
“ Bagaimana mungkin dia ada disini?” Bryan dibuat terkejut melihat seseorang yang saat ini terbaring di atas kasur di dalam ruangan yang terbuka lebar tersebut.
Bryan yang tadi mendengar suara teriakan membuatnya lari ke arah sumber suara tapi dia berhenti di depan pintu yang terbuka lebar. Dia yang memiliki rasa penasaran kini melihat kedalam dengan mata yang masih tak percaya dia memberanikan diri untuk melihatnya dari depan.
Deg!!
Deg!!
Deg!!
“ Bagaimana mungkin dia disini?atau dia kembar?” Gumam nya dengan rasa tak percaya diri.
Dia masih tak menyangka melihat orang yang tak mungkin ada disini, tapi kenyataan nya dia memang ada di depan nya dengan kondisi yang lemah di atas kasur.
“ Atau dia memang kabur?” Dia bertanya tanya dalam hatinya dia tak yakin dengan apa yang dilihat dengan kedua matanya.
Bryan melihat sekeliling ruangan itu dia juga melihat sosok wanita cantik yang terlelap indah di kasur satu nya. Bryan mendekat melihat sosok wanita yang sama sama terlelap di sana. Bryan mengerutkan keningnya.
“ Aku pernah melihat wanita ini tapi dimana?” Dia mencoba mengingatnya tapi ingatannya melupakan sosok wanita yang juga tak berdaya lemas di depan nya. “ Dimana? Kenapa wajahnya tak asing bagiku.”
“ Ini pasti salah, Alex berada di dalam penjara mana mungkin ada di sini...” Bryan yang tak tau tentang perihal kaburnya Alex kini masih bertanya tanya.
Argh....
“ Sarah...” Dia yang terkejut kini kembali ingat kepada kekasihnya yang saat ini butuh bantuan dirinya.
Bryan yang masih tak percaya kini kembali menatap kedua orang yang sedang menutup matanya. “ Aku akan mencari tau nanti, setelah Sarah ada di tangan ku.”
Tap!! Tap!! Tap!!
“ Jadi kau ingin mati di sini?, ucapkan selamat tinggal pada kekasihmu yang tak akan pernah datang karena ia takut menghadapi kami.”
Bruak!!
Bryan dengan keras menendang pintu yang terbuka sedikit hingga membuat suara benturan cukup keras yang membuat semua orang yang ada disana terkejut bukan main. Erik yang sudah sedikit menggores leher Sarah juga dibuat terkejut dengan suara tersebut.
“ Lepaskan dia.”
Sarah yang tadi menutup mata pasrah bahwa di harus mati di sini kini membuka matanya ketika mendengar suara yang sangat ia kenal. “ Bryan...” Gumam nya pelan ketika melihat kekasihnya datang di sana, ia berdiri di depan pintu dengan menatap tajam kearah mereka semua.
Prok!! Prok!! Prok!! Arya yang senang melihat orang yang di tunggu tunggu telah datang membuat dia bersorak dengan tepuk tangan. “ Selamat datang.. selamat datang...” Arya memberikan ucapan dengan senyum yang penuh dengan kelicikan di sana.
Arya yang tadi berdiri kini duduk di sebelah Sarah dengan menarik rambut wanita itu cukup kencang. “ Lepaskan dia.. karena ini semua ga ada urusannya dengan nya.”
“ Kau memerintahkan aku untuk melepaskan umpan ku?, jangan konyol anak mudah. Dengan nya aku bisa membuatmu datang kemari.”
“ Umpan?, benarkah kau menjadikan dia umpan?, baiklah jika dia menjadi umpanmu maka aku juga bisa menggunakan cucuku sebagai umpan kematianmu, bagaimana?” Bryan dengan cukup tenang meladeni Arya yang saat ini sudah menahan rasa emosinya.
“ Jangan kau sentuh cucuku...” Nadanya begitu tinggi.
“ Lepaskan dia, atau kubunuh Nicolas sekarang juga.”
“ Wouw,,, kita harusnya membuat kesepakatan Bryan. Jangan terburu buru. Kita satu tim dulu dan aku belum sempat mengakui keahlianmu. Jadi mari kita berbincang bincang terlebih dahulu...” Timpal Erik yang berdiri di belakang Arya dengan gaya sombongnya dia yakin akan mudah mengalahkan Bryan saat ini.
“ Jangan banyak bicara, aku tak butuh bicara kalian. Lepaskan dia atau aku bunuh Nicolas...” Ancamnya dengan nada geram karena dari tadi sebenarnya matanya melirik wanitanya yang wajahnya berantakan tak karuan karena siksaan yang diberikan.
Arya tertawa disana. “ Kita harus membuat kesepakatan. Aku akan melepaskan wanitamu dan kau harus melepaskan Nicolas. Aku akan melupakan pertengkaran ini, aku akan menutup tentang pengkhianatan dan kau yang sudah membakar gudangku pun aku akan melupakannya.”
“ Pengkhianatan?, membakar?, dan kau akan melupakannya?”
“ Tentu saja aku akan melupakannya dan akan menutup mata, kalian bisa bebas setelah Nicolas ada di tangan ku.”
“ Hal keji?, apa yang dia lakukan?” Arya kini sedikit gugup.
“ Kau tau cucumu seperti apa jadi buat apa aku menceritakan. Mata dibalas dengan mata, nyawa dibalas dengan nyawa. Kau camkan itu.” Bryan tersenyum tipis di bibirnya.
“ Kita akan bisa menemukan Nicolas.”
“ Lepaskan dia.”
“ Tidak akan.”
Bug!!
Bryan yang dipukul keras dari belakang membuatnya hampir tersungkur di lantai yang penuh dengan debu. Bryan menyentuh tengkuknya yang terasa sakit serta kepalanya yang terasa pusing.
“ Alex...” Arya terkejut melihat cucunya yang sudah sadar dengan dia membawa tongkat besar untuk memukul Bryan.
“ Bryan...” Sarah yang sedikit berteriak menatap Bryan dengan pandangan yang hampir menangis saat ini.
“ Kau yang membawa adikku.. dimana dia?” Alex yang tadi sadar mendengar semua perdebatan itu memutuskan untuk memukul Bryan dari belakang.
“ Jadi ini benar kau? Hmm.. siapa orang yang sudah membawamu kabur?, aku rasa lawanmu tidak tau siapa musuhmu saat ini...” Bryan berusaha untuk menahan rasa sakit pada tengkuknya.
Alex yang belum pulih kekuatannya hanya memukul pelan yang tak membuat Bryan tak pingsan di sana. “ Tutup mulutmu, katakan dimana adikku?”
“ Adikmu?, kau ingin tau dimana adikmu?”
Bryan yang melihat Alex mengangguk serta melihat bahwa mantan komandan itu belum sepenuhnya pulih kini dengan cepat memberikan pukulan tepat di wajahnya hingga membuatnya mundur dengan cukup keras yang membuat punggungnya terbentur pintu.
“ Alexander...” Arya dan beberapa orang yang disana dibuat terkejut ketika Bryan yang tiba tiba menyerangnya tanpa memberikan peringatan.
Bugh!!
Lagi lagi Bryan memberikan tendangan pada perutnya yang membuat Alex benar benar terjatuh, semua orang yang ingin menolong nya kini di buat berhenti ketika Bryan dengan kencang menarik rambut Alex hingga membuatnya kesakitan.
“ Lepaskan dia...” Arya berteriak marah saat ini. “ Lepaskan dia atau ku bunuh wanitamu...” Ancamnya.
“ Bryan biarkan aku mati, jangan lepaskan mereka. Ingat misi kita dari awal, dendam. Lanjutkan apa yang menjadi awal kita ada disini...” Sarah yang berteriak kencang membuat Bryan menatapnya.
“ Kua dengar sendiri, dia rela mati. Kau bunuh dia maka aku akan menghilangkan nyawa dua orang sekaligus. Aku hanya kehilangan satu orang kau kehilangan dua orang...” Ancamnya berbalik dengan tersenyum sinis.
Meskipun dia khawatir atas nyawa kekasihnya saat ini. Tapi Bryan orang yang pandai menutupi kegelisahan nya hingga tak ada orang yang tahu bahwa dia sebenarnya cemas akan kekasihnya.
Bersambung besok lagi ya,
Selamat hari Senin bagi orang yang menjalankan aktifitas kalian masing-masing. Senin yang panas karena cuaca lagi panas banget.
jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan,
Like 👍
komen ....
Beri ulasan 😍
Jadikan favorit juga boleh kok ya 😍
Share juga bisa kok 😌
Makasih banyak sayang nya Mince 🥰😍