
Seluruh polisi yang mengejar nya kini segera turun ketika suara benturan dan ledakan itu membuat kobaran api melambung tinggi ke langit dengan kepulan hitam. Seluruh orang yang ada di sana meyakini bahwa ada korban yang telah terpangga di sana.
" Sial… dia pasti mati di sana…" Katanya dengan rasa menyesal.
Tatapannya begitu tajam dia yang ingin menangkap tahanan yang kabur malah menjadi saksi bawa dia mati terpangga di sana.
" Selamat malam Sir! Saya tadi melihat orang yang lompat dari mobil yang terbakar itu dan dia melarikan diri ke arah sana…" Seorang pengendara mobil yang tadi memang melihat orang melompat dan berguling guling kini melaporkan kejadian kepada polisi yang ada di sana.
" Kau yakin?" Katanya dengan semangat seakan dia memiliki harapan bahwa tahanan yang kabur itu tak mati terpanggang.
" Saya yakin Sir dia adalah orang, saya yang tadi langsung menginjak rem dan dia langsung berdiri dan lari."
Polisi itu kini segera berlari ke bawahannya mengatakan untuk segera mencari tahanan di daerah sana, mereka menelusuri area jalanan berharap menemukan orang yang mereka cari di sana.
Mata komandan itu dengan teliti mencari tahanan yang berani kabur dari nya, meskipun dia belum tahu siapa yang kabur tapi dia sangat yakin bahwa ada beberapa orang lainnya yang juga kabur dari sana.
Tap! Tap! Tap!
Bryan berlari dengan kencang dia menahan rasa sakit pada kakinya ketika dia melompat dengan tidak seimbang tadi. Dia berlari agar dia tak tertangkap lagi. Kepulan api di sana masih dapat terlihat jelas bahwa api itu masih melambung tinggi di udara.
Bryan tetap berlari dengan kaki yang terpincang, tetapi dia tak peduli ketika rasa sakit menjalar ke kakinya. Dia tetap berlari dia tak peduli ketika telapak kakinya juga merasakan luka karena dia tak memakai alas kaki.
" Bos saya tahu dari orang orang kita bahwa ada mobil pemadam kebakaran menabrak sebuah pembatas jalan dan meledak, banyak polisi yang ada di sana dan salah satu dari pengguna jalan kini melihat ada seorang yang tadi melompat dari mobil dan berlari…" Andre yang mendapatkan kabar itu kini segera memberitahu bosnya.
" Apa itu Bryan?"
Zac kini bergegas berdiri dia ingin melihat langsung kejadian dimana yang dikatakan oleh orangnya barusan. Dia ingin menolong anaknya sendiri saat ini.
" Bawah beberapa orang dengan mobil terpisah seperti biasanya!" Perintahnya dengan cepat.
Semua orang kini telah bersiap untuk mencari keberadaan laki laki yang saat ini mungkin sedang dalam bahaya.
" APA? Kau katakan apa?" Suara tinggi dari Valerie kini langsung membuat seluruh orang yang akan pergi langsung menatap ke arah nya.
Zac kini langsung menghampiri istrinya yang wajahnya begitu panik suaranya tak bisa dibohongi bahwa dia tengah khawatir dan bercampur marah.
" Bagaimana bisa apartemen semewah itu dan seketat itu bisa dimasuki orang tak kenal?" Teriaknya dengan nada tinggi.
"...."
" Kalian semua memang bodoh! Jika terjadi apa apa dengan orang itu lihat saja, ku pastikan apartemen itu akan tutup selamanya…" Ancamnya dengan mematikan panggilan itu.
" Sayang ada apa?" Zac segera bertanya kepada istrinya, rasa penasaran kini segera tampak jelas di wajah laki laki gondrong itu.
Val menarik nafasnya dan membuangnya dengan kasar dia masih dikuasai emosi yang begitu tinggi apa yang dia dengar tadi masih tak masuk diakal.
" Apartemen dari Bryan di bobol orang tak dikenal dan Sarah sedang dalam bahaya…" Zac mengerutkan keningnya karena dia tak tahu siapa wanita yang bernama Sarah.
" Kakak dari mendiang Amel! Dia tinggal bersama Bryan sebelum Bryan masuk ke dalam penjara dan sekarang dia dalam bahaya karena orang orang itu pasti mengincar Amel."
" Biarkan kami yang mencarinya Bos, saya rasa mereka harus diberi pelajaran yang setimpal…" Timpal Suhu yang ada di sana.
" Baiklah,para laki laki biarkan dia pergi ke tempat kejadian terbakar mobil dan para wanita ikut aku bersama Suhu mencari keberadaan Sarah, kali ini aku ingin memimpinnya secara langsung."
" Sayang kau yakin akan pergi ikut Suhu? Kau sudah lama tak berlatih!"
" Aku yakin, mereka hanya semut kecil yang harus dibersihkan di jalanan."
" Baiklah hati hati! Kita akan saling berkomunikasi…" Val mengangguk.
" Jenni siapkan senjata lengkap, jangan ada yang tak membawa senjata."
Jenni yang juga ada di sana segera berlari mengambil beberapa senjata untuk melindungi mereka semua. Kini semua orang yang ada di markas telah pergi mencari kedua orang yang saat ini belum ada kabar sedikitpun.
Kedua belah pihak kini segera menelusuri tempat dimana yang mereka dengar tadi, Zac dan beberapa orang lainnya juga dengan cepat mencari keberadaan Bryan dia khawatir bahwa anaknya dalam bahaya.
Sedangkan Val dan wanita wanita tangguh kini segera menuju area apartemen milik dari putranya, dia mencari wanita yang telah dititipkan oleh putranya.
Malam ini akan menjadi saksi dimana kedua kubu akan saling mencari keberadaan orang yang sedang dalam bahaya, malam dimana mereka akan langsung berhadapan langsung dengan orang orang yang mereka cari.
Semua mata mencari dengan teliti kedua orang yang lari dengan dalam bahaya, mereka segera menelusuri tempat di mana mereka harus segera menemukan kedua insan yang mungkin saat ini membutuhkan pertolongan.
" Siapa kalian? Untuk apa datang ketempat ini?" Suara dari orang belakang membuat dua orang yang ada di sana kini langsung menoleh ke arahnya.
Kedua orang itu kini tersenyum sinis ketika melihat dua polisi yang berdiri dengan menodongkan pistol. " Saya sedang lewat dan kebetulan saya menemukan satu bungkus paketan ini…" Salah satu dari mereka kini langsung menunjukan satu paket yang memang sudah mereka rencanakan jika ada yang terlihat polisi.
Polisi yang ada di san segera mengambil paket itu membukanya dengan cepat, dia tak percaya bahwa paket yang ada di tangannya adalah paket sabu.
" Angkat tangan!" Mereka segera mengangkat tangannya. " Letakkan tangan kalian kepala!" Perintahnya.
" Bawah mereka untuk diselidiki lebih lanjut…" Sambungnya lagi. Satu polisi kini maju dia ingin memborgol tangan kedua orang yang ada di sana.
Bug!! Satu polisi yang maju tadi kini langsung ditendang oleh kedua kaki orang itu membuatnya langsung mundur dengan jatuh cukup keras.
Polisi yang tadi juga langsung mengejarnya untuk menangkapnya lagi, mereka kini saling kejar kejaran di area jalanan yang mulai sepi. Suara sepatu yang begitu keras membuat orang orang Zac yakin ada yang tertangkap.
Salah satu dari polisi itu kini dapat meraih pundak salah satu orang yang berlari itu. Orang itu dengan cepat menyentuhnya dengan memelintir tangannya dan langsung mendorong dengan kencang.
" Kejar mereka…" Perintah kepada polisi lain.
Orang orang Zac kini telah memakai topeng nya mereka dengan siap menghadang polisi yang mengejar orangnya.