
" Aryan Brotherhood!" Laki laki tua itu menyebutkan sebuah nama yang tak asing di telinga nya. Bahkan wajahnya begitu berubah setelah mendengar nama itu dan mendengar cerita dari Albert saat ini.
" Paman ini foto laki laki yang bernama Aaron itu!" Albert memberikan sebuah foto yang ada di ponsel nya.
Laki laki itu kini mengamati dan menyakinkan dirinya bahwa foto yang dilihat olehnya adalah benar, laki laki yang dikenal beberapa tahun lamanya.
" Paman tahu tentang mereka atau Paman mengenal laki laki yang bernama Aaron itu?" Albert kini malah cemas ketika melihat orang tua yang di depannya berubah wajahnya.
Laki laki tua itu menghela nafasnya dengan kasar. " Paman sempat satu sel dengan nya waktu itu!"
Deg!!
" Aaron laki laki arogan dan sombong! Dia memiliki jiwa yang tak bagus di sana. Dia sempat bertengkar dengan Paman sebentar sebelum akhirnya Paman dipindah…" Laki laki tua itu mengingat beberapa tahun lalu yang mungkin dia sendiri sedikit melupakannya.
" Jadi Paman mengenal nya?"
" Bukan mengenalnya lagi tapi Paman paham betul seperti apa orang yang bernama Aaron itu. Tapi Paman tak menyangka bahwa laki laki itu adalah pimpinan sebuah Geng besar di Negara A…" Laki laki tua itu menyandarkan punggung nya.
" Paman berteman dengan nya?"
Laki laki tua itu tersenyum kecut ketika Albert bertanya tentang teman. " Tepatnya dia orang yang ingin membunuhku waktu itu. Kau pikir luka tusuk yang ada di perut dan punggung ku karena ulah siapa jika bukan karena ulah Aaron dan orang-orang nya yang berada di dalam sel."
" Paman bertengkar karena masalah sepele waktu itu! Tapi tak ku sangka orang yang terlibat pertengkaran dengan Paman adalah ketua di dalam sel yang akhirnya menyebabkan semuanya mengeroyok Paman waktu itu…" Laki laki itu menutup matanya mengingat kejadian dimana dia seperti orang yang akan mati waktu itu.
Laki laki itu kini membuka matanya menatap Albert dengan pandangan yang tak bisa diartikan oleh siapapun. Hanya dia yang tahu apa arti tatapan itu.
" Aku berhutang nyawa kepada satu orang yang saat itu membela ku! Dia melihat ku di tusuk dari depan dan belakang! Dia melaporkan kejadian kepada Sipir dan itu membuat mereka murka hingga besoknya dia yang mati karena overdosis…" Sambungnya lagi.
" Jika dia tak melaporkan kejadian malam itu mungkin aku yang mati karena kehabisan darah. Sejak saat ini aku menyimpan dendam kepada laki laki yang bernama Aaron tapi karena aku terlalu sibuk dengan urusan yang lain setelah keluar aku melupakan semuanya dan tak tahu dia berada dimana. Dan sekarang dia muncul disini di kota ini dengan membawa nama Aryan Brotherhood."
" Lalu apa yang harus kami lakukan Paman? Apa kami harus mundur saat ini? Aku tak ingin ada yang mati lagi di dalam kelompok ini. Kehilangan Baron bagaikan mendung bagi kami semua…" Ujarnya dengan putus asa.
" Percuma kau mundur Al semuanya sudah terlambat! Kalian sudah mengusik keluarganya terutama kedua cucu nya."
" Tapi mereka yang dulu membunuh orang kami Paman…" Sangkalnya. " Paman tau sendiri kami selama ini hanya diam dan kami sempat tak bergerak beberapa tahun dan disaat orang kami dibunuh kami bangkit lagi saat ini."
" Lalu apa yang harus kami lakukan Paman? Jika seperti itu kami tak bisa mundur lagi, kami tetap harus maju sampai semuanya tuntas."
" Majulah Paman akan berada di sisi kalian saat ini. Sekarang siapa yang menjadi pimpinan dari kalian, karena aku dengar Zac Kozan tak sedang berada disini. Siapa yang memimpin kasus ini?" Tanyanya lagi.
" Kepemimpinan diserahkan kepada Bryan dan yang memimpin kasus ini juga Bryan Paman tapi jangan khawatir dia sama dengan Tuan Zac dia juga sama kejamnya hanya butuh dilatih sedikit agar lebih terlatih lagi."
Laki laki tua itu mengangguk mengerti sekarang. " Sebelum aku datang kesini pun tadi aku sempat diikuti oleh orang orang nya. Sepertinya dia ingin tahu aku kemana saja hari ini."
" Kau akan tahu bahwa mereka bukan orang yang sembarangan Al! Mungkin disini tak ada yang terlalu mengenalnya tapi di Negaranya nama Geng itu begitu di takuti oleh mereka semua."
" Mereka sepertinya juga tak tahu kami Paman! Mereka sudah berani mengancamku dan berani mengikutiku kemana aku pergi! Ini sudah tak bisa dibiarkan. Jika dia berani menyebutkan nama Geng nya maka aku juga bisa menyebutkan identitas ku yang sebenarnya kepada mereka juga."
" Jangan bertingkah bodoh!" Katanya dengan menekan nada bicaranya. " Jika kau menyebut identitasmu maka semuanya akan dalam bahaya, misi kalian untuk membalas dendam akan sia-sia hanya akan ada duka yang akan kalian terima."
" Tapi ini tak bisa dibiarkan Paman! Dia sudah berani mengikuti ku dan aku malah takut mereka akan mengusik keluarga ku setelah ini…" Nada nya penuh kekhawatiran. Dia tahu betul istrinya bukan orang yang bisa berkelahi.
" Begini saja aku ingin kita kumpul! Buatlah pertemuan rahasia, aku ingin berunding dengan Jonathan atau Zac serta Bryan. Yang jelas aku butuh Bryan. Saat ini dia yang memimpin bukan jadi keputusan yang mutlak ada di tangan nya. Jadi aku butuh bertemu dengan nya, tapi jika bisa aku juga butuh bicara dengan Zac."
" Tuan Zac tak bisa dihubungi Paman!"
" Urusan Zac serahkan padaku! Pertemukan saja aku dengan Bryan. Dan kau fokus saja dengan pekerjaanmu jangan sampai terlihat mencurigakan ingat kau mungkin saat ini akan mulai diawasi oleh orang orang mereka jadi jangan memancing yang membuat mereka curiga dalam hal apapun. Jika kau terlihat di ikuti biarkan saja biar mereka tahu kau hanya seorang pengacara yang terkenal dan bersih dalam kejahatan apapun…" Laki laki tua itu memperingatkan Albert agar dia tak gegah melakukan keputusan langkah nya.
" Baiklah Paman aku tahu apa yang harus aku lakukan sekarang dan aku akan mengingat pesan Paman bahwa aku tak boleh gegabah dalam hal ini."
" Lawan kita sekarang bukan orang sembarangan Albert salah sedikit langkah kita saja membuat mereka mencurigai kita! Ingat kau adalah orang yang berinteraksi langsung dengan mereka maka kau yang harus lebih hati hati kali ini…" Pesan nya lagi.
" Aku tahu Paman!"
Meskipun kali ini Albert tak boleh bertindak gegabah setidaknya ada orang yang tahu siapa musuhnya saat ini, seberapa mereka harus berhati hati saat ini.
Bersambung dulu ya besok lagi 😁
Selamat malam untuk kalian semua yang belum tidur 🤗