Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Serangan 2



" Dad?" Bryan langsung berdiri ketika melihat siapa yang datang. Dia dengan segera menarik pistol yang ada di pinggang pamannya Abhi.


Bryan kini menodongkan pistol itu tepat di depan orang tamu yang baru masuk ke dalam markas besar itu dan semua orang tak terkejut sama sekali, William dan Cristian sebenarnya juga terkejut tapi mereka tampaknya bisa menguasai dirinya sendiri.


" Son tak baik menyambut seorang tamu dengan menodongkan pistol seperti itu, kamu membuat tamu tamu kita takut…" Zac juga berdiri menyingkirkan pistol yang ada di tangan putranya dengan segera.


" Tapi Dad dia?" Tunjuknya dengan masih tak mengerti kenapa semua orang yang ada di sana tenang bahkan tak ada yang merasa terancam.


" Masuklah Jenderal Axcel maafkan putra ku dia memang belum tahu siapa kalian."


Tamu yang dimaksud oleh Zac tadi adalah Jenderal Excel yang saat ini berjalan masuk dengan beberapa orang yang membawanya kesana, Excel juga tak menyangka  akan menyangka bahwa akan disambut dengan todongan pistol.


" Terima kasih Tuan mudah sudah menyambut saya dengan senang, saya belum pernah disambut oleh siapapun dengan cara anda menyambut saya…" Excel kini berdiri di depan Bryan yang tak memiliki wajah yang bersahabat dari tadi.


" Bry dia juga orang kita jadi tenanglah dia berada di pihak kita…" Timpal Andre yang juga berada di sana.


" Realy?" 


" Apa aku tak salah dengan Paman?"


" Koneksi yang tak pernah aku bayangkan bahkan aku tak berani membayangkannya."


" Jangan ragukan kelompok kita kawan…" Ketiga anak muda itu sama sama terkejut dengan apa yang mereka dengar dan bahkan kini mereka melihat sendiri.


Seorang Jenderal di kepolisian adalah orang orang yang mereka punya, tak hanya seorang polisi tapi pejabat pejabat penting juga tak luput dari mereka yang berada di depan mereka untuk menjadi tameng bagi mereka jika mereka membutuhkan.


" Sekarang katakan informasi apa yang kau punya? Jika kau tak memiliki informasi apapun yang bisa menjadi petunjuk kita maka ku pastikan karirmu hancur sekarang juga…" Zac kini tak main main dengan ancamannya.


" Ini sangat lama untuk kita tak membalas dendam kepada mereka yang berulah, mungkin mereka pikir kita semua sudah mati…" Sambungnya lagi dengan wajah yang begitu serius.


" Aku tahu sesuatu yang mungkin ini adalah petunjuk bagi kita mengetahui semua yang berkaitan dengan pembunuhan ini."


***


Sekarang Sarah benar benar hancur ketika bayangan masa masa bahagia dengan laki laki di masa lalu terlintas di depannya, dia tersenyum tapi kemudian bayangan adiknya yang dibunuh serta Pamannya yang di bunuh membuatnya menjadi murung serta meneteskan air matanya.


Dia mungkin tak menyangka bahwa laki laki itu memang pelakunya tapi di dasar hatinya dia berharap bahwa laki laki itu bukan pembunuh dan orang lain yang melakukannya.


" Aku harap bukan kamu Nic yang menjadi dalang dari ini semua. Aku tahu kamu memiliki sifat yang mudah marah tapi aku berharap kamu bukan pembunuh dari adik dan Paman ku…" Gumamnya dengan pelan dia berharap pelakunya hanya memiliki ciri ciri yang sama.


Meskipun hal kemungkinan itu kecil tapi dia berharap bahwa bukan Nicolas lah pelakunya, di dasar hatinya dia memang sudah melupakan Nicolas tapi dia masih berharap bukan dia pelakunya. Bukan karena dia masih mencintainya tapi karena masa lalunya yang membuat pembunuhan ini terjadi.


" Tapi jika dia memang pelakunya kenapa dia bisa setega itu melakukan kepada adikku dan Paman ku. Dia tahu bahwa yang ku punya saat itu hanyalah mereka kenapa dia bisa setega itu padaku…" Tangisannya kini pecah kembali. 


" Apa karena cinta yang tak bisa membuat kita bersama? Jika kau mau menunggu sebentar saja mungkin semua ini tak akan terjadi. Ya Tuhan jika aku bisa meminta satu saja permintaan ku mohon bangkitkan Amel agar dia bisa mengatakan siapa pelaku dari ini semua." 


Sarah semakin menangis dia berdoa yang tak akan mungkin dikabulkan oleh Tuhan, doa yang begitu mustahil bagi semua orang tapi dia mampu berdoa seperti itu. Sarah berharap bukan Nicolas pelakunya tapi tak ada yang tahu tentang Takdir.


Cinta memang gila, cinta memang buta mereka bisa berbuat apa saja dengan mengatas namakan cinta. Cinta bisa membahagiakan membuat orang melambung tinggi ke atas tapi karena cinta mereka juga akan terluka dibanting ke dasar lautan dan tenggelam karena luka yang begitu menyedihkan. 


Kehilangan cinta terkadang membuat semua orang melakukan hal buruk agar mendapatkan cinta itu kembali tapi bukan cinta yang seperti ini yang dimaksud oleh Takdir, cinta yang dimaksud dengan Takdir adalah cinta yang selalu menerima ketika Takdir membolak-balikan hati mereka.


***


"...."


" Bagus! Sekarang tunggu di sana aku akan datang segera mungkin…" Panggilan itu pun langsung terputus dengan raut wajah yang begitu senang.


" Ada apa Sir? Kenapa wajahmu tampaknya begitu senang? Apa ada kabar tentang tahanan yang kabur sudah ditemukan?" 


" Ada yang melihat salah satu teman dari Bryan dan Antoni, saat ini mereka sedang mengikutinya dan mobil itu masih kedalam sebuah hutan. Dia tak berani masuk sendiri saat ini aku harus segera datang kesana."


" Sir apa dia yakin bahwa orang yang dibuntuti saat ini adalah teman dari mereka berdua?" 


" Dia yakin. Salah satu orang yang datang ke kantor waktu itu. Jangan banyak bertanya dulu aku akan datang dengan beberapa pasukan aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini…" Komandan Alexander kini dengan cepat pergi meninggalkan rumah sakit dan akan menuju ke tempat dimana anak buahnya telah menunggunya.   


Yang dilihat oleh seorang polisi tadi adalah Cristian, tanpa sengaja mereka bertemu di lampu merah dan itu membuat polisi itu segera mengikuti kemana Cristian pergi. Dan waktu ini Cristian berada di dalam markas bersama orang orang untuk merencanakan sesuatu yang besar untuk menangkap basah yang terjadi.


" Kau yakin dia masuk kesana?" 


" Saya yakin Sir."


" Baiklah ayo masuk dan ingat jaga diri kalian baik baik, kita tak tahu sedang melawan siapa sekarang."


" Siap Sir."


Kini mereka segera masuk kedalam hutan dimana hutan itu dikelilingi dengan pohon pohon yang besar mereka masuk kedalam semakin dalam dan tidak menemukan apapun.


" Bos ada pergerakan mencurigakan dan seorang tamu tak diundang telah datang…" Seorang segera memberi kabar bahwa ada tamu yang menuju ke arah sana.


" Apa mereka dekat?"


" Masih jauh bos."


" Ayo bergerak dengan cepat lewat jalan lainnya…" Semua orang kini bergerak dengan segera.


" Antoni, Andre kalian sudah tahu apa yang kalian harus lakukan?" 


" Kami sudah siapkan penyambutan mereka di sini bos…" Zac mengangguk dengan cepat.



Ini pak pol kita ya beri komentar yang ramai tentang pak polisi yang satu ini 🤭


Penyambutan apa yang sudah disiapkan oleh mereka untuk para tamu tamu ini ya 🤭 sambung besok ya mak 🤗


Selamat hari kemerdekaan bagi kita semua 🇮🇩🇮🇩


Jangan lupa mampir di Cinta Buta ya makasih 🙏