
Pov author
Argh....
Komanadan itu berteriak kencang ketika tangan nya di pelintir oleh Alex. Saat ini Alex tak memperdulikan rasa sakit yang menyerang tubuhnya yang ada dipikiran saat ini hanya bisa membawah Angel pergi dari sini. Alex yang lihai dalam bertengkar kini dengan cepat merampas pistol yang ada di pinggang komandan tersebut.
Suara senjata yang siap mengarah ke arah Alex begitu mengerikan, malam ini begitu mencengkam. Semua orang yang ada disaana menjadi saksi dimana kedua para tahanan yang kabur begitu berusaha untuk lari dari sana.
“ Buang senjatamu...” Salah satu dari polisi itu kini juga ikut menodongkan senjata kearah Alex.
Alex tak gentar tatapan dan sorotan tajam kearah komandan itu membuktikan dia tak takut sama sekali, dia mati disana pun juga tak membuatnya takut.
“ Kalian yang buang senjata kalian atau ku tembak kepala komandan mu...” Ancam balik yang membuat semua para polisi yang ada disana saling menatap dengan bingung.
“ Kau mengancam kami heh?”
Alex tertawa disana menatap Angel sebentar membulatkan tekadnya, jika dia kalah disini maka semuanya akan berakhir saat ini juga. “ Kalian pikir aku hanya mengancam? Kalian mau aku menembak komandanmu saat ini, baik jika begitu.”
“ Tunggu.. tunggu...” Alex yang siap ingin melepaskan tarikan peluru nya kini terhenti ketika komandan itu sendiri membuka suaranya.
“ Jika aku mati disini tak ada yang rugi, tapi jika komandanmu yang mati maka semua orang termasuk kalian akan disalahkan atas kematian komandan kalian.”
“ Alex turunkan senjatamu dan ikut kami kembali kepenjara, semuanya akan selesai dengan mudah jangan mempersulit keadaan...” Komandan saat ini mencoba berkompromi dalam hal ini.
Tapi Alex lagi lagi tertawa. “ Kembali kau siksa? Sekarang tembak aku dan aku akan menembak mu jadi kita akan mati bersama disini.”
“ Tidak! Kita masih bisa bicara baik baik.”
“ Lepaskan Angel! Suruh orangmu melepaskan Angel sekarang...” Perintahnya dengan serius.
Komandan itu hanya memberi kode dengan terpaksa kedua polisi itu melepaskan Angel dengan tak rela. “ Alex...”
Angel berlari memeluk Alex dengan sebentar dengan derai air mata yang terus membasahi pipinya saat ini. “ Suruh orang mu membuang semua senjatanya sekarang.”
Komandan itu hanya terdiam kali ini dia tak ingin menuruti permintaan Alex. “ Sekarang atau ku tembak kepalamu...” Teriaknya.
“ Turunkan senjata kalian semua.”
“ Tapi Sir.”
“ Turunkan...” Komandan itu juga berteriak agar semuanya menuruti apa yang dikatakan oleh Alex saat ini.
“ Jalan! Aku dan Angel harus pergi dan kamu yang harus membuka jalan agar kami berdua bisa keluar dari sini.”
“ Kau akan mati jika kau masih berusaha kabur.”
“ Jangan banyak bicara atau kita akhir saja permainan saling todong seperti ini. Kau ingin aku menembak mu di bagian mana?”
“ Oke kita keluar. Dasar brengsek...” Umpatnya.
Ketika orang itu kini keluar dari motel dengan komandan itu yang membuka jalan untuk Alex dan Angel pergi dari sana. Semua para polisi yang ada disana melihatnya dengan geram, bisa bisa nya seorang komandan polisi malah di ancam oleh mantan komandan polisi.
“ Angel kau harus cari taksi, kita harus segera pergi dari sini...” Angel mengangguk dia cepat berlari dengan segera dia mencari mobil yang akan membawah mereka kabur dari sana.
“ Jangan kau pikir kalian sudah menang dari para polisi Alex, kau bisa kabur lagi tapi kau tak akan bisa bebas dari dunia luarmu.”
“ Tutup mulutmu.”
“ Kau dan wanita bodoh itu akan seperti tahanan yang tak bisa bebas keluar seperti orang lain, kau akan selalu ketakutan di luar.”
Alex terdiam apa yang dikatakan oleh nya benar, dia bisa menghirup udara bebas tapi hidupnya sama saja seperti di penjara. Mereka tak bisa keluar seenaknya mereka tak mugngkin bisa beabs seperti orang lain nya, meskipun mereka diluar tapi mereka adalah orang yang akan terus dikejar dan dicari sampai mereka kembali ketahanan.
Lagi lagi Alex terdiam apa yang dikatakan membuatnya hampir goyah dia hampir menyerah karena apa yang dikatakan benar. Percuma di luar tapi tak bisa bebas bergerak mereka sama saja seperti tahanan yang tak bisa bebas bergerak saat ini dan seterusnya.
“ Alex aku sudah menemukan taksi nya...” Teriakan dari Angel membuyarkan lamunan yang hampir membuatnya goyah saat ini.
“ Alex pikirkan apa yang aku katakan benar. Menyeralah biarkan hukum yang menentukan hukuman untuk kalian...” Komandan masih berusaha untuk membujuk Alex untuk menyerah.
“ Alex ayo apa yang kau tunggu? Kau ingin kita tertangkap lagi?”
Alex yang terdiam kini menatap Angel yang berdiri di pintu mobil. Pilihannaya hanya ada dua, menyerah dan kembali kepada Angel.
“ Alex kau ingin kita menyerah? Maka kita akan menyerah...” Angel yang tadi berdiri di pintu yang terbuka kini menutup pintu dengan rasa yang campur aduh.
“ Tidak! Masuk kedalam.”
Tiga kata yang membuat semuanya jelas bahwa Alex tidak akan menyerah. “ Pikirkan pilihan mu, menyerahlah...” Bujuknya kembali.
“ Tutup mulutmu atau ku tembak kepalamu.”
Angel terdiam dengan perasaan yang menjadi satu. “ Angel masuk kedalam mobil.”
Angel tersenyum tipis dia kembali masuk kedalam mobil menunggu Akex masuk bersama nya.
Bugh!!
Alex mendorong komandan serta melempar senjatanya yang kemudian dia masuk kedalam taksi dengan menutup pintu dengan cepat.
Dor!!
Argh....
Tanpa mereka sadari para sniper telah siap berada di tempat mereka, saat ini mereka sudah menembak kaca mobil yang langsung tembus mengenai lengan Angel.
“ Sial...” Umpatnya ketika melihat Angel yang meritih kesakitan disebelahnya. “ Ayo cepat jalan.”
Supir itu yang ketakutan kini memilih untuk jalan dengan mengemudi kecang. “ Angel kau tak apa? Lenganmu terkenak luka tembak.”
“ Aku tak apa! Ini hanya luka kecil, aku bisa menahannya...” Angel meringis kesakitan ketika menahan darahnya yang terus keluar membasahi bajunya saat ini.
“ Tuan saya akan mengantar anda ke rumah sakit terdekat.”
“ Tidak perlu, turunkan kami disini.”
“ Apa maksudmu turun disini, kau terkena tembak. Kita harus kerumah sakit untuk mengeluarkan peluru nya.”
“ Tidak Alex, jika kita kerumah sakit maka mereka bisa menangkap kita lagi, Sir turunkan kita disini saja.”
“ Angel.”
“ Tak apa tenanglah, aku punya alatnya untuk mengeluarkan peluru nya sendiri. Turunkan kami disini saja.”
“ Turunkan kami disini saja dan terima kasih. Maaf mungkin nanti kau akan terlibat.”
“ Tak apa Tuan.”
Tak ada pilihan lain selain sang supir menurunkan kedua orang itu di pinggir jalan saat ini. Alex dan Angel mencari tempat untuk bersembunyi.
Malam ini begitu menengangkan dan mengerikan. Malam yang tak mungkin bisa dilupakan oleh Angel, wanita yang rela menjeburkan dirinya dalam masalah yang begitu rumit serta dendam yang akan membakar mereka.
Bersambung besok ya 🙂