Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Tempat Baru 5



" Keluar.. keluar.. keluar!" Para Sipir kini sedang membuka kamar sel seluruh tahanan yang ada di sana. 


Para tahanan kini keluar dengan merasa heran karena untuk pertama kalinya mereka di keluarkan malam malam begini, biasanya mereka akan di keluarkan pada pagi hari hingga siang hari. 


" Ada kenapa kita di keluarkan malam hari?" Mereka saling bertanya tanya tapi tak ada satu orang pun yang menjawab dari semua yang ada di benak mereka saat ini.


" Keluar semua! Malam ini Kepala Sipir kita sedang berulang tahun jadi malam ini kalian akan makan di kantin tahanan dan sedikit ada pesta untuk kalian semua."


Suara sorak senang dari mereka semua kini terdengar begitu ramai ketika Sipir menjawab pertanyaan yang ada di benak mereka saat ini. Mereka semua tentu senang mendapatkan makanan yang mungkin enak saat ini. 


Tak ku sangka Tuhan sangat berpihak kepadaku, terima kasih Tuhan. 


Alex berjalan dengan dia yang senang dia merasa senang rencananya kabur malam ini seakan di dukung oleh Takdir dan Kepala Sipir seperti membantu nya secara langsung. Alex berjalan paling belakang mengikuti para tahanan yang lain, yang akan masuk ke dalam kantin makan malam hari ini.


" Jangan ada yang ribut! Jika kalian ada yang ribut dan buat kekacauan malam ini, kami pastikan kalian akan mendapatkan hukuman yang lebih mengerikan…" Sipir itu memperingatkan para tahanan dengan penuh penekanan. Matanya mencari ke arah Alex yang berjalan pelan dengan dia yang berpikir sesuatu.


Jika aku tak membuat kekacaun maka aku tak akan bisa keluar dari kantin ini? Aku akan buat sedikit keributan di sini agar bisa keluar dari sini. 


Alex berpikir keras dia berusaha menemukan cara untuk membuat kekacauan yang pada akhirnya dia bisa lari dari sana. Matanya menatap sekelilingnya melihat ke atas melihat CCTV yang bertebaran di sana. 


Giliran Alex menerima makanan yang telah disiapkan oleh Sipir Sipir itu, kini dia berusaha untuk tetap tenang agar tak ada yang mencurigai nya sedikit pun. 


" Ah jadi ini Mantan Komandan kita yang sekarang berada di sini!" Para Sipir itu mengejek Alex dengan terang terangan saat ini. 


" Lihatlah penampilannya sekarang seperti penjahat sungguhan!" 


" Kasihan sekali nasibnya yang berantakan gara gara lalai dalam tugasnya, sekarang dia yang menanggung akibatnya."


Alex hanya diam mendengarkan orang orang tengah membicarakan dirinya, dia mencoba keras untuk tenang dia berusaha untuk tak terpancing emosi selama jam yang disepakati oleh adiknya tadi.


Dia berjalan mencari tempat duduk semua mata tertuju ke arah yang berjalan dengan gaya sombongnya, meskipun wajahnya sudah babak belur tapi dia masih bisa berjalan dengan sombong dan begitu arogan. Semua orang merasa geram melihat tingkahnya yang begitu sombong di sana.


" Lihatlah gaya nya yang sombong!" Bisik para tahanan itu.


" Minggir aku ingin duduk di sini…" Alex mengusir satu orang yang sedang makan di sana. 


" Jika aku tak mau? Kau mau apa?" Tantangnya orang itu.


Tenang Alex belum waktunya. Batinnya.


Alex dan orang itu hanya saling berpandangan dengan mata yang menyala menantang. 


Bruak!! Prank!! 


" Kau menantangku heh?" Orang itu dengan segera mencengkram baju yang dipakai oleh Alex. 


" Aku hanya ingin duduk di sana tidak ada yang menantangmu! Apa kau tak bisa membedakan mana yang menantang dan mana yang tidak…" Alex menepis tangan orang itu.


Sipir yang ada di sana kini langsung segera pergi meninggalkan kantin itu mereka membiarkan apa yang terjadi di sana. Membiarkan keributan yang ada di kantin dengan senang.


Bug!! Orang itu dengan segera menendang perut Alex dengan keras membuat Alex mundur yang hampir terjatuh. Dia hanya mundur dengan membentur dinding punggungnya. 


" Maju kau brengse*..." Suruhnya dengan keras. Seluruh tahanan yang ada disana kini langsung berdiri bersorak senang melihat pertunjukan yang akan menghibur mereka.


Alex hanya diam dia masih menahan rasa sakit pada perutnya, pukulan yang tadi saja masih belum hilang rasa sakitnya ditambah lagi sekarang dia harus merasakan tendangan lagi yang tepat sasaran. Orang itu yang menghampiri Alex dia ingin memberikan tendangan pada perutnya harus mengenai dinding karena Alex dengan cepat menghindar. 


Jika aku tak melawan aku bisa mati konyol di sini, aku harus bisa keluar dari kantin dan menuju belakang tahanan ini untuk kabur. Batinnya 


Alex maju dia melawan orang yang saat ini juga memukulnya secara tiba tiba dari tadi, Alex menepis pukulan pada kepalanya, kini tangannya yang harus merasakan pukulan itu. Alex menyasar wajah orang itu tepat di matanya membuat orang itu mundur merasakan rasa panas pada matanya.


Alex menatap jam yang ada di sana kini saatnya dia harus keluar dia yakin sang adik pasti ada di sana saat ini. Dia lari menuju pintu kantin.


Bug!!


Kini dia terjatuh ketika sebuah pukulan gelas yang mengenai lutut belakangnya langsung spontan berlutut dengan terjatuh. Orang itu kini berlari dengan kencang menendang punggung Alex hingga membuat Alex benar benar tersungkur dengan tengkurap. Alex berbalik dengan segera dia menghindar lagi ketika orang itu ingin menginjaknya dengan kaki besarnya itu.


Alex berusaha untuk bangun, tapi dia kalah cepat orang itu kembali ingin menginjaknya dengan kedua tangannya dia menahan kaki itu dia masih berusaha keras untuk melawan orang itu. Dia tak ingin mati konyol di sana. Dia berusaha untuk mendorong kaki itu dengan kuat agar kakinya tidak mengenai dada nya.


Argh….


Dia berteriak kencang seakan mengumpulkan tenaga untuk mengalahkan orang itu, orang itu kini kalah dia terjatuh dengan terpental segera. Alex dengan cepat berlari keluar dari kantin itu. 


Tak ada penjaga di sini. Lagi lagi Takdir memberkatiku untuk kabur dari sini. 


Alex berlari kencang menuju ketempat belakang yang dimana di balik dinding yang tinggi itu ada adiknya yang sedang menunggu di sana. Dia menarik bibirnya ketika melihat ada sebuah tali besar yang saat ini sudah tergantung di sana. Dia semakin bersemangat melihat dinding itu yang sudah ada di depan matanya. 


Alex meraihnya dan menarik tali itu, dan dapat dipastikan bahwa yang ada di balik dinding itu adalah adiknya karena kode mereka sama dan hanya mereka yang tahu kode yang telah mereka isyaratkan untuk mereka kabur. Alex merasakan ini semua adalah rencana yang tersusun rapi dan mereka akan berhasil karena tak ada siapapun yang ada di sana untuk menghalangi mereka berdua.


Rencana ku berhasil. Batinnya dengan senang.


Sambung besok lagi ya 🤭 karena banyak lomba hari ini di sini jadi Mince mau ikutan lomba dulu 😝😝 tapi lomba apa yang cocok untuk Mince ya 🤭


Yang Cinta buta gak bisa di buka sabar dulu ya masih perbaikan kalau umpama sampai awal bulan tetap gak bisa di buka bikin season dua aja kali ya mak 🙂


Vote hadiah ramaikan kolom komentar dulu 😘😘