Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Pergerakan 16



“ Sial....” Bryan mondar mandir karena dia juga panik. Untuk saat ini menghadapi lawan nya seorang diri juga tak mungkin kondisi serta tenaga nya sudah habis terkuras.


“ Bryan apa yang harus kita lakukan?” Jantung mereka terasa akan lompat. Hawa panas seakan membuatnya menjadi panas karena kecemasan mereka.


“ Ayo...” Bryan dan Sarah kini melewati sungai kecil melintasi dengan cepat agar tak terlihat oleh para lawan nya yang sedang mengejarnya.


“ Ga ada jalan lain jika mereka tiba di sungai ini...” Para orang orang itu kini tiba di tepi sungai yang telah diduduki oleh Sarah tadi.


Semua orang mengedarkan pandangan mencari jejak kedua orang yang mereka cari saat ini. “ Aku pernah melewati sungai kecil ini, di ujung sana seperti ada desa kecil...” Ujar salah satu mereka.


“ Benarkah?”


“ Jika kita kesana mungkin kita bisa menemukan kedua orang itu.”


“ Lewat mana?”


“ Kita harus melewati sungai kecil ini.”


“ Baiklah ayo.”


Mereka bertiga kini melewati sungai kecil untuk mencari keberadaan Bryan dan Sarah yang lolos begitu saja. Sedangkan Bryan dan Sarah juga terus berlari mencari tempat persembunyian. Mereka terus berlari tak peduli sudah sejauh mana mereka berlari.


“ Jalan buntu...” Bryan menggeleng ketika tak ada jalan lain selain sungai yang sedikit besar di depan nya saat ini.


“ Kita melewati jalan yang salah...” Gumam nya dengan yakin jalur mereka tadi adalah kesalahan yang tak seharusnya mereka lewati.


“ Apa kau yakin mereka kemari?”


“ Sungai ini jalan jalan satu satu nya yang buntu. Jika mereka kemari tak ada jalan lain selain mereka terpaksa harus menyerahkan diri kepada kita.”


“ Bryan...” Bisiknya kepada Bryan ketika mendengar suara orang orang itu yang hampir dekat dengan mereka.


“ Tak ada jalan lain selain kita harus masuk kedalam air...” Lirihnya dengan pelan.


Bryan megandengan tangan Sarah memasuki air sungai yang jernih tersebut. Dengan perasaan kacau dan tak karuan saat ini mereka berdua hanya bisa pasrah dengan keadaan yang ada di depannya. 


“ Nah itu sungai besarnya. Seharusnya mereka ada disini.”


Bryan memberikan kode agar menenggelamkan tubuh mereka agar tak ada yang melihat mereka yang sudah berada di dalam sungai saat ini. Sarah mengangguk dengan keterpaksaan nya.


“ Seharusnya disini ada jembatan besar untuk para warga melintasinya. Tapi dimana jembatannya...” Salah satu dari mereka berdiri di tepi sungai mencari jembatan yang akan mereka sebrangi.


“ Kau menipu kami.”


“ Tidak.. aku pernah melewati jembatan itu dan aku yakin disini ada jembatan.”


Sedangkan Sarah dan Bryan yang sudah berada di dasar air sungai seakan tak sanggup bertahan lama di sungai. Mereka mencoba untuk tenang agar tak ketahuan orang orang yang masih ada di atasnya.


“ Dasar bodoh seharusnya kita tak menuruti kata nya.”


“ Kau benar! Lihatlah kita sudah basah dan kita tak menemukan kedua orang itu.”


“ Tapi aku yakin mereka pasti ada di sekitar sini...” Salah satu dari mereka yakin bahwa orang yang mereka cari ada di sekitar sungai.


“ Kau buka matamu! Kau lihat ada jejak mereka atau tidak heh? Malah kita yang terjebak disini karena ulahmu...” Ucapnya dengan kesal.


Sarah yang memberikan petunjuk untuk naik keatas kini harus dibalas gelengan kepala karena Bryan masih bisa mendengar serta melihat ketiga orang itu belum pergi dari sini.


“ Ayo kita pergi dari sini.”


“ Kita cari di tempat lain.”


“ Tapi aku yakin mereka di sekitar sini.”


“ Kau saja yang ada disini...” Kedua orang itu pergi meninggalkan teman nya yang masih yakin bahwa orang yang mereka cari ada di sana.


Perdebatan mereka sebenarnya membuat jantung kedua orang yang berada di bawah sungai terasa cepat, mereka panik karena nafas mereka hampir habis. 


Mata orang itu menatap ke sebuah air yang jernih, dia melihat ada seperti gelembung yang muncul dari dasar lain. Bryan yang mendengar suara seperti ada orang yang masuk kedalam air kini bertambah panik.


“ Sial.. kita akan ketahuan...” Batinnya dengan dia terus mendekap Sarah di dalam air sungai.


“ Aku seperti melihat gelembung udara yang dari dasar air sungai.”


“ Dasar bodoh.. itu bisa saja ular atau buaya. Kau ingin mati disantap hewan buas.”


Orang itu segera naik ke dasar berjalan sedikit menjauh dan berlari, dia berpikir benar bahwa itu bisa saja hewan buas yang ingin memakan nya. ketiga orang itu kini dengan segera pergi dari sana yang membuat Bryan dan Sarah segera naik ke atas dengan batuk batuk karena nafasnya yang sudah hampir habis.


Uhuk!! Uhuk!! Uhuk!!


“ Kau tak apa?” Bryan menepuk punggung Sarah ketika ia melihat suara batuk dari kekasihnya.


“ Aku.. tak.. apa....” Katanya dengan terbata bata.


Bryan mendekap Sarah memeluknya dengan perasaan lega mereka berjuang lari dari para musuh dan hampir kehilangannya nyawanya karena mereka tak memiliki pilihan lain selain menenggelamkan dirinya ke sungai tersebut. Dan untungnya mereka tak menyadari bahwa kedua orang itu ada di sana.


“ Kita kemana lagi?”


“ Kita harus bisa keluar dari sini.”


“ Kata orang tadi ini jalan terakhir.”


“ Tidak! Aku yakin ada orang yang bisa menolong kita keluar dari sini. Jika disini ada aliran sungai aku yakin akan ada orang yang mengambil air.”


“ Lalu kita?”


“ Kita harus menemukan jalan untuk menyebrangi sungai ini. Di ujung sana pasti ada jalan untuk kita keluar.”


“ Baiklah.”


“ Kau masih kuat untuk jalan?” Sarah mengangguk dengan pelan.


Kini mereka berdua berjalan kembali mencari jalan untuk keluar dari hutan yang lebat ini. Mereka berjalan cukup jauh dari tempat mereka tadi, mencari orang yang mungkin saja bukan orang orang yang ingin bunuh mereka.


Dor!! Satu tembakan yang tempat dari arah belakang yang membuat mereka terkejut dengan mereka mengangkat kedua tangan mereka secara spontan. Bryan dan Sarah sama sama saling menatap.


“ Kita tertangkap Bryan...” Gumam nya dengan pelan.


“ Kau harus tenang jangan panik. Aku akan melawan mereka, dan kau harus lari cari bantuan. Jika kamu bisa keluar dari sini segera temukan orang orang kita. Kau dengar.”


“ Aku tidak akan meninggalkanmu...” Katanya dengan tegas.


“ Jangan keras kepala.”


Mereka yang saling berdebat dengan saling menatap masih terdiam dengan mengangangkat kedua tangan mereka ke atas. Jantung mereka sudah memompa begitu cepat. Bahkan detak jantung mereka sampai terdengar karena terlalu kencang bagi mereka berdua.


“ Pergi jika bahaya mengintai jangan hiraukan aku dan cari pertolongan...” Bryan berucap ketika mendengar langkah kaki orang yang ada di belakang nya mendekat. 


Bersambung besok lagi ya,


Selamat malam buat kalian yang masih terjaga kayak Mince,


Dan selamat mimpi indah buat kalian yg sudah mulai terlelap,


Bagaimana masih aman kah malam ini setelah baca bab malam ini, aman dong ya hehehehe,


Jangan lupa untuk meninggalkan jejak nya dong


Like..


Komen..


Vote..


Hadiah..


Kasih ulusan sebanyak banyak nya


Ulusan sudah paham dong caranya, pasti paham don g ya,


Terima kasih untuk kalian yang masih mampir di sini.