Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Damai



Minggir 21+ bertaburan di sini 🀭 yang bocil yang jomblo jangan mampir di bab ini nanti pada halu 🀣 jangan solo kasihan sabun nya nanti 🀣🀣


Happy Reading 😍😍



Bryan dan Sarah saling berpandangan dengan arti tatapan yang penuh dengan cinta dan ketulusan. Mereka saling mencintai hanya saja mereka belum bisa saling mengontrol emosi mereka yang menyeruak ke pikiran mereka masing-masing.


Mereka saling berpandangan dengan saling tersenyum, mereka saling menempelkan kening saling memejamkan mata. Saling memiliki debaran kecil yang tak pernah berubah dari pertama kali mereka bertemu.


Bryan mencium kening Sarah, lalu mencium pipi nya lalu mencium hidungnya dengan sebentar. Mereka kembali berpandangan dengan penuh cinta. Bryan membawa Sarah ke sofa nya duduk dengan saling menggenggam tangan mereka dengan erat.


Pandangan Bryan kini turun ke arah bibir wanita nya, rasa ingin menyesa* bibir itu kini seakan menggebu, sedangkan Sarah kini matanya juga menatap bibir laki laki itu, rasa ingin menikmati bibir itu seakan tak bisa tertahan. Rasa aliran darahnya kini mengalir deras di sekujur tubuhnya.


" Maaf..." Sarah kini sadar bahwa dirinya juga telah salah mengatakan untuk mengakhiri hubungan mereka dan dengan cepat dia langsung menguasai dirinya kini berucap dengan pelan. tapi dia merasakan ada sesuatu yang bangkit.


" Bry..." Sarah tak bisa melanjutkan ucapannya ketika sebuah sentuhan di bibirnya dengan cepat. Sarah membeku di sana meskipun akhirnya dia membuka bibirnya, membiarkan lida* nya menari di dalam bibir laki laki itu.


Mereka saling menyesa* lida*, saling menyesa*, saling meluma* dengan penuh keliaran serta panas. Bryan kini tak bisa meninggal diam kan tangan nya, dia menelusuri seluruh tubuh wanita itu, membuka blus yang dipakai oleh wanita itu, membuka satu persatu kancing yang ada di sana, merema* benda yang menonjo* ke depan.


Sarah kini mendesa* di sela sela ciuman panas itu. Kini mereka saling melepaskan ciuman itu, saling mengambil oksigen sebanyak banyak nya yang kemudian kembali menyatukan kedua bibir itu dengan segera. Mereka kembali meluma* nya dengan penuh keliaran.


" Ah.. Bry..." Desaha* nya begitu membuat sesuatu yang di bawah tubuh Bryan seakan ingin meronta ingin segera bersarang. Sarah dengan cepat duduk di pangkuan Bryan.


Bryan semakin menekan pinggul wanita itu membuat Sarah menggeliat di atas paha laki laki itu. Kini cumb*uan itu turun ke arah leher wanita itu, menyesa* nya meninggalkan tanda kemerahan yang begitu kecil.


Bryan menatap mata wanita itu, mata mereka kini terpancar dengan kejelasan api gairah yang terpendam di sana. Bryan dengan pelan membuka seluruh kain yang ada di atas tubuh wanita itu. Jantung itu masih berdetak tak karuan, jantung mereka seakan ingin lepas dari tubuh mereka. Tangan Bryan kini membelai kedua benda ke*yal itu, memainkan putin* nya dengan sesekali memelinti* nya mengg*da wanita itu sebelum akhirnya mengunakan lida* nya untuk bermain di benda kenyal itu.


" Argh..." Desaha* nya ketika lida* itu bermain main di sana dengan lihai nya. Bryan kini tak peduli, mereka terbakar api gaira* yang sulit dihentikan oleh mereka.


Bryan kembali ******* bibir wanita itu, menggendong nya dengan tetap meluma* nya dengan gairah yang benar benar menguasai tubuh mereka. Tangan Sarah membuka pintu kamarnya hingga mereka berdua bisa masuk dengan tetap saling meluma*. Bryan merebahkan tubuh wanita itu dengan pelan, membuka baju yang dia pakai dengan cepat, melemparkan ke sembarang arah.


Steve yang berlutut menjadikan lutut nya sebagai tumpuan kini melepaskan ciuman itu, menatap mata wanita yang ada di bawahnya. Sarah dengan menahan rasa debaran kecil dan wajahnya yang memerah ketika melihat Bryan yang tak memakai baju apapun.


Pahatan di perut kekasihnya seakan membuat wanita itu ingin menyentuhnya dengan cepat. Kini seluruh kain yang menempel itu kini sudah terbuang ke bawah dengan sembarang arah. Mereka saling menggoda, saling menyentuh kulit mereka masing masing.Β 


" Kau cepat sekali basah..." Katanya dengan menatap wanita itu.


" Godaan terbesarku adalah kamu ..." Jawabnya dengan memejamkan matanya menikmati sensasi pelepasan yang begitu nikmat.


" Hmm.. ah..." Bibir wanita itu kembali mendesa* ketika sesuatu benda tumpul itu menerobos masuk ke dalam sana dengan cepat, beberapa hentakan membuat benda itu bersarang dengan sempurna.


Bryan yang ingin bergerak malah menarik pelan tangan wanita itu menggulingkan badannya hingga wanita itu berada di atas tubuhnya. Sarah dengan cepat bergerak liar di sana. Mengaduk aduk benda itu dengan cepat dan liar.


Kamar yang dari kemarin seakan menjadi saksi bahwa mereka bertengkar hebat kini juga menjadi saksi bahwa mereka telah menjadi satu kembali, menjadi saksi air mata yang penuh dengan kesedihan kini menjadi desaha* dan gerama* yang mereka keluarkan.


" Hmm.. ah, Sayang..." Erangnya tertahan ketika benda itu begitu liar. Sarah bergerak begitu liar di atas sana. Membuat kedua benda itu bergoyang seirama dengan gerakan pinggul wanita itu. Bryan kini sedikit terbangun dari terlentang nya membuat wanita itu juga sedikit jatuh di bed nya, kini badan mereka sama sama sedikit terduduk dengan benda itu masih belum terlepas.


Sarah dan Bryan kini saling bergerak dengan posisi seperti itu, menikmati pergerakan mereka yang begitu cepat di sana, Sarah hanya mampu merema* sprei miliknya, sedangkan Bryan kini mengerang di sana. Mereka bergerak dengan cepat, saling mendesa* saling menyebutkan nama mereka masing masing. Tak butuh waktu lama mereka hampir tiba dengan apa yang mereka cari.


" Ah.. aku tiba..." Erangnya dengan tertahan.


" Tunggu sebentar lagi Sayang! Aku juga akan segera tiba…" Bryan terus bergerak dengan cepat tak memperdulikan jika kekasihnya sudah terkulai lemas karena dia terlanjur mengeluarkan sesuatu caira* yang ada di sana.


" Sarah aku tiba...." Gerama* nya tertahan dengan saling menekan tubuh kini mereka saling menekan satu sama lain, dan mengerang panjang ketika pelepasan itu menerpa tubuh mereka berdua. Mereka sama sama mengatur nafas mereka yang begitu memburu.


Mereka saling mengatur nafas mereka yang begitu tak beraturan, Sarah ambruk dengan mata yang terpejam, dia menikmati sentuhan yang begitu membawa nya melambung ke tinggi. Dengan mengatur nafasnya dia tetap memejamkan matanya. Menikmati sisa rasa yang begitu nikmat dia rasakan. Pertengkaran tadi membuat mereka kini bertambah mesra dan memberikan kehangatan satu sama lain.


Pertengkaran dan salah paham itu luntur menjadi kemesraan yang mereka lakukan dengan saling bertukar keringat satu sama lain.


" Aku mencintaimu!" Dengan Bryan mencium kening Sarah dengan tulus.


Sarah memejamkan matanya. " Aku juga mencintaimu."Β 



Jangan senyum-senyum sendiri ya 😁 kasih vote dan like serta ramaikan kolom komentar ya 😘😘