Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Pertemuan 1



" Tuan Albert anda datang kemari, kenapa tak memberi tahu saya dulu…" Kepala Sipir terkejut melihat Albert yang datang secara tiba-tiba di sana. 


" Saya memang sengaja datang kemari untuk bertemu dengan Alexander."


" Anda ingin bertemu secara langsung? Apa tidak terlalu bahaya bagi anda?" 


Albert tak menjawabnya dia hanya melempar sebuah dokumen diatas meja, dengan bingung kepala sipir itu mengambilnya dengan tatapan bingung. Sipir itu membukanya dan membacanya dengan sedikit terkejut dia tak menyangka dengan apa yang dibaca.


" Tuan Al apa saya tidak salah membaca dokumen ini?" Tanyanya dengan sedikit terkejut karena dia benar benar tak menyangka dengan lembaran yang dibaca.


" Apa yang kau baca memang benar, aku akan menjadi pengacara nya mulai sekarang tapi aku akan bertemu dengan Alex hanya kali ini saja. Aku ingin meminta nya untuk tanda tangan dokumen tersebut."


" Saya tidak mengerti dengan apa yang anda katakan Tuan Al. Anda yang memasukan Alexander tapi anda juga yang akan membela nya, saya tak mengerti dengan jalan pikiran kalian saat ini…" Sipir itu menggeleng tak mengerti dengan apa yang mereka pikirkan.


" Tak perlu berpikir biar aku saja yang berpikir, kau hanya perlu menjalankan tugasmu jika aku menyuruhnya…" Timpal satu laki laki yang duduk dengan menyilangkan kakinya serta memakai kacamata hitam yang bertengger di hidung.


" Kau tak perlu ikut campur dalam hal ini yang perlu kau kerjakan hanya membuat dia merasa di neraka hanya itu yang lainnya biar kami yang mengurusnya."


" Baik bos…" Katanya dengan tidak memperpanjang masalah lagi.


" Sekarang aku ingin bertemu dengan Alex…" Ucapnya dengan langsung berdiri.


" Mari saya antar Tuan!" 


" Tidak perlu jika kau yang mengantar maka dia nanti akan menaruh curiga padamu, jadi biarkan sipir lain yang mengantar nya…" Albert tentu saja tak ingin terlihat mencolok. " Singa aku pergi dulu."


Zac yang ada di sana mengangguk dengan pelan. Dia melepaskan kacamatanya menatap dingin ke arah sipir yang ada di depannya.


" Pergilah dengan cepat…" Albert mengangguk dengan dia yang segera pergi dari ruangan tersebut.


Kepala Sipir itu yang terjebak di dalam ruangan bersama sang singa hanya mampu menelan ludahnya dengan kasar ketika tanpa sengaja matanya menatap ke arah sang singa yang menatap dingin ke arah nya.


Sial.. kenapa aku harus malah terjebak di sini.. batinnya dengan rasa kesal. 


" Aku ingin kau lebih kejam menyiksa dia! Bikin dia lebih menderita seperti di neraka. Meskipun Albert yang membelanya tapi aku ingin dia tetap lebih menderita…" Perintahnya dengan dingin. " Ini hanya siasat agar dia merasa ada yang membela."


Kepala sipir itu mengangguk dengan mengerti meskipun dia juga bertanya-tanya siasat apa yang mereka saat ini tengah direncanakan. 


" Jangan hanya mengangguk saja! Kau mengerti atau tidak?" Katanya dengan sedikit membentak.


" Saya mengerti Tuan…" Jawabnya dengan gugup.


" Bagus…" Zac mengangguk pelan.


Berarti ini memang bos nya yang bernama Singa itu. Batin sang Sipir.


\=\=\=\=


" Tuan Alex perkenalkan saya Albert pengacara anda…" Albert segera memperkenalkan dirinya ketika Alex baru masuk dengan dia yang tak mengenal siapa Albert.


Albert menatap Alex dengan tatapan kasihan dapat terlihat jelas bahwa laki laki ini sangat menderita di sini. Luka lebam ada di mana-mana, wajah tampannya yang dulu kini penuh dengan luka lebam. Sedangkan kakinya pun tak bisa berdiri tegak terlihat jelas bahwa dia menahan rasa sakit pada kakinya.


" Pengacara saya? Apa negara yang sudah menunjuk anda sebagai pengacara saya…" Alex berjalan dengan sedikit tertatih dia merasakan kakinya begitu sakit ketika dia berjalan.


" Saya ditunjuk oleh Tuan Aaron kakek anda sendiri."


" Akhirnya penyelamat ku datang…" Dia bernafas lega karena dia pikir dewa penyelamat nya telah tiba di sana. " Lalu dimana sekarang kakek ku?" 


" Tuan Alex tak semua orang bisa bertemu dengan anda karena kasus anda belum diterima kejaksaan jadi mereka membatasi ruang temu anda Tuan Alex."


" Tapi dia kakekku kenapa mereka melarang bertemu dengan ku?"


" Tuan sebaiknya anda jangan banyak bertanya karena saya rasa anda mengerti tentang peraturan di sini…" Jawabnya dengan ketus. 


Alex terdiam. " Maafkan saya Tuan Alex tapi anda lebih tahu peraturan yang ada di sini."


" Baiklah aku mengerti. Sekarang apa yang harus saya lakukan?"


" Tolong anda menandatangani berkas-berkas ini, bahwa anda menyetujui bahwa saya adalah pengacara anda yang akan mendampingi anda selama nanti di persidangan…" Albert membuka berkas yang memang berisi tentang dokumen dia sebagai pengacaranya.


Alex tak membacanya dia percaya dengan kakek nya yang mengirimkan seorang pengacara untuknya. Alex yang menandatangani surat-surat itu dengan sesekali menyunggingkan senyum. Setidaknya ada orang yang akan menolongnya saat ini.


" Terima kasih Tuan Alex! Saya akan berusaha sekuat saya untuk segera membebaskan anda dari sini…" Albert dengan cepat memasukan ke dalam tas nya. 


" Tolong lakukan apapun agar saya bisa keluar dari sini, saya sudah tak betah…" Nada nya terlihat begitu menyedihkan dia begitu tertekan.


" Saya akan lakukan apapun untuk anda Tuan, sebaiknya anda hindari perkelahian karena wajah anda sudah banyak luka lebam…" Sindirnya dengan senang.


Hatinya bersorak senang setidaknya dia bisa melihat jelas wajah musuhnya yang sedikit berantakan. Dia terlihat menyedihkan sangat menyedihkan saat ini. Albert tertawa dalam hati laki laki yang sombong dan angkuh itu kini tak berdaya tak memiliki apapun. Kejayaannya hancur dengan sekejap saja.


" Apa adik saya juga di sana? Nicolas bersama kakek saya?" Dia ingat bahwa adiknya saat ini juga sedang dalam bahaya.


" Maafkan saya Tuan tapi kami sedang berusaha mencari adik anda. Kami menyewa orang yang ahli dalam pencarian adik anda. Kami juga akan berusaha mencarinya."


Bruak!!


" Jadi mereka masih menyekap Nicolas…" Nadanya tinggi. Dia emosi karena adik satu satunya harus menderita seperti ini.


" Apa anda mengetahui bahwa adik anda telah di sekap? Maksud saya katakan dengan rinci agar kami bisa melacak nya dengan segera…" Albert kini malah penasaran.


" Saya tidak tahu siapa mereka atau mereka memiliki dendam kepada saya atau adik saya. Tapi yang jelas ini ada kaitannya dengan laki laki yang bernama Bryan dan Antoni…" Dia menggertakkan giginya ketika dia mengingat malam itu.


" Bryan dan Antoni siapa mereka? Apa anda memiliki musuh? Atau adik anda?" 


" Mereka berdua adalah orang yang saya tangkap dan anda pernah dengar bahwa kantor polisi waktu itu terbakar sebelum para narapidana di pindah ke sini?" Albert mengangguk. " Mereka kabur dan saat itu semuanya menjadi berantakan, mereka berdua memiliki dendam kepada ku, mungkin saat ini Nicolas juga bersama mereka."


" Jika begitu saya akan mengatakan kepada orang-orang itu agar menyelidiki laki laki yang bernama Bryan dan Nicolas."


" Bisakah saya menulis surat kepada kakek saya tolong berikan kepadanya, aku ingin menulis semuanya dengan detail agar kalian dan kakek bisa segera menemukan Nicolas saya juga akan memberikan sketsa wajah dari Bryan dan Nicolas."


" Tentu."


Albert hanya tersenyum pelan ketika Alex malah berusaha keras menggambar wajah Bryan dan Antoni.


Percuma kau lakukan ini, semuanya akan sia-sia dasar bodoh.


Selamat malam semuanya 🤭 jangan lupa tinggalkan jejak kalian semua ya 🙏