Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Yakin 1



Jeng 


Jeng


Jeng


Perkataan Sarah membuat semua orang yang di sana membeku di tempat, Bryan serta Leon juga masih terdiam dia mencernah apa yang dikatakan oleh wanita itu. Mereka masih belum bisa berkata apa apa selain masih diam.


Sedangkan Sarah masih menangis dia masih tak menyangka orang yang menghilangkan nyawa keluarganya adalah mantan kekasihnya, orang yang pernah ada di hatinya, orang yang pernah saling tertawa dengan bahagia bersama. Laki laki yang tahu bagaimana dia menghidupi adiknya serta menyayangi adiknya, laki laki yang tahu bahwa hanya Amel yang dia punya saat ini.


Tetapi Sarah berharap bukan dia yang menghilangkan nyawa keluarga, dia masih ingin menyangkal bahwa laki laki itu ada di balik ini semua, dia masih berharap bahwa laki laki itu tak melukai keluarga, dia berharap orang lain yang membuat adiknya pergi untuk selamanya.


" Bagaimana mungkin kamu bisa yakin jika dia adalah pelaku dari ini semua?" Bryan membuka suaranya ketika dia kembali dengan kesadaran nya. 


Sarah menghapus air matanya dia menormalkan dirinya dia mencoba menguasai emosinya. " Leon bisakah kamu keluar! Istirahatlah dulu di kamar kakak kau juga butuh untuk menenangkan dirimu."


" Baiklah kakak!" Leon kini menjadi anak yang patuh.


" Di sebelah kamar ini adalah kamar kakak mu jadi masuklah kesana…" Timpal Bryan yang di angguki oleh Leon.


Leon kini segera turun dari kasur dia berjalan keluar dari kamar itu, langkahnya begitu berat dia ingin tahu apa yang ingin dibahas oleh kedua orang dewasa itu tapi dia tak bisa untuk membantah ketika kakak nya ingin dia untuk beristirahat.


" Kau ingat laki laki yang mengejarku pada malam hari dan kamu yang menyelamatkan ku…" Sarah mulai bicara dengan dia mengingat kejadian dimana kedua laki laki itu pernah bertemu.


Bryan mencoba mengingatnya tapi sepertinya dia melupakan. " Kau sempat bertarung dengannya, aku ketakutan ketika dia memanggil nama ku, kamu yang menghajar nya malam itu…" Sarah mencoba mengingatkan dimana malam Sarah di kejar dan di selamatkan olehnya.


" Aku ingat! Lalu?"


Sarah membuang nafasnya dengan kasar seakan luka lama kini harus dia buka kembali, luka yang bertahun tahun sulit disembuhkan kini tiba tiba harus diungkit olehnya. 


" Dia mantan kekasih ku!" 


Deg!!


Ada ribuan pisau yang seakan menancap di hati Bryan ketika wanita itu mengatakan hal ini.


" Laki laki yang membuat ku pernah bahagia, tetapi juga laki laki yang membuat ku hancur serta ketakutan ingin memulai hubungan dengan orang lain. Dia Nicolas laki laki yang memiliki tato rusa di dadanya, laki laki lembut serta laki laki yang tempramental…" Sarah mengingat jelas perlakuan manisnya serta perlakuan kejam yang sering dilakukan oleh Nicolas.


" Kau yakin dia pelakunya?" Suaranya kini sinis ada pisau yang menahan hatinya untuk berkata lembut saat ini.


Bryan mengangguk meskipun hatinya merasakan sakit ketika wanita yang dicintainya malah ingin menceritakan kisahnya dengan laki laki lain yang pernah ada di masa lalunya.


Flashback On


Nicolas dan Sarah adalah pasangan muda mudi yang saling mencintainya, kedua insan yang selalu berbahagia saling bertukar cerita saling tertawa, Nico adalah laki laki yang gagah memiliki rahang yang tegas serta memiliki postur tubuh yang begitu sempurna.


Mereka menjalin hubungan bertahun tahun dengan kebahagian yang sempurna, tak ada air mata kesedihan yang tercipta di hubungan mereka berdua. Nico yang ingin menikahi Sarah harus terhalang ketika Sarah berkata.


" Honey aku ingin mengenalkan kamu kepada keluargaku, kakakku yang sebentar lagi akan naik jabatan di salah satu militer menginginkan aku menikah sebagai hadiahnya…" Nico dan Sarah waktu itu sedang duduk dengan kepala Sarah yang bersandar di dada nya.


" Aku bahagia kau memiliki niatan untuk mengenalkan aku kepada kakak mu tetapi jika untuk melangkah ke hal yang lebih serius aku harus pikir pikir dulu Nic…" Sarah kini duduk tegak menatap kekasihnya yang juga menatapnya dengan heran.


" Apa kau meragukan ku?"


" Tidak! Bukan karena aku meragukanmu atau aku tak mencintaimu, aku ingin fokus kepada Amel. Kau tahu tanggung jawabku sebagai kakak kepada Amel belum selesai, aku ingin fokus kepada adikku dulu, mungkin jika aku sudah menemukan orang yang tepat untuk nya aku bisa melangkah bersama mu."


" Jadi kau tak ingin menikah denganku karena adikmu yang belum menemukan orang yang tepat? Sampai kapan Sarah? Bahkan adikmu saat ini masih sekolah dan kau masih mau menunggu selama itu?" Nadanya kini tinggi.


" Aku tahu maka dari itu aku masih ingin fokus dengan adikku dulu, jika nanti dia sudah selesai aku akan fokus dengan diriku. Bersabarlah untuk menungguku sebentar saja, aku janji hanya sebentar."


" Tidak!" Tolaknya dengan tegas, Nicolas berdiri dengan wajahnya yang marah. " Aku tidak mungkin menunggu Amel sampai dia menemukan orang yang tepat sepertimu, jika kau berkata seperti itu sama saja kau membuat dia beban untuk mu dan beban untuk hubungan kita."


" Nicolas dia adikku keluarga satu satunya yang aku punya saat ini, bagaimana kau bisa berkata bahwa dia beban untukku, selama ini aku merawatnya dari kecil tanpa mengeluh sedikit pun dan tak pernah berpikir bahwa adikku adalah beban untukku, jika kamu merasa dia adalah beban untuk hubungan kita maka jangan teruskan hubungan yang membuatmu beban."


Sarah yang ingin pergi kini dijambak oleh Nicolas dengan keras hingga dia mundur seketika dengan rasa sakit pada kepalanya. " Auwh…" Rintihnya kesakitan dengan memegang kepalanya yang terasa sakit.


" Kau ingin mengakhiri hubungan ini karena adikmu itu hah? Kau pikir aku akan menerima ini semua? Kau milikku hanya milikku, tak ada yang bisa memilikimu selain aku meskipun itu adikmu sendiri…" Bisiknya dengan suara sinisnya.


Sarah meringis kesakitan dia menginjak kaki Nicolas dengan kencang hingga membuat rambut itu terlepas dari tangannya yang kasar. 


" Aku hanya akan memilih adikku jika kau menganggap dia adalah beban bagiku, dia adalah keluargaku. Aku akan menikah dengan orang yang menyayangi dan juga yang tak menganggap adikku adalah beban baginya. Jika kau tak menerima ini semua maka aku akhiri hubungan ini…" Sarah yang juga terbawa emosi karena rasa sakit pada kepalanya juga rasa sakit pada hatinya membuatnya berkata demikian.


Tapi apa yang dikatakan Sarah membuatnya tak sadar bahwa itu adalah bencana yang membuatnya semuanya hancur dalam sekejap. Ancaman yang Sarah keluarkan bukanlah main main dia sungguh akan meninggalkan Nicolas jika dia tak menerima adiknya juga.


" Jadi kau memilih adikmu di banding aku?" Suaranya kini berubah menakutkan di telinga Sarah.