
“ Kau yakin ini tempatnya?”
“ Aku yakin bos! Sinyal nya di dalam.”
Zac mengerutkan keningnya ketika melihat sebuah mobil yang sengaja menerobos pintu dengan yang masih menyala. Zac yang memberikan kode agar lebih hati hati kini masuk dengan perlahan. Mereka masuk dengan hati hati, mereka menatap sekelilingnya yang tak ada siapapun di sana.
Zac menatap sekeliling nya yang tak ada orang sedikit pun, hanya ruangan yang kacau berantakan serta dua orang yang sudah mati tergeletak di lantai dengan darah yang sudah kering.
“ Tak ada siapapun di sini...” Gumam nya dengan menatap sekeliling markas kecil.
“ Kita harus hati hati karena apapun bisa saja terjadi setelah ini...” Johan memperingatkan orang orang nya yang harus hati hati saat ini.
Beberapa orang telah menyebar mencari di sekitar markas bahkan ada yang mulai menelusuri semuanya dengan perlahan. Zac dan beberapa orang juga mulai perlahan dengan melakahi mayat dua orang yang tergeletak begitu saja.
Bug!! Bug!!
Alex kini memukuli Bryan dengan keras, Bryan saat ini terikat dengan kedua tangan nya di atas kepala nya hingga membuat Alex dengan mudah menghajar nya tanpa ampun.
“ Katakan dimana adik ku hah?” Bentaknya dengan mencengkram rahangnya.
Bryan tersenyum sinis. “ Aku tidak akan memberi tahu di mana adikmu...” Ujarnya dengan ulasan senyum mengejek.
Bug!! Bug!!
Bryan hanya meringis kesakitan ketika hidungnya dipukul oleh tangan Alex. Darah keluar begitu saja dari hidung Bryan tapi tak membuat Bryan menyerah begitu saja.
Argh....
“ Hei jangan sakiti wanita ku....” Bryan mengamuk dia memberontak ketika ia mendengar teriakan dari Sarah yang di jambak oleh orang Bryan saat ini.
“ Katakan di mana adik ku jika kau tak ingin aku melukai kekasihmu.”
“ Jangan katakan Bryan! Jangan katakan! Dia pantas mati karena ulahnya...” Sarah kesakitan ketika tarikan itu semakin kencang ia rasakan. “ Jangan pedulikan aku, aku tak peduli. Nicolas berhak mati...” Teriaknya dengan keras.
“ Jadi kalian masih tak ingin memberi tahu di mana Nicolas heh?” Alex yang membawa besi yang sudah dibakar kini dengan cepat sengaja menempelkan ke kaki Bryan hingga membuatnya berteriak kepanasan serta kesakitan.
“ Alex kau memang keji! Aku tak ingin hidup dengan seorang monster sepertimu...” Angel yang juga ada di sana menjadi saksi di mana Alex begitu keji.
Selama di dalam penjara, Alex seperti orang yang tak berdaya seakan ia tak memiliki sisi buruk seperti yang dilihat sekarang. Entah apa yang membuat dia berubah seperti ini. Alex saat ini mengerikan bahkan dia tega melakukan hal yang diluar nalar nya.
Argh!!
“ Sarah!” Bryan berteriak ketika melihat kekasihnya di beri kejutan listrik oleh orang orang itu yang membuat Sarah tak sadarkan diri dengan cepat.
“ Kau-“
“ Jangan membela nya Sayang!” Suaranya begitu mengerikan yang membuat Angel merinding.
Bryan yang terbawa emosi kini dengan perlahan mundur dengan cepat ia lompat menendang punggung Alex dengan keras hingga membuatnya terpental dengan tersungkur di lantai dengan cukup keras.
Alex yang merasa kesal kini kuberdiri dengan cepat dengan emosi yang membara ia maju dengan keras ia juga menendang perut Bryan hingga membuat Bryan mundur dengan cukup jauh.
“ Alex hentikan!” Angel berteriak agar Alex menghentikan pukulan yang terus menjalar ke Bryan dengan membabi buta.
Bug!! Angel terjatuh dana terpental di lantai dengan kasar yang membuat punggungnya terasa ingin lepas karena masih terluka. Bekas pukulan tadi masih belum hilang kini harus ditambah lagi dengan dia yang terjatuh.
“ Angel kau tak apa?” Alex merasa cemas ketika ia tanpa sengaja memukul Angel yang membuat dirinya terjatuh.
“ Cukup! Hentikan ini semua Alex! Ku mohon hentikan!” Ujarnya dengan memohon. “ Aku lelah seperti ini...” Sambungnya dengan dia yang meneteskan air mata nya.
Dia yang menatap Bryan sudah tak berdaya dengan dia yang sudah lemas karena pukulan yang bertubi tubi dari tadi, sedangkan Sarah kini sudah pingsan karena kejutan listrik yang ia terima tadi. Angel kini meneteskan air matanya karena ulahnya juga ini semua bisa terjadi.
Sedangkan orang orang itu kini sedikit mendengar suara yang jauh dari markas utama yang mereka datangi tadi. “ Bos seperti nya ada suara dari arah sana! Dan itu ada markas kecil lagi.”
“ Ayo kesana.”
Zac serta orang orang nya kini berlari menuju markas yang letaknya cukup jauh dari markas yang utama mereka datangi tadi. Semua orang yang di sana merasakan jantung yang terasa ingin lepas sebelum ia melihat Bryan hidup.
“ Jangan lemah Alex!” Arya yang menyaksikan ini semua tadi merasa senang karena cucu nya menjadi brutal tapi saat ini dia merasa geram karena dia melihat Alex yang seakan luluh karena hatinya.
“ Wanita hanya pandai mempedaya saja...” Sambungnya dengan geram.
“ Hentikan kumohon!” Suaranya bergetar dengan sisa tangisan yang tak ada ujung ujung dari tadi. “ Sampai kapan pertengkaran ini terjadi. Ku mohon hentikan.”
“ Jangan berhenti. Kau belum menemukan jawaban di mana Nicolas...” Alex yang mendengarkan sang kakek kini juga tak bisa mengatakan apa yang dikatakan wanita yang ia sukai.
Hatinya hancur melihat Angel yang tersiksa seperti ini, dia juga sakit menyiksa Angel yang seperti tadi. Hatinya seakan tak rela melihat wajah ayu nya kini penuh dengan luka lebam serta darah yang mengering di sudut bibirnya saat ini.
“ Alex bangun! Temukan adik mu...” Arya yang berteriak kini membuat Alex terkejut dan tersadar dari tatapan penuh iba.
“ Ku mohon hentikan!” Angel menggeleng dia tak ingin ini berlanjut lagi.
“ Bangun!” Arya berdiri dengan cepat menghampiri Alex yang hanya diam membeku di tempat.
Bugh!! Bugh!!
Arya dengan kasar menendang Alex hingga membuatnya juga tersungkur di lantai dengan meringkuk. Arya yang geram malah menendengai Alex berulang kali hingga membuatnya tak berdaya dengan meringis kesakitan saat ini.
“ Sudah ku katakan jangan lemah karena wanita! Kau ingin seperti Ayahmu yang rela mati hanya karena cinta nya hah?” Dia berteriak dengan kencang yang terus memberikan tendangan bertubi tubi saat ini. Alex hanya bisa meringkuk tanpa ingin membalasnya.
Matanya berkaca kaca dengan ia menatap kearah Angel yang juga menatap dirinya yang penuh dengan kasihan. “ Kau memang harus aku beri hukuman karena lemah karena wanita seperti dia.”
Arya yang tak suka jika keluarga nya lemah karena cinta kini terus menghajar sang cucu dengan kasar. Bryan yang hanya bisa menatapnya dengan rasa lemas yang tak berdaya saat ini.
Bruak!!!
Bersambung ya,
Kurang beberapa bab lagi kita akan akhiri pertikaian ini ya mak, nanti kita ketemu dengan anak nya bang Jonathan dan Ara.
Sambil nunggu bab ini muncul, mampir juga yuk Di Orang Ke Tiga, romansa. Punya e mince juga kalian bisa cari di profil mince.
Jangan lupa untuk tinggalkan semua jejak kalian ❤❤😁