Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Pergerakan 45



Jika cinta bertepuk sebelah tangan,


Adalah ujian seberapa tabah aku Berikhtiar dalam mencintai.


Maka mustajab kan lah doaku,


Di malam yang sunyi.


Sebab hanya kekuasaan yang dapat,


Membolak-balikan hati.


______


Semuanya sudah terjadi dan itu tak bisa diputar kembali. Mereka kini saling mempertahankan nyawa mereka dengan kata untuk berdamai tapi lawan mereka bukanlah orang yang mudah untuk berdamai ketika para korban sudah berjatuhan dengan sengaja.


“ Dokter kenapa kita berhenti...” Tanya nya dengan panik.


“ Aku juga tak tahu!” Nathan sendiri tak tahu apa yang terjadi pada mobil yang ia bawah.


“ Tunggu sebentar.”


Mobil yang membawa mereka tiba-tiba tak bisa di kendari hingga membuat Nathan menepikan mobilnya dengan cepat. Nathan yang turun dari mobil nya kini langsung ditarik paksa oleh seseorang dari arah belakang. 


“ Apa yang kau lakukan?”


“ Ibu...” Suaranya merendah. Detak jantung nya berdegup kencang. Kali ini tatapan Ibu nya yang mematikan membuatnya tak bisa lari ataupun menghindar jika dia bakal di amuk habis setelah ini.


“ Apa yang kau lakukan dengan wanita itu?” Monica melotot dengan amarah yang tak bisa dibendung.


Dia yang tadi ingin membawa Sarah pergi dari markas nya tak sengaja melihat putrinya membawa lari wanita yang sangat ia benci, bahkan target selanjutnya adalah wanita yang duduk dengan putranya.


“ Bu aku bisa jelaskan. Jangan marah. Kita akan mengobrol di markas...” Nathan nampak susah mengajak Ibu nya bicara baik-baik saat ini. Dia tahu pada Ibu nya jika dia tak menyukai seseorang dia tak segan mengatakan dia menjadi musuhnya yang siap dibunuh saat ini juga.


“ Aku tidak butuh penjelasan mu di sana. Aku butuh di sini. Katakan pada ku kenapa kau membawa wanita itu pergi? Kau ingin melindungi dia yang sudah membuat kekacauan sebesar ini?” Monica sengaja mengencangkan suaranya agar wanita yang ada di dalam mendengarnya.


Dan benar saja wanita itu mendengar amukan dari Ibu Nathan yang terang-terangan sangat tidak menyukai nya saat ini. Bahkan terlihat dari suaranya Monica membenci nya. 


“ Ibu pelankan suaramu. Dia bisa mendengarnya...” Nathan tak enak hati jika wanita yang ada di sana mendengar amukan Ibu nya yang saat ini sudah siap menerkam siapa saja.


“ Kau menjaga perasaan wanita brengsek itu...” Ucapnya dengan menekan kata kata tersebut.


“ Sebaiknya kita ke markas semua orang sudah menunggu kita tak baik jika kita harus bertengkar di pinggir jalan sini Bu. Tempat ini masih sangat bahaya bagi kita...” Nathan mengajak Ibu nya untuk segera meninggalkan jalan yang mungkin saja masih membayangkan mereka semua nya.


“ Bahaya apa yang mengintai kita? Kau pikir Ibumu tak bisa melawan mereka jika mereka menyerang kita heh? Kau meragukan kemampuan wanita tua ini yang mereka panggil dengan sebutan Suhu.”


“ Ibu please saat ini kita tak bisa berdebat sebaiknya kita segera pergi. Kita semua sedang di tunggu mereka...” Nathan dengan sikap nya yang lembut membuat sang Ibu akhirnya mengalah untuk pergi.


Nathan menghela nafasnya dengan kasar. “ Tun Zac yang menyuruhku membawa Angel Bu.”


Monica yang tadi sudah berjalan kini menghentikan langkahnya lalu berbalik dengan menyipitkan matanya dengan penuh kecurigaan. “ Aku berkata jujur Bu. Jika Ibu tidak percaya coba saja tanyakan kepada nya.”


Monica terdiam cukup lama. “ Jangan lihatkan wajahnya di depan Ibu karena Ibu bisa menerkam nya jika dia berani muncul atau mendengar suaranya.”


Monica langsung masuk ke dalam mobilnya dengan perasaan yang penuh dengan tanda tanya. Dia tak tahu apa yang terjadi di dalam markas tadi hingga membawa Angel dengan cara yang seperti ini.


“ Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa wanita itu bisa duduk di dalam mobil dengan Nathan. Apa ada perubahan rencana yang tak kuketahui...” Gumam nya dengan perlahan.


Dia dari tad berpikir keras untuk rencana apa yang sudah disusun rapi nyatanya sedikit berantakan tak karuan. Nathan yang bersama Angel malah pergi padahal rencananya mereka akan di habis di dalam hutan tersebut tapi sekarang malah pergi ke markas pribadinya.


“ Apa yang sebenarnya terjadi hingga kau membawa wanita itu bersama mu?” Monica memecahkan keheningan yang dari tadi mereka bertiga hanya terdiam membisu. 


Nathan yang duduk di sebelah Ibu nya sedikit menoleh sebentar lalu kembali menatap ke depan. “ Bryan yang menyuruh membawa Angel. Dia berkata sudah membantu Sarah tadi.”


“ Cih!! Hanya dia membantu Sarah lalu kalian memaafkan wanita itu? Apa istimewah Sarah kenapa mereka memperlakukan  Sarah sangat istimewah...” Ketusnya dengan dia tetap tak mengerti dengan apa yang sudah tersusun kini sudah berantakan.


Padahal dari awal mereka sepakat untuk menghabisi semua orang yang sudah bermain main dengan mereka tapi kini malah mereka sendiri yang membawa Angel dan memaafkan semua kesalahan mereka begitu saja. Monica menatap Angel dari kaca atas nya, Angel hanya menunduk sedangkan Sarah yang juga satu mobil dengan mereka yang masih belum sadarkan diri.


Awas saja jika dia berani mengambil hati Nathan, aku bersumpah akan menghancurkan nya dari akar nya. Batin Monica dengan wajah kesal nya.


“ Angel jangan takut pada Ibuku. mungkin dia hanya merasa kesal karena kesalahan kita tapi kau bisa memperbaiki setelah ini.”


“ Tidak ada yang bisa di perbaiki. Sekali penghianat maka selamanya akan menjadi penghianat...” Monica yang menjawab nya dengan menekan semua kata-kata nya.


“ Ibu...” Rengeknya.


“ Hentikan omong kosongmu itu Nathan. Kau tahu kita tak akan memberi ampun pada orang yang bermain-main dengan kita. Kau tahu sendiri tak akan ada kata ampun untuk seorang pengkhianat meskipun itu wanita.”


Nathan hanya menggeleng dia tak mengerti lagi harus berkata apa pada Ibu nya. padahal Zac sendiri sudah memberikan kesempatan untuk Angel hidup saat ini. Tapi sepertinya Monica tidak akan mudah membiarkan hidup wanita itu tenang mulai sekarang. Ditambah lagi Nathan putranya bersikeras membelanya.


“ Aku tahu Bibi. Aku memang tidak akan mendapatkan maaf dari kalian. Apa yang aku lakukan sudah membuat kekacauan sebesar ini padahal rencana kalian terlalu sempurna agar tak ada pertikaian seperti ini...” Angel yang dari tadi diam kini berbicara dengan nada yang sedih dia tahu bahwa kesalahannya tak akan mungkin ada yang memaafkan nya.


“ Jika kau tahu kau harusnya jangan mendekati putraku.”


“ Saya tidak akan berani mendekati putra anda Bibi.”


“ Ch!! Bibi. Kau pikir aku Bibimu. Tapi sekalipun aku Bibi mu aku tak akan sudi menjadikanmu keponakan ku.”


“ Ibu...” Nathan tak habis pikir bahwa Ibu nya langsung menyerang kata kata pedas untuk Angel.


“ Diamlah jangan membela orang yang bersalah.”