
Byuar!!!
Laki laki yang terikat itu langsung terbangun dengan nafas yang tak beraturan dia gugup ketika dia harus di bangunkan dengan cara di siram seperti itu. Dia berontak tapi semuanya kaku ketika dia merasakan seluruh tubuhnya terikat di sebuah kursi.
Matanya menatap sekelilingnya dengan dia yang tak mengenal salah satu dari mereka yang mengelilingi dia saat ini. Dia mencoba mengigat apa yang terjadi sebelumnya.
" Hmmm..." Gumamnya ketika mulut itu masih di tertutup dengan sebuah lakban.
Antoni yang ada di sana secara kasar melepaskannya membuat laki laki itu kesakitan bukan main. " Siapa kalian lepaskan aku..." Bentaknya dengan berteriak memberontak di sana.
Matanya menatap satu persatu orang yang di sana dia mengingat siapa mereka tapi nyatanya dia tak mengenal salah satu dari mereka semua. Dia tak mengenal salah satu dari mereka tapi.
Apa mereka musuh dari Kakak. Batin nya dengan masih bingung mencari jawaban atas pertanyaan yang berputar putar di otaknya.
" Selamat datang anak muda…" Bariton dingin dari seorang yang duduk di sana membuat Nicolas memicingkan matanya.
" Siapa kalian semua? Mau apa?" Teriaknya.
" Sstttt… jangan berteriak kau membuat telinga kami sakit…" Katanya dengan menyilangkan kaki nya menatap Nicolas dengan tatapan yang tajam.
" Siapa kalian, aku bahkan tak mengenal kalian semua. Kenapa kalian malah menangkap ku apa salah ku?" Nicolas masih saja tak tau apa kesalahannya saat ini.
" Tunggu sebentar lagi akan ada kejutan untukmu! Ka mungkin tak mengenal kami tapi kau akan mengenal seorang kejutan yang kami siapkan."
Nicolas terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh laki laki yang saat ini masih duduk dengan gaya nya yang dingin dan kejam. Tangan laki laki itu bahkan memainkan pisau miliknya sendiri dia bermain dengan memutar pelan.
Orangnya datang dengan berbisik pelan dengan mengatakan bahwa mereka telah tiba, orang itu tersenyum sinis ketika melihat wajah orang yang mereka sandra telah panik di sana.
" Mereka datang! Dan kau akan tau siapa kami…" Nicolas tampak penasaran tapi dia juga takut.
Ceklek!!
Suara pintu dan suara langkah kaki membuat Nicolas langsung menatapnya dengan rasa penasaran. Dia menyipitkan matanya seakan masih kurang jelas siapa yang saat ini tengah masuk keruangan itu. Kedua orang yang saat ini masuk menatap Nicolas dengan tatapan tak bersahabat dia memiliki ribuan dendam yang tersimpan di hatinya.
" Kita bertemu lagi adik polisi yang terhormat…" Bryan langsung membuka suaranya.
Deg!! Deg!! Deg!!
Jantung Nicolas berpacu cepat keringat dingin langsung menetes, dia menatap wanita yang saat ini juga berdiri di sana hanya dia wanita dan orang yang mungkin di kenal saat ini.
" Sarah…" Gumam nya pelan dengan tak menyangka bahwa wanita itu adalah Sarah orang yang dikenal di masa lalu nya saat itu.
" Kau mengatakan sesuatu?" Bryan kini berjalan menghampiri Nicolas yang berada di depan nya yang sedang terikat sekujur tubuhnya.
" Apakah itu Sarah? Atau hanya mata ku yang-"
" Kau mengenal wanita itu?"
" Sarah tolong aku lepaskan aku! Aku yakin kau di sini untuk menolongku…" Teriaknya dengan kencang.
Semua orang yang ada di sana tertawa keras mendengar apa yang di katakan oleh Nicolas, tetapi Sarah hanya diam seribu bahasa dia bagaikan patung yang diam di sana.
" Sarah please tolong aku! Lepaskan aku!" Katanya dengan memohon.
Sarah menatap kearah Bryan yang juga menatapnya dengan penuh dengan sisa tawanya. Bryan mengangguk sebelum dia maju ke depan menghampiri Nicolas. Jantungnya berpacu cepat kakinya sebenarnya lemas dia tak menyangka bahwa orang yang ada di depannya adalah orang yang di kenal olehnya.
Sarah berdiri di depannya dengan menatap datar ke arah Nicolas yang menatapnya penuh dengan harapan. Dia berharap bahwa Sarah lah yang akan menolongnya.
" Sarah ayo lepaskan ikatan-"
Plak!! Plak!!
Dua tamparan keras secara cepat langsung mengenai pipi Nicolas, Sarah menatapnya dengan tatapan nanar menatapnya dengan penuh kebencian serta amarah yang tak bisa dibendung lagi. Mereka saling menatap dengan tatapan yang berbeda.
" Apa yang kau lakukan? Apa salah k-"
Plak!!
Lagi lagi Sarah menamparnya dengan keras dia tak membiarkan laki laki itu berbicara dia masih dipenuhi rasa amarah serta rasa kecewa.
" Apa yan-"
Plak!!
Lagi lagi Sarah menamparnya dengan keras dia tak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Nicolas dia tak ingin mendengar apa yang ingin dikatakan oleh laki laki itu. Semuanya yang dikatakan seakan tak ada artinya dan tak penting bagi dirinya.
" Apa yang kau lakukan bodoh…" Teriaknya dia tak terima mendapatkan beberapa tamparan yang keras dari wanita itu.
" Tak hanya tamparan yang akan di lakukan oleh Sarah tapi dia bisa membunuh mu di sini…" Timpal Zac yang duduk dengan tenang di sana.
" Sarah jangan dengarkan mereka bicara! Aku tau kamu masih mencintaiku jadi kumohon lepaskan aku! Aku akan selalu mengingat pertolonganmu saat ini…" Nicolas memohon dia tak sangat memohon. Saat ini yang dia butuhkan adalah pertolongan Sarah, tak ada harapan lain.
Sarah tapi hanya diam dia tak membuka suaranya sama sekali dia bahkan hanya menatap Nicolas dengan tatapan penuh kemarahan yang tak bisa dikatakan.
" Kau bisa membunuhnya langsung atau kau ingin mau bermain main dengan nya…" Bisik Bryan dengan senang.
Plak!! Plak!! Plak!! Plak!! Beberapa tamparan yang keras membuat ujung bibir Nicolas mengeluarkan darah.
" Dasar pelacu* apa yang kau la-"
Bryan dengan cepat menodongkan pistol ke dahi Nicolas ketika dia dengan sengaja berteriak dan mengatakan wanitanya adalah pelac*r. Nicolas terdiam dia ketakutan setengah mati dadanya naik turun.
" Kau mengatakan apa? Siapa dia? Katakan sekali lagi?"
" Tidak! Aku minta maaf! Aku hanya emosi sesaat!" Dia sungguh tak berani mengatakan apa apa lagi.
Plak!! Bryan dengan cepat menampar Bryan menggunakan ujung pistolnya. Kepalanya berdenyut matanya berkunang kunang. Dahinya terasa sakit saat ini.
" Sekali lagi kau berkata seperti itu, ku robek mulut sampahmu itu…" Dia menekan kata kata nya dengan sinis.
Bug!! Satu lemparan orang yang sudah sekarat telah berada di depan mereka semua saat ini. Nicolas panik dia tau siapa yang ada di depannya saat ini.
" Aku minta maaf tapi aku mohon lepaskan aku! Aku minta maaf!" Dia panik saat ini dia sadar dia bukan siapa siapa dibanding dengan mereka semua. " Kalian siapa sebenarnya?" Tanyanya dengan penasaran.
" Kembalikan nyawa adik ku dan Paman ku…" Sebuah kata yang membuat Nicolas terdiam. Sarah masih menatapnya dengan tatapan nanar dan tatapan dingin.
Bersambung besok ya mak Mince lagi benar benar sibuk beberapa hari ini 😁