Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Pergerakan 5



“ Bagaimana? Kau menemukan nya?” Tanyanya. Dia juga panik, pikiran nya ke teman nya yang saat ini sedang bertarung nyawa di ruang operasi sedangkan pikiran satunya sedang memikirkan nasib orang yang kabur saat ini.


“ Kami sudah menelusuri hutan ini , tapi kami belum menemukan nya sama sekali. Tadi salah satu dari kita ada yang hampir menangkapnya tapi dia lolos kembali...” Salah satu dari mereka melaporkan kepada rekan nya yang saat ini berada di salah satu rumah sakit mengantarkan rekan satunya yang terkena pecahan kaca tepat di mata.


“ Seharusnya saat ini dia lemas tak berdaya karena pengaruh obat itu.”


“ Apakah obatnya beraksi?”


“ Aku yakin obatnya sudah mulai beraksi. Carilah dengan segera, saat ini dia tak mungkin bisa lolos jauh atau keluar dari sana. Saat ini dia pasti sedang bersembunyi di semak semak karena dia akan kehilangan kesadaran nya.”


“ Baiklah! Kami akan menelusuri kembali tempat ini.”


“ Jika kalian tetap tak menemukan nya, kalian tahu bukan apa yang harus kalian lakukan.”


“ Aku mengerti.”


Panggilan itupun terputus dengan mereka kembali mencari keberadaan Nicolas yang mungkin saat ini kehilangan kesadaran karena obat obatan tersebut.


“ Bagaimana aku bisa lemas seperti ini? Seharusnya aku sudah bisa mengembalikan tenaga ku, bukan kah aku sudah tak meminum obat itu.”


Nicolas berusaha untuk tidak meminum obat yang diberikan orang orang yang telah menyiksanya. Beberapa hari sebelum rencananya kabur dia sudah tak meminum obat itu, obat itu diletakkan di bawah lidah nya hingga dia tak menelan nya saat ini. Setelah beberapa hari dia yakin dengan kemampuan nya dia bertekad untuk menjalankan misinya dengan dia yang berencana kabur. 


Tapi sayang dirinya saat ini lemas kembali, bahkan seluruh tubuhnya tak bisa digerakkan. Untuk sekedar bangun saja dia tak mampu, matanya berkunang kunang, kepalanya terasa pusing sangat hebat, kakinya kini mulai kaku. Saat ini Nicolas bagaikan patung yang tak bisa bergerak di balik semak semak tersebut.


“ Apa yang harus aku lakukan? Mereka akan mudah menemukan ku. pengaruh obat ini akan hilang 24 jam. Tidak mungkin aku ada disini pada tengah malam. Aku tak tahu apa yang akan mengancam nyawaku pada hari gelap...” Dia yang ingin melangkah kembali mencari persembunyian yang lebih aman kini harus tertahan karena kakinya sangat tak bisa digerakkan.


Kedua tangan nya bahkan tak bisa untuk bergerak juga. “ Sial.. sial...” Dia mengumpat begitu keras, dia kesal karena tubuhnya sama sekali tak bisa diajak bekerjasama saat ini. “ Harusnya aku bisa kabur dari sini...” Dia memukul tanah yang ada di sampingnya, dia marah karena tubuhnya yang tak bisa di buat apa apa saat ini.


Tap!! Tap!! Tap!!


Suara langkah sepatu itu membuat Nicolas menggerakkan tubuhnya ke arah pohon besar agar dia tak terlihat oleh mereka semua yang saat ini menuju ke arah nya. 


“ Kau cari di beberapa titik, bagian sana, sini dan sana...” Salah satu dari mereka kini memerintahkan dengan menunjuk semua arah.


“ Jika tidak menemukan juga, kita terpaksa harus melepaskan beberapa singa untuk berburu di sini...” Semua orang setuju dengan apa yang dikatakan oleh pimpinan pencarian Nicolas hari ini.


Nicolas yang mendengarnya hanya bisa diam, dia tak bisa berbuat apa apa selain hanya bisa pasrah di bawah langit yang hampir gelap. Dia masih bersandar di pohon dengan diterangi cahaya matahari yang akan tenggelam.


***


“ Bagaimana lenganmu?”


“ Sudah lebih baik.”


“ Sebaiknya kalian disini saja dulu untuk bersembunyi. Aku yakin mereka tidak akan menemukan kalian disini.”


“ Paman terima kasih tapi aku tak ingin membuat Paman terlibat dalam hal ini.”


“ Tak apa Angel. Aku dan Ayahmu dulu sahabat dan aku juga orang dari Sir Alexander, jadi biarkan saya merawat kalian berdua disini. Para polisi itu tidak akan mengira jika kalian berada di sini.”


Alexander dan Angel saat ini sedang berada  di rumah seorang teman dari mendiang sang Ayah dan kebetulan dia juga bawahan dari Alexander waktu itu. Seorang Paman yang kebetulan salah satu putranya juga bekerja sebagai seorang perawat yang akhirnya juga mengeluarkan peluru yang bersarang di lengan Angel.


Alexander menghela nafasnya dengan berat dia menatap Angel yang menahan rasa sakit. “ Aku yang membawa Alexander kabur Paman.”


Laki laki tua itu sedikit terkejut mendengar pengakuan jujur dari wanita polos itu. Laki laki itu tak menyangka bahwa wanita yang selalu bertingkah manja serta polos kepada Ayah nya kini berbuat hal gila.


“ Bagaimana bisa ini terjadi?” Tanyanya dengan terbata bata. Dia masih berusaha mempercayai apa yang dikatakan oleh wanita itu.


“ Paman ceritanya panjang, jika pun aku bercerita Paman juga tak mungkin percaya.”


“ Aku menyeret Angel dalam bahaya yang aku sendiri tak tahu sampaikan kapan kami harus berlari dan bersembunyi seperti ini.”


Tok! Tok! Tok!


Ketukan yang hanya tiga kali membuat ketiga orang itu saling berpandangan dengan degupan jantung yang tak karuan saat ini. Semua orang saling berpandangan dengan rasa takut.


“ Paman sedang menunggu seseorang?” Tanyanya dengan berbisik.


“ Sepertinya tidak! Paman tak memiliki janji dengan siapa siapa hari ini.”


Tok! Tok! Tok!


Ketukan itu semakin keras bahkan kali ini seperti gedoran yang membuat ketiga orang itu berdiri dengan segera. “ Bersembunyilah.”


“ Ayah ada apa? Siapa mereka?” Putra dari laki laki itu datang dengan merasa heran karena tamu mereka menggedor pintu cukup keras.


“ Entahlah!”


“ Bersembunyilah! Jika diperlukan larilah lewat pintu belakang.”


Angel dan Alex pun segera berjalan ke arah belakang ketika putra dari laki laki tua itu ingin membuka pintu dan melihat siapa yang datang bertamu dengan tak sabar tersebut.


“ Alex sepertinya mereka tau kita disini. Sebaiknya kita pergi dari sini sebelum semuanya terlambat.”


“ Kau benar.”


Alex dan Angel kini memutuskan untuk pergi dari sana, mereka terpaksa pergi dengan diam diam. tanpa mereka sadari saat ini akan banyak orang yang terseret dalam masalah ini.


Bruak!!


Dor!! Dor!!


Suara tembakan terdengar begitu saja, burung burung yang ada di pohon kini berterbangan. Pintu yang terbuka paksa kini rusak karena tendangan. Tembakan yang tepat mengenai pintu kini tanpa sengaja mengenai laki laki mudah yang berdiri di belakang pintu.


Argh....


Laki laki tua itu berteriak melihat dan menyaksikan bahwa putranya tertembak tepat di depan matanya saat ini. Putranya kini yang terkena tembakan dua kali tepat di jantungnya langsung terjatuh tersungkur dengan nyawa yang sudah melayang.


Semua orang yang ada disana kini masuk berlari mencari seseorang yang saat ini menjadi buronan mereka. “ Dimana mereka berdua?” Tanyanya dengan menantang kearah laki laki tua tersebut.