Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Pertemuan rahasia 1



" Jadi anda yang bernama Alex! Perkenalkan saya Erik!" Kedua laki laki saling menjabat tangan dengan raut wajah yang sama sama dingin. 


Kedua laki laki itu saat ini dikelilingi oleh beberapa orang yang berada di pihak mereka masing-masing. Erik yang membawa banyak anggota hanya dapat senyuman sinis dari ketiga orang yang ada di sana.


" Anda terlalu banyak membawa anggota Tuan. Lihatlah saya hanya bertiga di sini…" Sindir Andre yang merasa sebenarnya ini tak perlu.


" Maafkan saya Tuan tapi saya hanya mengantisipasi keadaan yang kadang di luar pikiran saya."


" Apa yang anda pikirkan tentang kami?" Timpal Alex yang merasa penasaran. " Anda berpikir bahwa kami akan melaporkan kalian kepada polisi?" 


" Bukan seperti itu Tuan! Anda terlalu cepat menduganya…" Elaknya dengan senyum kecut.


" Tuan Alex seperti nya Tuan Erik sangat tidak mempercayai anda. Sebaiknya kita batalkan saja tetang-"


" Tidak! Jangan seperti itu…" Erik dengan cepat memotong apa yang ingin Abhi katakan. Sebenarnya mereka hanya ingin main-main.


" Kau benar! Dia mencurigai kita dan mereka tak memberikan kita kepercayaan penuh. Lalu buat apa kita membicarakan bisnis ini…" Alex juga menambahkan siraman bensin agar laki laki yang ada di depannya semakin kalang kabut dibuatnya.


" Tuan Alex saya meminta maaf. Bukan maksud saya untuk mencurigai anda tapi hanya saja kami harus lebih hati-hati karena kami tak mengenal kota ini dan tak mengenal satu-satu karakter orang yang ada di sini…" Jawabnya dengan kalang kabut. Wajah Erik begitu panik dia tak ingin transaksi bisnis ini gagal.


" Jika anda tak memiliki rasa percaya kepada rekan anda untuk apa anda ingin bekerja sama dengan saya?" Alex menyandarkan punggungnya menatap wajah laki laki itu dengan sungguh-sungguh.


" Saya percaya kepada anda Tuan tapi kami hanya butuh waktu untuk membuat ini semua lebih mudah."


" Mudah untuk menghancurkan kami begitu maksud anda?" Andre kini juga menimpali apa yang dikatakan oleh Erik.


" Jika dia tak memiliki rasa percaya kepada kita lalu buat apa kita percaya kepada mereka juga? Bisa saja setelah kita deal dengan barang yang mereka tawarkan mereka menjebak kita dengan memasukan kita ke dalam penjara, kita juga tak tahu bukan apa yang mereka pikirkan?" Perkataan Erik tadi kini dibalik lagi oleh Abhi.


" Tuan saya tidak mungkin melaporkan kalian semua, ini semua tak mungkin. Saya yang menawarkan kepada kalian karena saya ingin bekerja sama dengan kalian semua. Jadi mustahil jika kita ingin menjebak kalian…" Lagi lagi Erik mengelak. Tentu saja dia tak akan mungkin melaporkan mereka.


" Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi setelah pertemuan bisnis ini Tuan Erik. Kami sungguh mempercayai anda dengan membawa anda ke tempat kami tapi sayangnya anda membuat kami kecewa dengan membawa segini banyak pasukan…" Lagi lagi Alex tersenyum sinis saat ini.


" Tuan Alex tolong maafkan saya, saya tak bermaksud seperti itu. Tolong jangan batalkan bisnis ini, kami berharap banyak kepada kalian…" Suaranya penuh dengan permohonan.


" Abhi, Andre, bagaimana? Kalian masih ingin melanjutkan ini atau kalian ingin menyudahi bisnis ini?, Aku apa kata kalian. Karena kalian juga memiliki hak yang penuh atas diskotik kita…" Alex melemparkan pertanyaan itu kepada kedua rekannya yang saat ini juga menatap ke arah Erik.


" Tuan tolong maafkan saya! Saya tak mungkin melaporkan kalian. Saya butuh rekan bisnis yang bisa membawa kita sama-sama untung dalam hal jual beli ini."


Ketiga orang itu menghela nafasnya dengan berat lalu mereka saling berhadapan satu sama lain. " Saat ini kami bisa memaafkan anda tapi tidak lain kali. Kami tidak suka bahwa jika ada pertemuan ini anda membawa orang yang tak penting seperti ini…" Ucapnya dengan tegas.


" Jika anda masih melanggarnya maka jangan salahkan kami jika kami akan melakukan tindakan yang tak bisa anda pikirkan sama sekali…" Ancamnya dengan tegas.


" Saya pastikan hanya kali ini saya membawa pasukan saya. Lain kali saya hanya akan membawa orang yang berperan penting…" Erik akhirnya lega bahwa bisnis ini akan tetap berjalan.


" Baru pertama kali ada orang yang bertanya tentang efek obat ini. Selama saya menawarkan kepada orang lain tak ada yang mereka tanyakan tentang efeknya. Tapi tak masalah Tuan saya akan mengatakan tentang efeknya."


Erik mengeluarkan satu lembaran yang berisi tentang semua obat-obatan itu. Alex yang langsung menerimanya langsung membacanya dengan seksama.


Bajingan ini tak mungkin memasukan data yang berbahaya, mereka hanya menulis beberapa efek seperti ini. Batin Alex saat membaca semuanya.


" Rupanya tak ada yang bahaya! Efeknya sama saja dengan obat yang lain…" Alex memberikan lembaran itu kepada Andre untuk membacanya.


" Meskipun kami sengaja membuatnya dan memproduksinya sendiri tapi kami tak mungkin memberikan bahan kimia yang membahayakan nyawa orang lain Tuan."


" Hem! Kau benar. Tak mungkin kan orang ingin membahayakan nyawa orang lain demi keuntungan mereka…" Timpal Abhi.


" Jika anda bisa membuat obat seperti ini berarti anda memiliki laboratorium sendiri dan ada dokter khusus yang menanganinya ini?"


" Tentu Tuan kami memilikinya sendiri dan saya jamin dokter kami bisa anda percaya. Kami memiliki sampel yang siap diuji. Kami pastikan ini semua tak akan merugikan anda dan menghancurkan nyawa orang banyak yang mengonsumsi nya."


" Jika boleh saya tahu dimana laboratorium anda? Dan siapa nama dokter yang membuat obat ini?"


Erik terdiam dia tak bisa menjawab pertanyaan itu. " Kenapa anda diam? Kenapa anda tak ingin menjawabnya?" 


" Sepertinya Tuan Erik keberatan menjawab pertanyaan kita yang ini!" 


" Maafkan saya tapi hal ini privasi kami. Kami tak bisa mengatakan karena kami memiliki surat perjanjian untuk menyembunyikan tempat kami dan nama dokter kami. Sekali lagi maafkan saya Tuan, saya harap anda bisa menghargai privasi kami…" Erik tetap pada keputusannya bahwa dia tak akan mungkin mengatakan siapa dan dimana apa yang mereka tanyakan.


" Baiklah kami menghargai ini, tapi jawab satu saja, apa laboratorium nya disini atau di kota lain?" Erik menghela nafasnya dengan berat.


" Di kota lain! Yang jelas bukan disini."


" Kami bertanya seperti ini karena kami juga harus mengantisipasinya, jika anda apa-apa kami tak ingin terlibat. Jika masalah ini sampai bocor maka jangan bawah nama kami bertiga."


" Saya jamin kami tak akan membawa nama kalian dan saya juga jamin semuanya aman Tuan."


" Berapa butir yang kau bawah saat ini?"


" 85.035 butir."


" Kami akan mengambilnya semuanya."


Semua orang yang ada di sana tercengang ketika Alex mengatakan akan mengambil semua barang yang mereka bawah.