
" Bagus kalian kau baru turun sekarang…" William kini langsung berkacak pinggang dengan dia yang langsung memarahi sepupunya karena dia baru turun.
" Kau tau bukan mandi ku akan sangat lama bahkan bisa memakan waktu berjam jam…" Bryan hanya bersikap acuh kepada mereka yang kini merasa kesal karena menunggu dirinya begitu lama.
" Memakan waktu jika ada yang kau kerjakan di kamar mandi…" Sindirnya tepat ketika matanya menangkap sosok wanita yang juga berjalan menghampiri mereka semua.
" Sarah!" Kamu dari mana, kenapa kau susah sekali di bangunkan dari tadi? Kau baik baik saja bukan?" Cristian yang ada di sana ingin menyentuh dahi Sarah tapi dia dengan sopan mundur secara perlahan dengan dia yang tersenyum.
" Kita semua mengkhawatirkanmu…" Sambungnya dengan menatap Sarah. Sedangkan Sarah yang tengah di tatap kini malah gugup karena di sana ada kekasihnya yang juga mengawasinya dalam diam nya.
" Aku baik baik saja…" Jawabnya dengan tersenyum. " Maaf sudah membuat kalian semua mencemaskan ku tapi aku memang butuh waktu untuk sendiri semalam dan sekarang aku baik baik saja."
" Cristian yang lebih mencemaskanmu lebih tepatnya…" Timpal William yang tau bahwa sepupunya hanya diam. Dia sengaja memancing amarah sepupunya karena dia ingin melihat reaksinya.
" Aku tak apa. Semuanya sekarang lebih baik…" Sarah langsung tertunduk ketika maniknya tanpa sengaja bertabrakan dengan kekasihnya.
Kenapa dia malah menatap ku seperti itu? Harusnya dia marahnya dengan Cristian kenapa malah marahnya dengan aku. Sial. Batin Sarah yang saat ini bergejolak tak mengerti.
" Baiklah sekarang semuqnya sudah kumpul di sini sebaiknya ayo kita pergi kita sudah di tunggu dari tadi…" William yang berkata seperti itu membuat Sarah lega setidaknya dia tak mendapatkan tatapan maut dari kedua laki laki yang saat ini tengah menatapnya.
Kenapa dengan Sarah? Sepertinya dia sedikit menghindar dari ku, apa ada yang salah dari ucapanku semalam hingga membuatnya tersinggung. Cristian merasa bingung karena pasalnya semalam mereka baik baik saja tapi pagi ini Sarah seperti menghindari dirinya.
Semua orang berjalan keluar mereka akan menuju ke sebuah markas karena dia sana mereka akan memulai balas dendam ini untuk pertama kalinya.
" Kau lihat tatapan mata Cristian untukmu? Aku rasanya ingin mencongkelnya!" Bisiknya Bryan ketika hanya mereka yang berada di belakang sendiri.
" Aku mencintaimu hanya mencintaimu…" Jawabnya dengan tersenyum dia tau laki laki itu sangat pencemburu.
Mereka berhenti ketika mobil mobil itu telah di siapka mereka. Van khusus untuk membawa mereka pergi saat ini.
" Aku akan bawah mobil sendiri…" Semua orang menatap ke arah Bryan.
" Sarah kamu bisa ikut kita…" Ajak Cristian.
Bodoh kau Cris. Dia menyesali tingkah Cristian yang malah ingin menjebaknya dalam kesulitan saat ini.
" Sarah ikut denganku ada hal yang harus aku dan dia bahas berdua…" Bryan menekan kata katanya dengan menatap tajam kearah Cristian.
" Tapi aku jug-" Cristian menghentikan ucapannya ketika tarikan pelan dari William membuatnya berhenti untuk tak bicara.
" Pergilah kita bertemu di sana."
" Bryan sebaiknya ayo kita segera pergi aku tak sabar dengan dia yang ingin aku hukum…" Ajaknya dengan cepat tapi lagi lagi Bryan tak bergeming dia masih ingin menantang teman dari sepupunya itu.
Sarah menghela nafasnya ketika kekasihnya malah tak bergeming di sana dia masih menatap tajam ke arah Cristian yang juga menatap dirinya. " Honey ayo pergi, ingat aku hanya milikmu…" Bisiknya pelan.
Sarah menarik lembut Bryan yang akhirnya dia berjalan mengikuti kekasihnya meskipun dia masih menahan amarahnya dia tetap mengikuti langkah kekasihnya yang masuk ke dalam mobil berdua saja.
" Kau ini kenapa? Aku hanya ingin bicara berdua dengan Sarah. Banyak hal yang ingin aku tanyakan…" Cristian menghempaskan tangan William dengan kasar.
" Jangan bertingkah bodoh…" Katanya dengan sinis. " Apa yang ingin kau tanyakan heh? Tentang Amel atau tentang Sarah sendiri? Apa kamu pikir aku tak bahwa kau ingin mendekati Kakak dari Amel."
" Aku tak ingin mendekatinya Will aku hanya ingin tau kenapa dia seperti menghindar dari ku saat ini. Hanya itu saja gak lebih…" Dia mengikuti langkah temannya yang masuk ke dalam mobil Van yang akan mengantarkan mereka ke sebuah markas penting saat ini.
William membuang nafasnya dengan kasar lalu menatap temannya sebentar sebelum dia kembali menatap ke depan dengan pandangan yang berbeda.
" Jangan rasa penasaranmu membawa petaka kepada hidupmu Cris. Kau harus ingat bahwa kau di sini gabung di sini untuk membalas dendam tentang kematian kekasihmu bukan untuk mengejar wanita lain apalagi dia adalah Kakak dari kekasihmu itu…" William memperingatinya dengan segera dia tau bahwa sepupunya menyimpan rasa dengan wanita itu maka dari itu dia tak ingin ada pertumpahan darah antara kedua laki laki ini.
" Kau yang terlalu berlebihan memikirkan Will…" Desis Cristian.
Mereka kini sama sama diam tak ada yang mereka lanjutkan pembicaraan, mereka sibuk dengan cara pemikiran mereka masing masing. Cristian masih sibuk dengan memikirkan Sarah yang secara tiba tiba seperti menghindari dirinya dia tak tau kenapa semalam bisa mengubah cara pandang wanita.
Apa ada yang salah tapi seingat ku semuanya baik baik saja dan tak ada yang membuatnya marah atau tersinggung. Dia masih berusaha keras untuk mengingat apa yang dikatakan oleh dirinya semalam tapi dia tak menemukan satu kesalahan.
" Kenapa kau malah senyum senyum? Kau pasti lagi senang karena di kagumi oleh Cristian!" Sindiran kepada Sarah yang memang saat ini dia sedang senyum senyum.
" Tentu saja! Aku merasa seperti wanita yang paling beruntung karena dikelilingi para laki laki tampan seperti kalian, di tambah lagi Cristian yang tampan…" Godanya.
" Kau mengatakan apa?" Bryan meminggirkan mobilnya menatap Sarah dengan tajam sedangkan yang di tatap tengah senyum senyum.
" Aku tak mengatakan apa apa Honey."
Bryan menatap tajam ke arah Sarah. " Honey aku tak mengatakan dengan serius aku hanya ingin menggodamu…" Sarah segera menjelaskan ucapannya yang barusan karena tatapan sang kekasih sangat tidak bersahabat.
" Sarah!"
" Maaf! Tapi jangan marah. Aku sudah berusaha menghindar tapi jika dia yang ingin bicara dengan ku jangan salahkan aku. Aku tak ingin dianggap kurang ajar atau tak sopan jika dia ingin mengajakku bicara."
Bryan menyentuh tangan kekasihnya menggenggamnya dengan erat. " Maafkan aku! Mungkin hanya aku yang terlalu cemburu. Tapi aku tak bermaksud untuk membatasi pergerakan mu hanya saja dadaku terasa sesak melihatmu bersama laki laki lain."
Bersambung besok pagi ya 🤭