tak tahan Bry!"
Bryan juga bangkit ketika dia juga tak tahan dia juga merasakan ada sesuatu yang akan tumpah, dia meraih bibir kekasihnya meluma* nya dengan rakus ketika tangan Sarah bermain di miliknya sedangkan tangan Bryan juga bermain di milik Sarah.
Mereka sama sama bermain menggodanya hingga terdengar suara desaha* dan suara percikan caira* yang bertemu dengan jemar*.
" Argh… Aku tiba…" Mereka berdua tiba secara bersamaan dengan mereka yang tak saling memasuki hanya dengan godaan mereka bisa melepaskan sesuatu yang mereka cari dari tadi.
Nafas mereka memburu memejamkan mata ketika mereka masih menikmati pelepasan yang begitu nikmat di pagi hari ini.
Sedangkan semua orang saat ini merasa kesal karena menunggu Bryan dan Sarah yang tak kunjung turun ke bawah. Mereka kesal menunggu dengan kesal, mereka menunggu orang yang saat ini sedang di mabuk cinta.
Vote dan hadiahnya boleh dong buat Mince dan jangan lupa kasih ulasan ya 🤗 makasih 😘