
Warning 21+ kita tipis tipis dulu kali ya 😂 jangan di skip ya nanti kalau di skip kalian pada protes pada tanya kapan mesra nya mereka 😁
Pagi pagi kita mau mencari kehangatan dulu ya untuk menyambut pagi kita yang dingin 😝
Happy Reading
.
.
.
" Tak apa Honey aku suka kau cemburu tanda kau mencintaiku, tapi beri aku kepercayaan bahwa aku tak akan mungkin berpaling darimu. Aku hanya menganggap semuanya menjadi teman dia adalah laki laki yang memiliki cerita dengan adikku jadi tak mungkin jika aku memiliki rasa yang lebih dengannya…" Sarah mencoba menjelaskan memberikan pengertian kepada kekasihnya yang selalu cemburu tersebut.
" Aku akan berusaha untuk menahan rasa cemburu ku tapi mungkin jika kita memberi tau mereka bahwa kita memiliki hubungan mereka tak akan berani mendekatimu."
" Bryan kita sudah membahasnya semalam."
" Baiklah aku menyerah asal kau bisa menjaga hatimu hanya untukku."
" Sayang tak ada laki laki yang sehebat dirimu! Apalagi jika masalah kejantanan mu itu…" Sarah kini menggoda kekasihnya dia dengan cepat beralih duduk di atas pangkuan kekasihnya dengan tangan nya sudah dikalungkan ke leher Bryan.
" Kau memuji ku atau menggoda ku hem?"
" Hmm.. mungkin dua dua nya…" Sarah tersenyum menggoda di sana.
" Jangan nakal kau tau kita sedang berada di jalan."
" Aku tak nakal Honey! Aku hanya nyaman berada di dekapanmu seperti ini…" Sarah langsung menyandarkan kepalanya di dada bidang Bryan.
Bryan mencium rambut kekasihnya sebentar. " Ayo kita jalan kita sudah lama berada di sini…" Bryan bahkan tak masalah jika kekasihnya tetap seperti itu dia melajukan mobilnya dengan lambat.
Sesekali Sarah mencuri ciuman lembutnya, berada di dekapan orang yang tepat membuat hati seorang pasti terasa nyaman dan aman. Ditambah mereka saling mencintai seakan mereka memiliki seribu cara untuk membuat mereka saling bahagia satu sama lain.
Sarah kini meluma* bibir kekasihnya dengan dia yang menggoda di sana, Bryan tentu saja tak bisa menolak dengan apa yang di lakukan oleh kekasihnya itu. Dia yang juga fokus pada jalanan membuat semuanya menjadi rumit. Tapi sayangnya laki laki itu malah tak ingin melepaskan ciuman kekasihnya itu.
Sarah memejamkan matanya menikmati ciuma* yang dia mulai dari tadi. Mereka kini saling membalas saling menyesa* satu sama lain. Saling bernafas dalam ciuma* membuat mereka merasa tak kehabisan oksigen tersebut. Tangan Sarah kini berada di dada bidang kekasihnya bermain di sana dengan sesekali menggoda dada Bryan yang bidang.
" Oh shi*..." Umpatnya ketika mereka sudah saling melepaskan ciuman itu.
Sarah tertawa ketika dia merasakan ada sesuatu yang bangkit di bawah sana ditambah lagi dia mendengar kekasihnya yang mengumpat di sana. Sarah dengan segera menekan tubuhnya ke bawah bergerak pelan membuat Bryan lagi lagi harus menahan sesuatu yang tak bisa dikatakan.
" Honey kau…" Dia tak bisa berkata apa apa lagi selain dia menikmati permainan kekasihnya yang malah menekan miliknya dan itu membuatnya malah tersiksa sendiri dengan siksaan kenikmatan.
" Dam*..." Lagi lagi dia mengumpat dan itu membuat Sarah tertawa geli dia tau kekasihnya saat ini sedang tersiksa tapi dia juga sangat menikmati pemandangan kekasihnya yang fokusnya malah terbagi.
" Tugasmu hanya membuat mobil ini tak bergerak yang mencurigakan Honey…" Sarah semakin bergerak tak karuan di sana membuat Bryan benar benar tak bisa untuk bertahan.
" Honey berhenti kita berada di lampu merah…" Sarah terdiam dengan dia yang menatap ke luar.
Sarah tersenyum ketika melihat wajah kekasihnya yang merah menahan sesuatu yang bergejolak di dadanya saat ini. Bahkan pancaran matanya begitu penuh dengan hasra* yang begitu besar. Sarah kini kembali ke duduk nya dan itu membuat Bryan benar benar kehilangan kenikmatan yang barusan terjadi.
Tetapi tak disangka Sarah kini dengan cepat melepaskan gesper yang dipakai oleh Bryan mengeluarkan benda tumpul yang sudah tegang sedari tadi.
" Apa yang ingin kau.. argh…" Gerama* nya tertahan ketika rasa hangat menerpa benda tumpul itu dengan segera. Bryan yang ingin memprotesnya tak bisa berkata kata ketika malah kenikmatan yang dirasakan.
Bryan menyandarkan punggungnya memejamkan matanya ketika kenikmatan dia rasakan kembali dan untungnya semua kaca gelap dan itu tak bisa membuat orang luar melihat aktivitas mereka saat ini. Sarah masih berada di bawah sana dengan tangan Bryan yang merema* rambutnya dengan kadang dia yang memaju mundurkan gerakan kepala itu. Bryan benar benar kehilangan akal saat ini mereka tak mampu berpikir saat ini.
Suara klakson yang cukup keras membuat Bryan tersadar bahwa lampu merah telah berganti warna hijau. Dia dengan lambat melajukan mobilnya kembali dengan dia yang tak fokus saat ini. Sarah masih berada di bawah dia masih menikmati permainan barunya yang memenuhi mulu* nya sekarang.
" Honey kau membuat ku hilang akal sekarang.. aku tak bisa menyentuhmu…" Erangnya ketika dia ingin kembali merasakan kehangat milik dari kekasihnya tapi sayangnya Sarah malah bermain di saat mereka berada di jalan.
" Sekarang aku yang memanjakanmu…" Jawabnya dengan mulutnya yang penuh dengan sesuatu.
Tangan Bryan kini tentu saja yang satu nya tak hanya di kemudi tangan satunya kini berada di benda yang menempel di pah* nya dia dengan sesekali merema* nya memberikan rangsa*g* untuk kekasihnya itu. Tapi sayangnya dia yang malah lebih bergaira* saat ini.
" Ugh.. Sarah kau sangat nakal saat ini…" Erangnya ketika dia benar benar tak tahan untuk tak menyudahi sesuatu yang ingin keluar. " Aku tiba Honey."
Sarah semakin cepat bergerak dengan lidahnya dia dengan gerakan liarnya tak memberikan ampun pada benda tumpul itu, Bryan menekan tubuhnya keatas membuat dia mendesa* panjang dan sesuatu telah tumpah di mulut Sarah dengan cepat.
Denyuta* itu membuat Satah terdiam di sana benda besar itu masih berada di dalam bahkan Sarah masih menikmati denyuta* serta tumpahan yang berada di dalam mulutnya. Sarah membersihkan caira* yang mungkin tumpa* di sela sela menggunakan lida* nya dan itu benar benar membuat Bryan tak bisa berpikir lagi.
Sarah melepaskannya membersihkannya dengan tisu semuanya berantakan semuanya tak terkendali saat ini. Nafas Bryan benar benar memburu saat ini dia masih tak bisa berkata kata selain masih diam dengan menikmati sisa kenikmatan yang tertinggal.
" Kamu menyukainya?" Sarah bertanya ketika dia memperbaiki yang berantakan karena ulahnya.
" Kau sungguh nakal Sarah, kau lihat saja nanti aku akan membalasnya hingga kau meminta ampun padaku…" Geramnya.
Dia begitu menyukainya tapi dia juga menyayangkan karena mereka tak bisa bergelut di atas kasur saat ini.
" Maka lakukan setelah semuanya sudah selesai dan aku akan menunggu hukuman mu itu…" Mereka saling tersenyum dengan wajah mereka yang begitu gembira.
Rasa jatuh cinta sepertinya membuat mereka tak sadar mereka berada di mana. Mereka tak peduli dengan mereka sedang bermadu kasih bahkan di dalam mobil pun tak menjadi penghalang mereka berdua.
Jangan lupa mampir di cerita Cinta Buta ya karena cerita nya sudah bisa di buka kembali jadi jangan lupa mampir di sana juga 😁
Vote nya masih di sini ya di sana juga gak masalah terserah kalian 🥰