
" Dia pikir dia siapa bisa meminta hal gila seperti itu kepadaku…" Dadanya naik turun dia merasa kesal karena apa yang diminta oleh Alex tadi begitu membuatnya kesal.
" Apa dia selalu berpikir bahwa semua orang bisa disuruh melakukan hal gila seperti itu. Dari dulu sampai sekarang dia tak pernah berubah…" Sambungnya dengan kesal.
Angel menghempaskan tubuhnya ke kursi besarnya dia merasa kesal dan sangat marah kepada laki laki yang bernama Alex itu.
" Kebaikan ku ternyata ingin dimanfaatkan oleh laki laki itu, kurang ajar!" Dia menatap ke depan dengan pandangan yang begitu marah. Tatapannya nanar.
Nafasnya semakin memburu karena rasa kesal terhadap Alex. Apa yang dikatakan oleh Alex tadi sangat bersimpangan dengan dia yang tak akan membantunya sedikit pun.
" Kau dari tadi marah marah siapa yang membuatmu kesal heh?" Suara dari arah depan pintu membuatnya menatap ke arah nya dengan cepat.
Lagi lagi Angel di buat cemas ketika siapa orang yang berdiri di ambang pintu itu dengan melipatkan tangannya di dada. Orang itu masuk dengan segera menatap Angel yang terlihat sangat gusar saat ini.
" Ada apa? Kenapa kau sangat gusar? Apa aku tak boleh datang untuk mengunjungi bawahanku yang aku kirim ke penjara untuk mengobati para tahanan yang sakit?" Dia menyandarkan punggungnya dengan menatap ke arah Angel yang hanya diam kaku.
" Tidak Sir, tentu saja anda boleh datang berkunjung. Hanya saja saya terkejut melihat anda datang kemari…" Suaranya gemetar dia takut apa yang dia katakan tadi terdengar jelas oleh pimpinan nya saat ini.
" Benarkah? Tapi sepertinya wajahmu tak suka aku datang kemari!" Laki laki itu meneliti wajah cantik dari Angel yang begitu terlihat cemas.
Angel tertawa pelan dia mencoba untuk menetralkan jantungnya dan kecemasan di wajahnya. " Anda jangan berpikir seperti itu Sir, saya tentu saja tak bisa melarang anda datang kemari…" Tawanya lagi dengan mengalihkan pandangannya.
" Baiklah apa yang kau katakan aku percaya saja. Dari tadi aku perhatikan kau marah-marah sejak keluar dari ruangan Alexander, tahanan yang kau bela itu. Apa dia berbuat ulah?"
" Tidak Sir mana berani dua berbuat macam-macam…" Elaknya dengan tegas.
" Benarkah? Tapi aku yakin dia mengatakan sesuatu yang membuatmu kesal. Dari tadi aku berdiri di sana bersama para Sipir tapi sepertinya karena kau yang terlalu marah kau tak memperhatikan bahwa aku ada di sana waktu itu."
Sial.. jadi dia tau aku marah marah sejak tadi. Sekarang apa yang harus aku jawab.
" Hanya bahan bercandaan yang membuatku kesal Sir, bukan apa-apa. Jadi anda jangan terlalu berpikir yang bukan-bukan. Alex tak mungkin berani macam-macam ataupun mencoba kabur dari sini."
" Kabur? Aku tak bertanya tentang apa dia memiliki rencana kabur? Kenapa kau tiba-tiba berkata tentang kabur? Atau dia?"
" Tidak Sir! Jangan salah paham dulu tentang apa yang aku katakan, aku hanya asal bicara tadi…" Angel dengan cepat menjelaskan apa yang di katakan tadi adalah sebuah kesalahan.
Laki laki itu tertawa keras dia berdiri dengan tawa yang menggema di ruangan kecil itu. Tawanya membuat Angel merinding seketika, selama ini dia belum pernah melihat tawa dari pimpinan yang juga sekaligus menjabat sebagai seorang dokter.
Angel lagi lagi harus cepat mengembalikan rasa cemasnya dia berusaha untuk tetap tenang tapi wajahnya tentu saja tak bisa berbohong.
Angel menutup matanya terkejut karena gebrakan meja itu membuat dirinya benar-benar terkejut dalam hal ini. Aliran darah dan jantungnya memompa begitu cepat, keringat dingin begitu saja membasahi dahinya. Ruangan yang awalnya dingin kini menjadi panas karena tatapan dingin dan tajam.
" Ingat Angel kau adalah seorang dokter tugasmu untuk membantu orang yang membutuhkan pertolonganmu. Kau memohon kepada Kepala Sipir untuk tahanan itu saja kau sudah menyalahi peraturan yang ada di sini dan aku hanya diam, aku tak mempermasalahkan hal itu, tapi…" Dia menghentikan ucapannya menatap Angel yang sudah membuka matanya dengan dia yang sedikit menunduk.
" Tapi jika kau berani macam-macam untuk membantunya untuk kabur dari sini, ku pastikan kau dikeluarkan secara tidak hormat dari kedokteran serta kau tak akan mendapatkan pekerjaan apapun di Negara ini ataupun di Negara lain. Dan aku pastikan kau juga akan masuk ke penjara dan membusuk di sini bersama Alex…" Ancamnya bukan main-main. Dia menekan kata-katanya dengan sedikit nada yang benar-benar serius.
" Sir anda terlalu mengambil kesimpulan terlebih dahulu, saya tadi hanya asal bicara. Saya yakin Alex juta tak mungkin macam-macam atau dia yang ingin kabur. Saya hanya menjawab apa yang menjadi pertanyaan anda tadi…" Dia mencoba untuk tertawa pelan meskipun tawanya begitu terlihat getir.
" Angel.. Angel.. Angel…" Dia menyebut namanya tiga kali yang membuat Angel sedikit bergetar. " Kau pikir aku bodoh ternyata!"
" Mana berani saya berpikir anda seperti itu Sir! Tentu saja saya tidak berani."
" Dengar Angel aku bukan orang bodoh yang mudah kau bohongi. Sebelum aku meletakkanmu di sini aku sudah berulang kali berada di sini. Jadi aku paham situasi apa yang saat ini sedang kau alami. Jadi kau tak akan bisa berbohong kepadaku meskipun hanya sekecil apapun…" Katanya dengan dia yang menekan kata-katanya lagi.
Angel hanya diam seribu bahasa dia tak bisa berkutik. Seharusnya dia tak usah berbohong dalam hal ini, sekarang malah dia sendiri yang terjebak dalam ucapannya sendiri.
" Dia memintamu untuk membantunya kabur dari sini bukan?" Tanyanya dengan dia yang mengulangi kata kata itu lagi.
Lagi lagi Angel hanya diam seribu bahasa dia tak bisa menjawab apapun yang ditanyakan oleh pimpinan nya itu. Meskipun apa yang ditanyakan oleh nya adalah kebenaran.
" Katakan kenapa kau hanya diam?" Bentaknya membuat wanita itu terkejut.
" Sir ini tidak seper-"
" Apa kau ingin membelanya lagi di depan ku? Kau ingin mengatakan bahwa ini salah paham atau kau masih menyusun rencana untuk membantunya kabur?"
" Tidak Sir, saya tidak berani untuk menyusun rencana dia kabur tapi apa yang anda tuduhkan adalah salah. Dia hanya bercanda dan bahan bercandaannya membuat ku tersinggung yang membuat ku marah, hanya itu Sir…" Lagi lagi Angel masih membela Alex yang jelas jelas dia meminta bantuan untuk membawanya kabur.
Pimpinan nya hanya menggeleng pelan dengan rahang yang sudah mengeras karena dari tadi orangnya masih membela orang yang tak pantas dibela.
" Baru kali ini seorang Nathan Phelix salah menempatkan tugas…" Dia lagi lagi menggeleng. " Mungkin kau tak akan mengatakan nya karena kau membelanya, baiklah tak masalah bagi ku."
" Sir maafkan saya tapi Alex tak berkata apa apa soal dia yang ingin kabur."
" Berusaha lah untuk berbohong Angel. Aku tak peduli dengan kebohonganmu itu sekarang. Aku akan mencari tau sendiri tentang Alex, jangan salahkan aku jika aku melibatkan semua sipir yang ada di sini."