
Kecangguan itu membuat malam dimana semuanya terasa hampa dan mati, mereka berdua yang hanya bisa diam dengan jantung yang berdebar tak karuan saat ini. Jantung mereka seakan tak bisa mereka ajak kompromi dalam hal ini, mereka terasa tercekik oleh rasa malu yang mendalam.
Mereka hanya mampu menelan rasa yang berada di dalam hati mereka saat ini, sebenarnya mata mereka saling melirik tetapi tak ada kata kata yang mampu membuka kedua bibir mereka meskipun hanya sekedar basa basi.
Bayangan beberapa minggu lalu yang pernah terjadi sofa seakan terlihat di pikiran mereka masing masing, kata kata laki laki itu kembali terdengar di telinga nya dia menggeleng pelan dia tak ingin mengingat kejadian waktu itu.
Dor!! Dor!! Dor!!!
" Argh…." Sarah berteriak pelan dengan ketakutan ketika suara tembakan terdengar saling bersahutan di luar sana.
Bryan yang menatap kebelakang kini hanya mampu mengelus dadanya karena sebenarnya dia juga sama terkejutnya. Sarah yang tadi reflek memeluk lengan Bryan kini ditatap dengan senyum yang tipis di bibirnya.
" Kita di serang Bryan?" Katanya dengan menatap laki laki yang dari tadi tetap tenang.
Bryan tersenyum penuh kemenangan saat ini. " Hem! Kita di serang, sebaiknya kita tetap di sini sambil menunggu bala bantuan…" Ujarnya dengan malah memeluk wanita itu agar mereka bisa saling memeluk dari dekat.
Bryan hanya tersenyum penuh arti ketika pelukan wanita itu semakin erat seakan dia tak ingin melepaskan pelukan itu, Sarah yang sedikit ketakutan kini hanya bisa bersembunyi di balik pelukan hangat tersebut.
Dor!! Dor!! Dor!!
Suara tembakan kembali terdengar bersahutan dengan beberapa suara membuat wanita itu semakin yakin bahwa ada orang yang saling menyerang di bawah sana. Sarah memejamkan matanya mendengar suara jantung dari laki laki itu.
Kenapa jantungnya juga sama seperti ku? Apa dia juga merasakan ketakutan? Batinnya bergejolak tak karuan saat ini.
" Bryan apa kita tak sebaiknya keluar membantu mereka yang sedang baku tembak?" Tanyanya dengan menatap laki laki itu dari dia yang tetap memeluknya.
" Tidak perlu aku yakin mereka bisa melawannya tanpa kita bantu sekalipun…" Tolaknya.
" Tapi-"
" Ssssttt diamlah…" Sarah diam dengan pemikiran ada yang aneh.
Bryan tak mungkin diam saja jika ada yang menyerang markas ini, lihatlah wajahnya tenang tak ada kekhawatiran sama sekali, atau jangan jangan.
Sarah melepaskan pelukannya dengan segera dia menatap dengan kecurigaan yang ada di kedua mata nya.
" Ada apa? Sini aku peluk lagi kau masih takut bahaya masih ada di luar sana…" Bryan merentangkan tangannya ketika menatap wanita itu dengan senyum yang di sembunpyikan.
" Kau membohongi ku bukan? Ini bukan baku hantam yang seperti aku pikirkan?"
Astaga wanita ini cukup cerdik. Batinnya.
Bryan tak menjawabnya dia hanya tersenyum dengan rasa malunya saat ini, kebohongan nya terbongkar begitu cepat.
Dia merasa kesal karena harus dibohongi olehnya padahal dia sudah merasa ketakutan bukan main.
" Sana keluar aku mau tidur saja!" Usirnya dengan cemberutnya, dia merasa kesal karena di kerjai oleh laki laki itu.
" Oke oke aku minta maaf! Jangan marah!" Katanya dengan penuh permohonan.
" Bodoh amat! Aku mau tidur sana keluar…" Sarah berdiri yang menarik tangan Bryan dengan kencang kini malah menjadikan dia yang ketarik oleh tangan Bryan hingga membuat wanita itu terduduk di pangkuan laki laki itu.
" Bryan apa yang kamu- hmm…" Sarah tak bisa melanjutkan apa yang ingin ditanyakan ketika Bryan ******* bibir itu dengan segera.
Sarah terdiam dia masih mencernah apa yang terjadi, tetapi dia juga tak menolak atau memberontak apa yang terjadi. Sarah diam seribu bahasa dan tak membuka bibir itu meskipun Bryan ********** dengan lembut.
Tangan Bryan kini naik ke tengkuk Sarah meremasnya dan sedikit menekan tengkuk tersebut membuat Sarah sedikit sadar dengan apa yang terjadi, Sarah yang kini sedikit memberontak dengan mendorong dada laki laki itu kini tak bisa, kekuatan Bryan lebih besar di banding kekuatan Sarah yang saat ini terkejut.
Sarah yang dari tadi memberontak kini akhirnya terdiam ketika dia pikir semuanya akan percuma karena kekuatan nya tak sebanding dengan kekuatan yang ada dj tubuh laki laki itu. Sarah kini diam dengan memejamkan matanya dia terbuai oleh ciuman lembut yang di berikan oleh Bryan.
Bryan sedikit tersenyum ketika dia merasakan bahwa ciumannya juga dibalas oleh ****** kecil yang diberikan oleh Sarah. Hatinya berbunga bunga ketika wanita itu mulai membalas apa yang terjadi,mereka kini saling membalas ciuman tersebut.
Saling meluma* saling menyesa* satu sama lain dengan bergantian, lidah mereka saling bertemu saling menyapa dengan saling membelitkan lida* mereka dengan rasa yang berbeda. Jantung mereka seakan ingin lompat jiwa mereka seakan ingin berteriak untuk menyudahi ini semua tapi mereka tak ada yang ingin mengakhiri cumbuan lembut ini.
Mereka saling bernafas di dalam ciuman yang mereka ciptakan sendiri, Sarah dan Bryan sama sama memejamkan matanya mereka kini bahkan tak peduli dengan suara tembakan yang terdengar kembali di luar sana. Bryan seakan tahu bahwa tembakan itu bukanlah bahaya dia tetap melanjutkan apa yang dia mulai.
Sarah kini melenguh ketika lida* nya di tarik pelan oleh Bryan, dia hanya melenguh dengan sesekali meremas rambut Bryan ketika merasakan rasa nikmat yang mereka ciptakan sendiri.
" Bryan…" Panggilnya ketika dia merasakan ada sesuatu yang bangun di bawah sana, Sarah merasakan tepat di panta* nya ada benda yang mungkin cukup besar yang telah berdiri di bawah sana.
Bryan memejamkan matanya menempelkan kening mereka dengan sesekali menekan tubuh Sarah kebawah dan itu membuat Sarah kembali melenguh dengan sesekali menahan suara desaha* yang tak ingin dia keluarkan begitu saja.
" Bryan.. hmm…" ******* nya kini seakan lolos begitu saja ketika lida* Bryan turun kebawah, mencium leher jenjang wanita yang masih berada di pangkuannya.
Sarah meremas lengan Bryan memejamkan matanya ketika hawa panas menjalar di tubuh nya, mereka seakan ingin membangkitkan jiwa yang tertidur dari kemarin.
Mereka saling menatap dengan pancaran yang berbeda, mereka saling menyelami tatapan yang penuh dengan api yang membara, mata mereka berdua seakan sama sama sendu berharap ada yang lebih dari sekedar cumbuan itu.
" Bryan sepertinya di luar memang ada masalah yang harus kita lihat!" Sarah ingin melarikan diri dari sini.
Bryan sedikit tersenyum dia menyentuh pipi wanita itu dengan lembut. " Suara tembak dari tadi adalah suara pelepasan dari paman Baron. Malam ini mereka telah menguburkan paman di belakang rumah ala militer, jadi mereka berulang kali melepaskan suara tembakan untuk melepaskan kepergiannya secara terhormat."
Sarah yang mendengarkan penjelasan dari Bryan kini merasa lega setidaknya malam ini tak ada yang perlu dikhawatirkan.
Satu bab dulu ya karena hari weekend selamat hari minggu untuk kalian semua 🤗🤗