Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Yakin 2



" Sebenarnya kau dan adikku bukan pilihan Nic tapi kau yang membuatku memilih untuk memilih salah satu dari kalian, dan aku tentu saja memilih adikku…" Sarah kini melawannya meskipun dapat terlihat jelas ada ketakutan.


" Kau tak bisa memilih adikmu dibanding aku Sarah! Yang mencintaimu aku…" Teriaknya dengan kencang.


" Sebaiknya kau pergi Nic, sepertinya pembicaraan kita sudah melewati batasnya, kau pergi dari sini…" Sarah menarik tangan Nicolas agar dia pergi dari rumahnya.


Nicolas yang tak ingin pergi kini malah ada adegan tarik menarik hingga membuat Sarah yang terdorong hingga dia terpental membentur dinding punggungnya. Sarah terjatuh ke lantai dengan rasa sakit pada punggungnya dia meringis kesakitan.


" Honey kau tak apa? Maafkan aku!" Nicolas menghampirinya dengan segera menyentuh pundak wanita itu yang saat ini meringis kesakitan.


Sarah hanya meringis menahan rasa sakit pada punggungnya yang mungkin akan lebam setelah ini. Nicolas yang tak mendapatkan jawaban dari Sarah kini berubah kembali.


" Auwhh…" Sarah kembali berteriak kesakitan ketika rambut panjangnya menjadi incaran jambakan dari laki laki itu.


" Kau tak menjawabku? Apa kau ingin mengabaikanku hah?" Bentaknya lagi dengan mata yang sudah melotot marah.


" Lepaskan Nic!" Ucapnya dengan penuh permohonan.


" Kau tidak akan bisa lari dariku Sarah kau hanya milikku, tak ada yang bisa menghalangiku menjadikan mu ratu di hatiku meskipun itu adikmu sendiri…" Ancamnya dengan nada menakutkan bagi orang yang mendengarnya.


Sarah berusaha untuk melepaskan tangan Nicolas yang ada dirambutnya dia berusaha keras. Tapi lagi lagi Sarah harus menahan rasa sakitnya kembali ketika malah dia kembali terbanting kasar di dinding. Sarah kembali meringis dan merasakan sakit pada punggungnya.


" Pergi dari sini! Pergi!" Usirnya dengan menahan rasa sakit pada punggungnya dia benar benar merasakan sakit.


Nicolas hanya menatapnya dengan nanar serta rasa marah yang tak bisa dibendung olehnya. " Pergi! Pergi!" Teriaknya dengan kencang.


Plak!! Satu tamparan itu melayang begitu cepat mengenai pipi kanan Sarah. Wanita itu terkejut bukan main karena ini untuk pertama kalinya Nicolas bersikap kasar kepadanya selama mereka menjalin hubungan.


Bug!! Sarah kini mendorong laki laki itu dengan kencang hingga membuat Nicolas terjatuh dari jongkoknya, Nic malah menatap kearah Sarah dengan tatapan ingin membunuh.


" Kau ingin menamparku lagi? Maka tampar aku pukul aku!" Teriaknya dengan kencang. " Sekali lagi kau menyentuhku maka ku pastikan aku akan melaporkanmu kepada pihak polisi…" Sambungnya.


" Kau berani mengancamku sekarang?"


" Pergi dari sini sebelum semuanya terlambat! Pergi!" Lagi lagi Sarah mengusir nya dengan menantangnya.


Nicolas hanya menahan rasa marahnya ketika dia mendengar bahwa Sarah mengusirnya. Sarah yang melihat laki laki itu tak bergerak kini dia yang segera berdiri dengan mencoba menahan rasa sakit pada punggungnya.


Sarah berjalan menuju pintu membukanya dengan lebar dia berdiri diambang pintu. " Pergi dari sini jika kau tak ingin masuk kedalam penjara."


Nicolas berdiri dengan cepat dia melangkah dengan rasa yang benar benar emosi. " Ingat Sarah kau milikku, apapun akan ku lakukan agar kau bisa menjadi milikku, tak peduli jika aku harus menjauhkanmu dengan adikmu."


" Kau lihat saja kau bisa lari dari ku atau tidak!" Ancamnya dengan nada sinisnya.


Nicolas yang berkata seperti itu kini langsung pergi meninggalkan rumah itu dengan Sarah yang tak ingin melihatnya lagi. Sarah kini segera masuk dan menutup pintu itu dengan cepat, malam ini benar benar hancur orang yang selalu bersikap lembut tiba tiba menjadi monster yang mengerikan bagi dirinya. 


Dia yang belum pernah mendapatkan perilaku kasar kini menangis dengan menahan rasa sakit pada punggung nya serta pusing pada kepalanya. Sarah menangis dia tak menyangka bahwa orang yang dicintai tak ingin mengangap adiknya adalah keluarganya, dia hanya ingin bersama Sarah tidak ingin ada Amel di kehidupan mereka.


" Kakak apa kau sakit kenapa kau tak keluar dari tadi pagi?" Amel yang waktu sore sudah pulang sekolah kini menghampiri kakaknya yang berada di dalam kamarnya.


" Kakak lagi ingin istirahat…" Sarah berusaha bangun dia menahan rasa sakit pada punggunya agar sang adik tak tahu bahwa dia sedang kesakitan.


" Kakak apa ada yang sakit kenapa muka mu pucat sekali? Kau seperti menahan rasa sakit?" Amel tahu bahwa kakaknya sedang kesakitan tapi sepertinya dia berusaha untuk menutupinya.


" Tidak kakak hanya butuh istirahat!" 


" Jangan berbohong padaku kakak! Aku tahu kau sedang berbohong matamu tak bisa berbohong…" Sarah kini langsung berkaca kaca dia tak bisa menutupi masalahnya saat ini rasa sakit dan luka seakan langsung muncul dan tak bisa untuk ditutupi.


Tes!!


Sarah langsung menangis sebelum dia mampu berkata apa apa, air mata sudah menjadi wakil dari semua yang dirasakan oleh Sarah saat ini. Amel kini segera memeluknya dengan erat mengelus punggung kakak nya dengan lembut.


" Auwhh…" Sarah berteriak pelan ketika tangan sang adik mengelus bagian punggung yang terbentur dinding semalam.


Amel kini curiga dia langsung berpindah dengan ingin apa ada luka di punggung sang kakak, matanya kini melotot sempurna ketika luka lebam yang cukup besar di punggung sang kakak.


" Apa yang terjadi siapa yang membuat mu seperti ini?" Amel sebagai adik kini langsung bertanya dengan nada penuh dengan cemas.


Sarah menangis dia tak bisa berkata selain hanya dengan air mata yang menjadi wakil dari semua luka yang dirasakn oleh dirinya. Sarah kinu mulai bercerita dari awal kepada adiknya dia juga menceritakan perlakuan yang diberikan oleh kekasihnya Nicolas kepada dirinya. Amel merasa geram dia merasa kecewa dengan laki laki yang selalu menemani sang kakak selama ini.


" Aku sudah pernah mengatakan bahwa dia bukan laki laki baik kak, sekarang lihatlah apa yang dia lakukan kepadamu. Ini tak bisa di biarkan kakak harus melaporkan nya kepada polisi jika dia sudah berani mengancammu dan memukulmu!" 


" Tidak! Biarkan saja. Aku sudah mengakhiri hubunganku dengannya, aku sungguh tak apa biarkan saja."


" Dia psikopat kakak dia tidak akan pernah merasa puas sebelum dia mendapatkan apa yang dia mau, kau harus bertindak sebelum dia jauh menghajar mu dan memukul mu."


" Dia akan bertindak yang tidak tidak jika aku melaporkan nya, biarkan saja yang terpenting kakak akan menjauhi nya."


" Jangan naif kak, orang sepertinya tak akan bisa dengan mudah menerima apa yang dia inginkan, sekarang dia ingin kau menjadi istrinya aku yakin dia akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkanmu meskipun dengan cara kotor sekalipun."


Sarah terdiam apa yang dikatakan adiknya benar, dia ingat apa yang dikatakan oleh Nicolas sebelum dia pergi. Ancaman itu bukanlah hal yang main main.