
" Tapi ini tidak seperti yang mereka pikirkan, aku hanya salah bicara dan Dokter Nathan langsung menyimpulkan bahwa dia ingin kabur dari sini. Aku hanya untuk menjelaskannya dan dia tak mau mendengarnya sedikitpun."
" Angel sebaiknya kau jangan terlalu ikut campur dalam urusan para tahanan jika tidak kau sendiri yang terjebak dalam masalah yang membuat karir mu nanti hancur. Jadi jangan ikuti mereka sebaiknya kau masuk ke dalam ruangan mu…" Rekannya membawa Angel masuk ke dalam ruangannya yang juga tak jauh dari lorong itu.
" Aku hanya ingin menjelaskannya bukannya ikut campur, aku hanya tak ingin ada kesalahan dan yang jelas aku tak ingin mereka menghukum orang yang salah hanya itu."
" Jika mereka nanti membuktikan bahwa Alex dan kamu tak memiliki rencana untuk kabur kenapa kamu takut dan mencoba menghalangi mereka? Biarkan saja mereka mendengar percakapan kalian berdua."
" Tap-" Angel diam dia tak melanjutkan apa yang ingin dia katakan. Saat ini mungkin Alex berada di dalam situasi bahaya.
" Aku peringatkan lagi untukmu Angel jangan pernah ikut campur dalam urusan para tahanan, kamu dan mereka berbeda. Kita di sini untuk relawan bukan untuk membelanya. Oke aku tau dia dulu komandan mendiang Ayahmu tapi itu dulu. Sekarang kondisinya sudah berbeda, kamu seorang Dokter dan dia seorang tahanan yang memang bersalah. Jika kamu selalu membelanya dan kamu selalu menutupi kesalahannya, kau sendiri yang nantinya rugi, kau sendiri yang ingin menghancurkan karirmu, semakin kau berusaha mencegah mereka semakin mereka yakin bahwa ada rencana untuk kabur dari sini…" Rekannya yang bicara kini membuat Angel terdiam apa yang dikatakan oleh rekannya benar dia juga berpikir bahwa dia terlalu membela Alex saat ini.
" Kau harus tau posisimu di sini dan kau juga harus tau posisinya dia. Semakin kau berada di sebelahnya maka semakin banyak pertanyaan di benak Dokter Nathan, dan itu akan menyulitkan Alex sendiri. Di tambah saat ini dia sedang diawasi karena dia berani mengancam mu. Mengancam orang medis saja berani apalagi hanya kabur dari sini…" Sambungnya lagi.
" Sekarang katakan apa tadi kau dan dia memang memiliki rencana untuk kabur dari sini?"
Angel mengusap wajahnya dengan kasar lalu dia memilih untuk duduk di kursinya saat ini. Dia bingung harus berkata seperti apa saat ini.
" Kau diam? Dan aku sekarang yakin bahwa apa yang kamu katakan tadi murni karena pikiranmu untuk membantunya kabur dari sini…" Orang itu perlahan mundur dengan tangan yang satunya mengambil kunci pintu tersebut.
Jika aku biarkan dia pergi dari sini maka dapat ku pastikan Angel akan berbuat ulah yang membuat kekacauan dimana-mana. Sebaiknya kau harus tetap disini.
Angel yang tak memperhatikan rekannya kini dengan cepat keluar dari ruangan itu dengan menutup pintu dengan sedikit keras.
Tap! Tap! Tap!
" Buka pintunya kenapa kau mengunci pintu ruanganku!" Gedoran serta teriakan Angel membuatnya merasa bersalah tapi dia juga tak ingin membuat temannya itu mendapatkan masalah saat ini.
" Dokter maafkan aku tapi kau harus renungkan dulu kesalahanmu. Kemarin mungkin semua orang masih bisa mentoleransi semua perbuatanmu tapi untuk kali ini mungkin kami akan mengambil tindakan yang lebih, jadi sebaiknya kau diam disana dan pikirkan apa yang aku katakan tadi."
" Buka pintunya please! Ku mohon. Aku tak mungkin melakukan hal gila itu…" Teriaknya dengan penuh permohonan tapi sayangnya rekannya saat ini tak peduli dia meninggalkan Angel yang terus berteriak untuk dibukakan pintunya saat ini.
" Argh…." Angel berteriak dengan dia yang merosot ke lantai dengan dia yang menyesal telah mengatakan hal tadi. Padahal saat itu Angel tak ingin bermaksud untuk berkata apa-apa.
Tapi karena pikirannya saat itu dipenuhi dengan kata kata kabur jadi dengan mudah di berkata tanpa ada beban. Sedangkan Nathan yang mudah menebaknya membuat semuanya tambah panjang seperti ini. Nathan tentu saja tak akan membiarkan orang yang bernama Alex ini kabur begitu saja di tambah Alex juga musuhnya saat ini.
Bruak!!!
Pintu yang terbuka dengan kasar membuat Alex menatap kearah pintu yang di sana sudah ada kepala sipir yang berdiri dengan tatapan tajamnya. Kepala sipir itu dengan langkah cepat menghampiri Alex yang diam.
" Nyalimu besar juga heh?" Komandan itu menarik rambut Alex dengan cukup keras hingga membuat Alex hanya meringis kesakitan saat ini. " Kau pikir kau bisa kabur dari sini?"
Kabur? Jadi Angel mengadukanku kepada mereka.
" Kau kemarin mengancam orang medis sekarang kau ingin memanfaatkannya untuk membawamu kabur?"
Jadi benar dia yang mengatakan, Angel tak ku sangka kau berkata kepada mereka langsung setelah keluar dari sini.
" Aku memang ingin memanfaatkan untuk kabur dari sini. Tapi tak ku sangka berita itu cepat tiba kepadamu…" Dia tersenyum kecut.
Dengan kasar komandan itu melepaskan jambakan itu hingga membuat Alex kembali merasakan kepalanya sedikit terasa pusing.
" Aku memang memiliki rencana kabur dengan bantuannya tapi setelah aku kabur ku pastikan semua orang yang menjadi musuhku akan berakhir tak terkecuali Dokter Angel, aku tak ingin dia menjadi beban yang membuatku akhirnya menderita kembali…" Katanya dengan penuh penekanan.
Prok! Prok! Prok!
Suara tepuk tangan yang ada di luar membuat Alex menatapnya, untuk pertama kalinya dia tak pernah melihat siapa laki laki yang masuk kedalam sana dengan tepuk tangan serta senyum yang dingin.
" Jadi dia Alex? Laki laki yang dibela mati-matian dengan Dokter Angel?"
" Sayangnya seperti itu Dokter, tapi seharusnya tadi Dokter Angel harus mendengar apa yang dikatakan oleh laki laki ini."
" Anda benar Sir, seharusnya Dokter Angel harus mendengarnya langsung bahwa orang yang dibela nya dari kemarin ingin menyingkirkan dia setelah dia mendapatkan apa yang dia mau."
" Laki laki bajinga* dan tak bertanggung jawab seharusnya tak perlu dibela seperti itu, bahkan tadi dia sangat menghalangi ku untuk datang kemari. Tapi sepertinya orang yang sangat dibela ini tak memiliki hati sedikitpun, bahkan dia rela ingin menghabisinya.. " Nathan tertawa keras di sana.
Apa aku salah sangka lagi, bukan Angel yang melaporkanku atau di sini ada CCTV atau perekam suara yang tidak aku ketahui. Apa benar Angel membela ku saat ini, jika dia membela ku lagi maka dia pasti dalam masalah saat ini.
Pikirannya memikirkan Angel yang saat ini dalam masalah dan benar saat ini Angel sedang dikurung di dalam ruangannya.
Angel.. maafkan aku.. aku selalu membuatmu dalam masalah.
Alex maafkan aku.. aku tak bermaksud membuatmu dalam masalah saat ini.