Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Pergerakan 41



Nathan melajukan mobilnya dengan kencang meninggalkan orang-orang yang masih saling menyerang satu sama lain. Kedua kubu yang masih tak ingin menyerah, mereka masih saja ingin saling menjatuhkan dengan beberapa gerakan nya. Tapi Nathan bersama Angel telah meninggalkan tempat itu.


Nathan hanya menatap kedepan dia tak peduli dengan suara isak tangis wanita yang ada di samping nya. bahkan Nathan masih saja membisu dengan diam seribu bahasa. Tak ada suara yang memecahkan kedua insan yang masih membeku dengan pikiran mereka masing-masing.


“ Maaf...” Ucapnya dengan pelan tapi masih bisa didengar oleh Nathan yang masih menatap ke depan.


Nathan yang tak menjawab nya membuat Angel semakin gelisah karena dia seakan diabaikan oleh laki laki itu. “ Dokter katakan sesuatu jangan mendiamkan aku seperti ini.”


Tapi Nathan masih tak peduli dia bahkan tak bergerak untuk sekedar melihat wanita yang terus menatap ke arah nya. Nathan masih saja membisu rasa kecewa nya masih memenuhi dada nya hingga membuat dada nya terasa sesak. Ekor mata nya melirik ke arah Angel yang juga menatap ke depan dengan derai air mata yang terus mengalir ke pipi nya.


“ Untuk apa kau menangis? Apa kau menyesal telah membawamu kabur dari sana?” Suara nya dingin.


“ Tidak! Aku menyesal telah membantu orang yang salah. Seharusnya aku memakai akal sehat ku ketika ingin menolong seseorang...” Angel tertunduk dia tak malu karena dia harus ditolong oleh orang yang di buat hancur.


“ Kau memang bodoh! Kau dibutakan oleh cinta mu sendiri..” Bibirnya dengan menatap menunjuk ke arah Angel.


“ Aku tidak mencintainya. Naluri ku sebagai manusia berkata untuk menolong nya tapi bukan karena aku mencintai nya...” Sangkal nya dengan cepat dari nada nya dia tak terima bahwa Nathan menuduhnya dia mencintai Alex.


“ Omong kosong kau tak mencintainya. Kau dari kemarin sangat membenci nya lalu menolong nya dan sekarang kau merelakan karir mu hanya untuk seorang sampah seperti dia.”


“ Dokter aku minta maaf! Seharusnya aku tak melakukan nya karena ulah ku kekacauan ini terjadi.”


Jika saja Angel tak berbuat nekad untuk membawa Alex kabur mungkin kejadian ini tak mungkin terjadi. Perang antara dua kubu tak mungkin terjadi dengan saling membunuh. Mereka juga tak akan mungkin mengotori tangan mereka dengan darah yang penuh dengan dosa tersebut.


Semuanya sudah terjadi dan itu tak bisa diputar kembali. Mereka kini saling mempertahankan nyawa mereka dengan kata untuk berdamai tapi lawan mereka bukanlah orang yang mudah untuk berdamai ketika para korban sudah berjatuhan dengan sengaja.


“ Dokter kenapa kita berhenti...” Tanya nya dengan panik.


“ Aku juga tak tahu!” Nathan sendiri tak tahu apa yang terjadi pada mobil yang ia bawah.


“ Tunggu sebentar.”


Mobil yang membawa mereka tiba-tiba tak bisa di kendari hingga membuat Nathan menepikan mobilnya dengan cepat. Nathan yang turun dari mobil nya kini langsung ditarik paksa oleh seseorang dari arah belakang. 


Sedangkan di markas tersebut semua orang terkejut bukan main ketika melihat Nicolas yang berdiri dengan teriaknya putus asa.


“ Aku tak bisa melawan mereka karena ini...” Teriaknya dengan nada kesal. “ Aku bukan sampah seperti yang kau bilang...” Sambungnya dengan nada kesal nya.


“ Kau pikir aku mau hanya melihat kalian menyerang hah?” Dia berteriak dengan mata yang merah.


“ Hentikan sandiwaramu ini...” Abhi yang ada di sana kini tak ingin berlama-lama mendengar omong kosong dari lawan nya.


“ Aku tak butuh ocehanmu....” Timpal Zac yang tersenyum penuh kemenangan ketika melihat lawan nya sama sekali tak berkutik saat ini.


“ Aku tak melakukan apapun.. emang apa yang aku lakukan...” Jawab Johan dengan senyum tipis di bibirnya.


“ Kau.. aku akan membalasmu.”


Aaron yang tadi berada di lantai kini dengan cepat berdiri dengan dia yang ingin menyerang Johan. “ Maju saja maka dia akan mati...” Ancam Zac dengan mengeluarkan benda kecil yang membuat Aaron terdiam.


“ Jangan lakukan!” Mohon nya dengan dia yang harus menahan rasa sakit.


Zac kini tertawa dia bahagia melihat lawan nya menderita di depan mata nya. “ Kau bisa melawan kami tapi kalian tak akan bisa menyentuh kami.”


“ Tolong lepaskan itu dari tubuh cucu ku.. aku sudah melakukan apa yang kau mau. Bahkan aku sudah menyerahkan semua nya yang kau minta. Tapi kenapa kau masih tak mau melepaskan kami.”


“ Kau pikir aku akan melepaskan kalian begitu saja. Setelah apa yang cucumu ini lakukan aku akan melepaskan nya. ayolah jangan konyol. Aku tak akan mungkin melupakan kalian begitu saja.”


“ Nyawa dibalas nyawa.”


Bugh!!


Bryan kini memukul Nicolas yang dari tadi berlutut di depan nya. Nicolas hanya mampu untuk berusaha untuk tidak terjadi. “ Ampuni aku...” Ujarnya dengan lirih.


“ Lepaskan dia. Hukum saja aku. Dia masih memiliki masa depan yang panjang sedangkan aku sudah tua. Jadi ku mohon hukum saja aku jangan hukum dia. Lepaskan itu dan pasang di badan ku...” Aaron menawarkan dirinya dia ingin menukar dirinya dengan cucu nya.


“ Kau ingin melepaskan nya?” Aaron mengangguk dengan cepat.


“ Maka lepaskan dan dengan senang hati bom itu meledak dan membuat tubuh kalian hancur.”


Zac telah memasang rompi yang penuh dengan bom yang saat ini telah dipakai oleh Nicolas. Mana mungkin Zac membiarkan lawan nya lolos begitu saja setelah apa yang dilakukan Nicolas tak mungkin membiarkan Zac melepaskan dengan mudah.


Zac hanya tersenyum senang karena lawan nya juga tak bisa berkutik karena ancaman dan serangan seakan tak mampu mereka lawan saat ini. Aaron hanya memejamkan matanya merasa dia tak berguna saat ini.


“ Kalian mencari musuh orang yang salah. Seharusnya kau cari dulu sebelum bertindak...” Bryan kini yang berbicara dia berjalan memutari badan Nicolas yang saat ini penuh dengan bom yang mulai berjalan waktu nya.


“ Kau menculiknya membunuhnya bahkan membuang nya di pinggir jalan dan kau tak mau perbuatanmu di hukum oleh negara dan kau memilih kami hukum dengan cara kami.”


“ Andaikan aku tahu kalian lebih kejam aku tak akan mau seperti ini...” Nicolas memang tidak pernah mencari tahu siapa musuhnya atau Amel yang bekerja di naungan siapa.


“ Aku memang menculiknya tapi aku tak bermaksud untuk membunuh nya. aku menculiknya hanya untuk menakuti Sarah agar dia mau kembali dengan ku ta-“


Bug!! 


Bryan tak terima dia kembali melayangkan pukulan tepat di wajahnya saat ini dengan mata yang melotot dia tak terima ketika lawan nya menyebut nama Sarah kekasihnya. Kilatan cemburu dapat di lihat oleh siapapun.