
" Hubby kau mau kemana malam malam begini?" Val yang tadi tertidur pulas kini merasakan pergerakan sang suami yang seakan panik dan sedikit terburu buru.
" Sayang apa aku membangunkanmu? Maafkan aku jika aku mengusik tidurmu!" Jawabnya tanpa melihat kearah istrinya yang menatap dirinya dengan penuh tanda tanya.
Val yang menatap suaminya kini langsung turun dari bed nya ketika sang suami memilih membuka brankas kamarnya dan mengambil sesuatu yang telah lama berada di dalam brankas tersebut.
" Zac ada apa? Apa sesuatu telah terjadi?" Val menyentuh pundak sang suami dengan suara yang sedikit bergetar.
" Tidak ada apa-apa Honey! Percayalah semuanya baik-baik saja sekarang lanjutkan tidurmu hem!" Zac sedikit menenangkan istrinya meskipun dia sendiri tau ini tak akan berhasil.
" Katakan sesuatu ada apa Hubby? Jangan berbohong kepadaku!" Zac tau istrinya tak bisa dia bohongi dengan mudah, saat ini dia juga tak punya pilihan untuk berkata jujur.
Tok!! Tok!!
" Tuan! Tuan!" Gumam nya dengan pelan.
Kedua orang yang ada di kamar itu kini saling menatap kearah pintu yang masih tertutup rapat. Zac menghela nafasnya dengan pelan dia harus menjelaskannya tapi dia tak memiliki banyak waktu.
" Jika tak ada sesuatu yang bahaya tak mungkin Steve ada di sini tengah malam, tolong katakan ada apa?" Desaknya dengan menghalangi suaminya yang ingin pergi.
" Sayang keadaan sangat serius saat ini, Bryan dan Antoni dalam bahaya sekarang. Aku tak bisa menjelaskan lebih banyak yang saat ini penting ada segera menemukan mereka berdua, jadi aku mohon izinkan aku pergi sekarang."
" Apa yang terjadi Hubby?"
" Sayang kita semua harus siapa apapun yang terjadi nanti, hal baik maupun hal buruk sekalipun, tapi aku janji aku akan membawa putra kita dengan keadaan hidup. Jadi aku tak banyak waktu aku harus pergi…" Zac hanya mencium kening Val sebentar lalu pergi meninggalkan istrinya yang saat ini tengah cemas setelah mendengarkan apa yang dikatakan oleh dirinya.
" Ya Tuhan aku mohon lindungi mereka semua saat ini, hanya engkau yang bisa menjaga mereka saat ini…" Doanya dengan dia yang berjalan mondar mandir di dalam kamarnya.
Zac serta Steve kini berjalan menuruni anak tangga. " Kau disini juga? Di mana yang lain?"
" Mereka berpencar bos!" Zac mengangguk mengerti.
Mereka bertiga yang ingin turun kini tak sengaja Sarah bertemu. " Sarah masuk ke dalam kamarmu dan tidurlah…" Perintanhnya.
Sarah yang hanya diam di depan pintu membuat seorang yang ada di belakang Zac juga membuka suaranya. " Tidurlah ini sudah malam."
Sarah hanya mengangguk tapi dia tak kembali masuk melainkan melihat ketiga orang itu pergi dan para penjaga yang ada di sana kini juga bergerak berjaga jaga dirumah itu.
" Aku yakin ada yang tidak beres…" Sarah yang penasaran dan juga cemas kini memilih mencari jawaban dia berjalan menuju kekamar seseorang yang akan menjawab semua pertanyaan yang ada di pikirannya.
Ceklek!!
" Sarah!"
" Mom…!"
Kedua wanita itu saling berhadapan satu sama lain. " Ada apa sayang?" Val mencoba untuk tenang.
" Mom aku tadi melihat Tuan Zac dan Tuan Steve serta suhu Monica terburu-buru, apa ada ada masalah?"
Berarti ini begitu serius hingga semuanya turun! Ada apa dengan Bryan dan Antoni?
" Mom apa ada masalah?"
Sarah diam dia bisa melihat wajah dari ibu sang kekasih tampak cemas tapi dia juga tidak berani terlalu banyak bertanya.
" Sarah apapun yang terjadi percayalah suami ku akan tetap membawa putra ku dan kekasihku pulang dengan selamat."
Deg!!
" Mom ini pasti telah terjadi sesuatu buruk? Katakan ada apa? Apa Bryan sedang dalam bahaya?" Panik! Tentu saja dia sangat panik, siapa yang tidak panik jika mendengar kata kata itu dari ibu kekasihnya.
" Mommy belum tau pasti sayang hanya saja kita harus siap dalam keadaan apapun, baik itu kabar baik maupun kabar buruk sekalipun."
" Aku sudah katakan untuk stop balas dendam ini Mom! Kenapa tak ada yang mau mendengarkan ku, inilah yang aku takutkan. Jika terjadi sesuatu dengan Bryan aku tak akan bisa memaafkan diriku sendiri…" Air mata menetes begitu saja rasa sedih seakan memenuhi dirinya saat ini.
Valery bisa merasakan tangisan nya yang tulus dan kekhawatiran nya saat ini tapi dia juga tak bisa berbuat apa apa. Dia juga cemas sama dengan Sarah tapi dia juga tak bisa bergerak ataupun melarangnya saat ini. Saat ini dia hanya butuh menunggu kabar.
Val memeluk tubuh Sarah dia merasakan getaran tangisan yang begitu tertahan. Val hanya mampu memberikan ketenangan meskipun dia sendiri juga butuh kabar yang membuatnya tenang akan situasi saat ini.
" Kita hanya perlu berdoa dan menunggu kabar. Aku harap semuanya baik baik saja dan selamat…" Doanya saat ini hanya keselamatan dari semua anggota keluarganya.
***
" Apa tak ada satu petunjuk di mana keberadaan Bryan ataupun Antoni?" Zac kini menatap satu persatu orang orang nya yang hanya bisa menunduk.
" Tidak ada! Semuanya nihil. Kami sudah menyebar ke seluruh kota untuk mencari mereka tapi tak ada kabar satupun yang kami terima saat ini…" Albert yang berdiri di sana menjelaskan apa yang sudah mereka lakukan.
" Kamu adalah orang pertama yang paling dekat dengan mereka! Apa kau tak mencurigai bahwa ada sesuatu yang terbongkar atau mereka tak mengatakan apapun?"
Albert hanya menggeleng dengan merasa bersalah. " Dasar bodoh! Apa saja yang kau lihat dari mereka hal seperti ini saja tak membuatmu curiga sama sekali…" Ucapnya dengan kesal.
" Maafkan aku bos! Harusnya aku lebih peka dengan keadaan di sana."
Zac menahan amarahnya dia mondar mandir di sana dia juga cemas tapi dia mencoba untuk setenang mungkin dengan memikirkan apa kelanjutannya saat ini.
" Steve kau menemukan sesuatu?"
" Tidak ada bos! Semua yang aku lacak tak mendapatkan sinyal sedikitpun…" Zac mengusap wajahnya dengan kasar mendengar jawaban dari sang asisten.
" Abhi di mana? Aku tidak melihatnya?"
" Abhi dan Andre memimpin pencarian."
" Baiklah sekarang kita harus siap menerima kabar apapun, hal buruk atau baik kita harus siap. Sekarang kita harus mencari tau keberadaan mereka. Al kau belum terbongkar bukan? Jadi cari tau keberadaan mereka dan apa saja yang terjadi…" Perintahnya dengan cepat.
Albert mengangguk meskipun Zac terlihat kuat dan tegar semua orang yakin ini akan menjadi hal buruk ketika kabar yang tak diinginkan.
" Zac kamu tak apa? Apa sebaiknya kita menyerang mereka sekarang?"
" Aku baik Paman! Jangan terburu-buru. Aku masih yakin bahwa Bryan dan Antoni tidak di tangkap mereka, jika kita terburu-buru semua rencana kita akan berantakan. Jadi kita tunggu kabar dari mereka, setidaknya sampai besok pagi."
" Baiklah."