Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Pergerakan 24



Tap!! Tap!! 


Suara langkah sepatu yang membuat Bryan dan Sarah sedikit panik. Bryan dengan cepat menarik tangan Sarah agar mereka bersembunyi.


“ Tak ada siapapun...” Satu orang itu melihat sekitar kabin yang dimana tak ada siapapun disana.


“ Hei bangun.. bangun...” Orang itu menendang kaki laki laki tua tersebut yang nyatanya laki laki itu masih tak bergerak.


“ Sepertinya mereka berdua sudah tewas. Sebenarnya kenapa harus mengorbankan dua orang yang tak bersalah?”


“ Sudahlah kau tak tahu. Sebaiknya kita cepat melakukan apa yang dikatakan Erik tadi...” Satu teman nya yang tidak tahu kejadian kini hanya mengangguk saja.


“ Apa yang mereka lakukan?” Sarah berbisik kepada Bryan yang jelas bisa melihat apa yang kedua orang itu lakukan.


“ Kurang ajar! Mereka ingin membakar kabin ini dan membakar kedua orang itu...” Ucapnya dengan nada kesal nya.


Sarah melotot tak percaya dia sedikit melihat bahwa dua orang yang ada disana kini menyiramkan bensin kepada kedua orang yang sudah tak berdaya di lantai.


“ Apa mereka tak memiliki hati. Mereka sudah mati tapi masih di siksa...” Ucapnya dengan geram. “ Jangan keluar tunggu aku disini. Mereka memang harus diberi pelajaran agar mereka mengingat kejadian ini.”


“ Bry apa yang-“


“ Kau hanya akan diam saja melihat orang yang sudah baik dengan kita dan yang menolong kita di perlakukan seperti itu?” Sarah tak bisa menjawab apapun. “ Diam di sini dan jangan keluar sebelum aku menyuruhmu untuk keluar...” Tak ada pilihan lain selain Sarah yang mengangguk. Dia tak terima karena orang yang tak berdosa kini malah di bunuh secara tragis seperti itu.


“ Kalian mencari aku bukan?” Suara yang begitu dingin membuat kedua orang yang ada di sana terkejut dan langsung menoleh kearahnya.


“ Jadi kau ada disini!” Orang itu menatap Bryan dengan perasan senang karena mereka bertemu disini.


“ Kalian memang biadab tak memiliki hati sama sekali. Kalian pikir mereka terlibat dalam urusan kita...” Bryan meninggikan suaranya dengan dia yang mengepalkan tangan nya.


“ Mereka yang tidak bisa bekerja sama karena mereka menutupi kau ada dimana dan kau benar bersembunyi di balik ketiak kedua orang tua ini.”


“ Hei jaga bicaramu...” Bryan menunjuk orang itu dengan emosi yang sudah tinggi. “ Aku bersembunyi di balik ketiak orang tua ini? Apa aku tak salah mendengar? Kau yang bersembunyi dibalik Arya. Kau yang takut bahwa semua orang tau kesalahanmu hingga kau bersembunyi di balik ini semua.”


“ Tutup bicaramu...” Orang itu tak terima.


Bryan kini tertawa dengan sinis. “ James.. James.. kau pikir aku tidak tahu apa yang kau lakukan diluar sana? Kau pikir kau bisa lari aku dan bersembunyi di balik punggung Arya bisa menyelamatkan mu dari aku. Aku tidak akan melepaskanmu begitu saja.”


“ Jangan banyak bicara...” James yang ada disana kini maju dengan cepat ia yang ingin memberikan bogem mentah kini langsung dapat dihindari oleh Bryan.


Bug!! Bryan kini menendang perut James dengan kencang membuatnya mundur dan limbung ke belakang bahkan punggungnya terbentur meja besar yang menjadi hiasan kabin tersebut.


James dengan cepat berdiri dia yang ingin mengajar Bryan kini malah terbalik dia yang menjadi sasaran empuk dari amarah Bryan yang terus mengejarnya tanpa ampun. Bryan memukulnya dengan membabi buta, dia tak memberikan kesempatan untuk James bangkit dari terjatuhnya.


Bugh!! Satu orang tadi kini memukul punggung Bryan hingga membuat laki laki itu hampir terjatuh. Bryan yang sudah dikuasai emosi kini dengan cepat menyasar balik ke arah orang itu dengan cepat. Bryan kembali menyerang orang tersebut, memukulnya dengan beberapa tendangan yang tak bisa di hindari oleh orang nya tersebut. 


James yang masih ada di lantai dengan dia yang belum bisa bangkit kini sedikit merangkak dengan dia yang menarik kaki Bryan hingga membuat nya terpental jatuh dengan cukup kencang. Bryan serta dua orang itu kini sama sama terjatuh di lantai dengan mereka yang menahan rasa sakit pada tubuh mereka masing masing.


Bugh!! Bryan yang menahan rasa sakit pada punggung nya kini dengan cepat menarik rambut James menghantamkan kepalanya di lantai yang cukup keras hingga membuat James benar benar tak sadarkan diri dengan luka yang sangat parah di bagian kepalanya saat ini. Sedangkan orang yang satunya kini terkejut melihat rekan nya telah kalah dengan musuhnya.


Bryan menarik baju orang itu hingga membuat orang itu bangun dengan cara yang kasar. Dengan cepat Bryan melemparkan tubuh orang itu hingga terbentur cukup keras punggungnya di dinding. Orang itu meringis kesakitan. Bryan terus membabi buta menghajar mereka tanpa ampun. Kedua orang itu kini menjadi sasaran empuk bagi Bryan tak sudah habis kesabarannya. 


Argh.....


Orang itu berteriak ketika kaki Bryan telah menginjak kepalanya dengan menekan nya dengan cukup kencang. “ Kau lihat mereka?” Bentaknya. “ Mereka mati dengan cara yang mengenaskan bahkan kalian dengan tega ingin membakar kedua orang yang tak bersalah. Dimana hati nurani kalian...” Bryan meninggikan suaranya.


“ Ampuni.. saya... saya.. hanya diperintah..tidak bisa menolak ataupun mengatakan tidak...” Katanya dengan penuh permohonan. 


“ Kau bisa beralasan untuk mengatakan bahwa kalian sudah membakar nya.”


“ Ampuni aku...” Katanya lagi dengan dia yang memohon ampunan.


Sarah yang melihat dari balik pintu kamar hanya bisa menangis seperti dia yang sedang merasakan sakit yang sama dengan mereka yang disiksa oleh kekasihnya. Pukulan demi pukulan seakan membuatmu bergidik ngeri ketika ia membayangkan betapa sakitnya harus dilempar ke dinding serta di injak seperti itu.


Sarah menelan ludahnya dengan kasar ia tak bisa membayangkan jika ia yang berada di posisi para musuhnya saat ini. Sarah yang tadi sempat takut kekasihnya akan kalah melawan dua musuhnya kini bernafas lega karena dia bisa melihat kemenangan sang kekasih. Bryan dengan dia yang seorang diri kini mampu mengalahkan dan menjatuhkan dua musuhnya sekaligus.


“ Siapa yang membunuh mereka?” Tanyanya dengan penasaran.


Orang itu hanya diam dia tak menjawab melainkan ia merasakan rasa sakit pada kepalanya. “ Siapa yang membunuhnya?” Tanyanya sekali lagi.


Argh.... laki laki itu kembali berteriak ketika Bryan menekan kepala orang itu dengan kencang. “ Aku tanya sekali lagi siapa yang membunuh orang itu? James atau Erik?”


“ Erik! Dia yang menembak serta menusuk nya. Mereka lebih memilih mati dibanding mengatakan kau bersembunyi dimana...” Jawabnya dengan menekan kata katanya.


“ Erik! Lihat apa yang bisa aku lakukan untukmu. Aku akan membunuhmu dengan cara yang lebih keji dari ini...” Kilatan kemarahan tampak jelas dari tatapan matanya serta nada bicara yang dingin dan penuh dengan dendam.


“ Bryan awas...” Teriaknya dengan kencang yang membuat Bryan juga terkejut serta menoleh kebelakang.