
Flashback On
" Jadi kau memang berencana kabur dari sini? Nyalimu besar juga…" Kepala sipir itu kini menatap Alex dengan tatapan dinginnya sedangkan Alex kini menatapnya dengan tatapan amarah.
" Jika kau berani maka lawan aku dan lepaskan aku!" Teriaknya dengan kencang.
Saat ini Alex sedang terikat dengan kedua tangan yang di ikat rantai ke atas kepalanya dengan dia yang berdiri tegak di sana.
" Kau ingin aku lepaskan lalu melawan mu!" Tanyanya dengan dia yang kembali tertawa keras.
" Kau lihat saja jika aku sudah keluar dari sini maka kalian semua akan mati di tangan ku…" Nadanya tinggi seakan dia percaya bahwa dia akan bebas dari hukuman ini.
Kepala sipir itu hanya tertawa menanggapi apa yang dikatakan oleh Alex saat ini. Kepala sipir itu maju dengan cepat melayangkan pukulan tinju tepat di rahangnya dengan begitu keras.
" Katakan rencana apa yang kau miliki untuk kabur dari sini!" Tanyanya setelah dia memukul rahang Alex yang cukup keras.
Cuih….
Alex dengan sengaja meludahi kepala sipir itu dengan cepat.
Bug!!!
Tangannya kini kembali mengepal melayangkan tinju dengan cepat dan tepat mengenai mulut Alex hingga darah segar kini keluar begitu saja.
" Kau sungguh ingin melawan ku! Kau berani melawan mu hah!" Tangannya kini mencengkram leher Alex hingga membuat Alex kesulitan untuk bernafas saat ini.
" Kau.. pikir.. aku.. takut.. denganmu.. orang sepertimu.. sampah di sini…" Jawabnya dengan terbata-bata.
" Sampah kau bilang?" Dia mengulangi kata kata itu lagi dengan wajah yang begitu geram. " Jika kami sampah lalu kau apa? Kau adalah bajingan kecil yang seharusnya segera dimusnahkan di muka bumi ini."
Bug!!
Bug!!
Buh!!
Pukulan demi pukulan kini bersarang di perutnya Alex dengan cepat, kepala sipir itu kini membabi buta di tak peduli Alex merintih kesakitan atau hampir pingsan. Alex yang sudah meludahinya tadi membuat harga dirinya tergores begitu saja di tambah saat ini banyak orang orang nya yang melihat kejadian ini.
Kepala sipir itu mengambil nafasnya yang memburu, dia mengatur nafasnya berulang kali menetralkan semuanya dengan cepat. Tangannya lagi lagi meminta sesuatu yang ingin dia buat untuk menghukum Alex yang sudah berani memikirkan rencana untuk kabur dari sana.
Plak!! Plak!! Plak!!
Suara kulit yang langsung bersentuhan dengan sebuah cambuk membuat semua orang merinding seketika. Alex hanya bisa meringis menahan rasa sakit dengan dia yang berputar putar di sana. Alex yang dari tadi sudah bertelanjang kini membuat rasa panas segera menjalar keseluruh tubuhnya.
Plak!! Plak!! Plak!!!
Luka itu segera membekas di seluruh tubuhnya Alex yang putih dan kekar, dia tak sanggup serasa dia sudah tak bisa bertahan di lemas, seluruh tubuhnya terasa panas dan terasa sakit semuanya.
" Itu hukuman untuk orang yang sudah berani memiliki rencana kabur dari sini…" Katanya dengan melempar cambuk itu tepat di bawah kaki Alex yang saat ini sudah tertunduk dengan menahan rasa sakit yang ada di sekujur tubuhnya.
" Dan satu lagi ini adalah hukuman untukmu yang sudah berani meludahi ku!"
Bug!! Bug!!
Darah segera langsung keluar dari mulutnya begitu banyak, kepala sipir tadi kini memukul wajah Alex menggunakan rantai yang diikat di tangannya lalu dengan sengaja memukul Alex tepat di mulutnya hingga darah dengan cepat keluar begitu saja.
Bruak!!!
" Apa yang kalian lakukan? Lepaskan dia!"
Kepala sipir itu kini mencegah orangnya ketika ingin mengusir wanita yang dengan berani telah menerobos masuk ke dalam ruangan eksekusi tersebut.
" Lepaskan dia atau aku akan melaporkan tindakan kalian ini…" Ancamnya dengan berani. Sebenarnya dia takut tapi dia juga tak tega selalu melibatkan Alex.
Andaikan saja tadi dia tidak keceplosan berbicara mungkin saat ini Alex masih sadar dia tidak akan pingsan dengan banyak luka.
" Kau ingin melaporkan kita tentang kasus apa Dokter Angel yang terhormat?" Tanyanya dengan dia melepaskan rantai yang ada di tangan nya itu.
" Aku akan melaporkan kalian dengan kas-"
" Aku juga bisa melaporkan anda atas kode etik, bahkan aku juga bisa sedikit membuat drama yang panjang untuk membuat kau di pecat dari pekerjaan sebagai dokter karena ingin membantu tahanan kabur…" Kepala sipir itu dengan cepat memotong apa yang ingin dikatakan oleh Angel.
" Aku tidak memiliki rencana apapun untuk membantu Alex kabur dari sini, kenapa kalian tak ada yang mengerti dengan bahasa ku…" Angel menekan kata kata nya.
" Seorang mantan komandan kriminal memiliki rencana kabur dengan di bantu seorang dokter tahanan yang tak lain adalah putri tunggal dari bawahannya dari Alexander tersebut…" Katanya dengan tersenyum sinis.
" Aku rasa itu judul yang cocok untuk kasus baru mu yang ini…" Tambahnya lagi dengan dia melepaskan rantai yang ada di tangan nya saat ini. " Bagaimana Dokter Angel, apa kau suka dengan judul yang aku buat? Jika kau ingin merubahnya maka katakan judul apa yang pantas untuk rencana kalian?"
Angel hanya menggeleng tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh kepala sipir yang saat ini berada di depannya.
" Dokter Angel sebaiknya kau pergi dari sini karena ini bukan wilayahmu, disini aku yang berkuasa jadi silahkan untuk pergi…" Usirnya dengan cepat.
" Aku akan pergi jika Alex juga bersama ku, aku akan mengobati luka luka nya."
Lagi lagi kepala sipir itu tertawa keras mendengar apa yang di katakan oleh Angel saat ini. " Kau ingin apa?"
" Aku ingin membawa Alex untuk aku obati."
" Kau ingin dia?" Tunjuknya dengan dia yang mencengkram rahang Alex yang sudah tak berdaya.
Bug!!
Argh…
" Kau ingin membawa nya?" Katanya lagi dengan dia yang menatap Angel dengan tatapan marah. Angel terdiam dengan seribu bahasa.
Jika aku memaksa nya maka Alex yang akan menjadi korban nya lagi, Alex maafkan aku. Gara gara aku kau harus seperti ini.
" Baik aku akan pergi tapi ku mohon jangan lakukan itu lagi, aku akan pergi sekarang…" Angel mengalah dia tak akan bisa maju setelah itu.
" Sepertinya urusan para tahanan adalah urusanku bukan urusan seorang dokter seperti mu. Dan aku rasa kau sekarang malah bertambah berani karena kemarin aku mengabulkan permintaanmu tapi untuk sekarang sepertinya kau harus belajar untuk tidak pernah ikut campur dalam urusan para tahanan…" Dia menekan kata kata nya dengan dingin.
" Jika kau masih ingin di sini berhenti untuk tidak ikut campur, urusi saja tugasmu dan kami akan mengurus tugas kami sendiri. Jika tidak aku akan meminta dokter Nathan untuk mencabut surat dinasmu di sini. Kau paham maksudku?"
Angel tak menjawab apapun dia hanya berlalu pergi meninggalkan tempat tersebut. Sedangkan Alex yang masih setengah sadar mendengar semua apa yang dikatakan kedua orang itu.
Angel kau tak bisa aku tebak.
Flashback Of
Hai para pembaca setia Mince di sini Mince mau melanjutkan cerita ini lagi ya, untuk beberapa bulan kemarin Mince jarang banget Up karena kondisi yang tak memungkin tapi setelah Mince melahirkan Mince bakal nempatin janji untuk Up lagi 🙂
Dan berkat doa kalian semua, semuanya berjalan sesuai doa baik kalian 😘 dan yang ada di sebelah pun juga sudah up dari kemarin Forget Love nya bang Donzello
Salam cium jauh dari Mince untuk kalian semua 😘😘