Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Kabur 3



Flashblack On


Nicolas dan beberapa orang nya kini telah siap untuk merencanakan dia yang akan membantu kakak nya untuk kabur, tentu saja dia tak akan tega membiarkan sang kakak berada di dalam penjara apalagi pertemuan tadi begitu memperlihatkan sang kakak yang babak belur.


" Ingat kita harus hati hati malam ini jangan membuat kesalahan sedikit saja atau menimbulkan kecurigaan para polisi yang sedang berjaga di sana…" Nicolas memperingatkan kepada beberapa orang orang nya saat ini.


Mereka saat ini akan bersiap untuk menuju ke sebuah penjara di mana penjara itu ditempati Alexander kakak dari Nicolas. 


" Bos kamu yakin kita akan datang ke sana? Kau tau sendiri bahwa penjara di sana pengamanan nya begitu ketat, jika kakakmu ketahuan kabur dan kita semua tertangkap maka habislah kita."


" Bahkan kita bisa ditembak mati di sana…" Sambung yang lain.


" Kalian pada takut?" 


Mereka semua diam tentu saja mereka semua ketakutan mereka lebih sayang pada nyawa mereka tapi apa boleh buat jika mereka harus menjalankan tugas yang sudah disuruh oleh bosnya saat ini.


" Kalian tak usah takut nanti aku akan mendapatkan bantuan dari salah satu mafia yang terkenal di sini." 


Mereka semua saling berpandangan dengan saling tak mengerti. " Tenanglah aku sudah menemukan satu bantuan yang saat ini akan membantu kita membebaskan kakak ku."


" Mafia siapa yang kau maksud?" 


" Cosa Nostra…" Mata mereka terbalak kaget mendengar nama itu.


Nama yang juga tak asing bagi orang orang Italia, nama mafia yang juga terkenal di bagian Sisilia Italia. Nama mafia yang lama terkubur bertahun tahun sejak ketua dari Cosa Nostra ditangkap oleh para polisi.


" Bukankah pimpinan yang bernama Fanara saat ini berada di penjara? Bagaimana bisa kau mendapatkan dukungan mereka?"


" Tenanglah kenapa kalian begitu terkejut saat ini,aku sebenarnya mempunyai salah satu teman yang bergabung dengan mereka jadi aku meminta bantuan nya dan mereka mau membantu kita."


" Tidak mungkin jika tidak ada imbalan, karena mereka tak akan mau dengan namanya gratis?" 


Nicolas tertawa keras tentu saja apa yang dikatakan oleh salah satu temannya benar mereka tak mungkin memberikan bantuan dengan cuma cuma, mereka tentu saja ingin mendapatkan imbalan yang setimpal dengan apa yang mereka lakukan.


" Jika nanti waktunya tiba aku akan katakan kepada kalian imbalan apa yang mereka minta, yang jelas sekarang kita sudah dibantu oleh mereka dan fasilitas kita akan dipenuhi oleh mereka semua."


Mereka semua akhirnya mengangguk dan bergerak dengan segera dan benar saja mobil anti peluru, senjata senjata yang sudah disiapkan oleh mereka kini berada di dalam mobil dengan mereka yang hanya memakainya saja.


" Kita akan di bantu oleh mereka dengan mereka yang menyiapkan semuanya ini jadi kita tak perlu ragu untuk mengeluarkan Alexander, dia adalah supir yang handal dalam menangani kabur jika nanti para Sipir atau polisi menangkap kita."


" Tenang saja pasti kita akan bisa kabur dari sana…" Timpal sang supir yang saat ini sudah melajukan mobilnya menuju dimana penjara yang dimaksud.


Nicolas tak hanya yakin bahwa malam ini rencananya akan berhasil tapi dia sangat yakin bahwa semuanya akan berjalan sesuai rencana mereka. Dia tak sabar melihat kakaknya bebas meskipun jalan yang mereka tuju adalah kesalahan yang besar saat ini.


" Saya yakin bos, mereka berdua tadi merencanakan kabur di sini."


Steve dan beberapa orang yang ada di sana kini mengangguk. " Sebelum jam yang mereka sepakati tiba kita harus segera menyelesaikan ini semua, aku ingin kejutan yang kami siapkan begitu sempurna…" Timpal Kris yang juga ada di sana.


" Kami akan siapkan semuanya bos…" Kepala Sipir itu memberikan kode kepada Sipir lainnya mereka siap untuk mendengar perintah selanjutnya.


Dan beberapa orang telah mengintai pergerakan dari arah lawan nya. Semua orang merasa senang karena malam ini akan ada kejutan dan pesta saling baku hantam karena mereka terlalu lama untuk terlelap tidur dalam bertahun tahun.


Kini mereka sudah siap di tempat mereka masing masing dengan senjata yang telah berada di tangan mereka semua saat ini. Orang orang yang memiliki kedudukan kini hanya bersantai dengan melihat mereka dari kejauhan saat ini. Mereka nanti akan keluar setelah semuanya berada di tangan mereka.


Tali panjang dan besar kini telah dilempar ke atas dinding, Nicolas melihat jam tangannya. Dia menunggu di sana dengan kode yang telah diberikan kepada sang Kakak tadi. Nicolas dan beberapa orang yang ada di sana kini menunggu untuk menarik jika ada orang yang menarik tali itu dengan kode yang sama.


Tak berapa lama tali itu ditarik dengan kode tiga kali tarikan dan itu membuat Nicolas tersenyum senang, dia yang berpikir bahwa itu adalah kakaknya dia segera dengan dibantu satu orangnya menarik tali itu dengan cepat. Orang orang yang lain kini mengamati sekelilingnya dan semuanya aman tak ada yang mencurigakan.


" Aman bos! Ayo segera bos sebelum ada yang melihat kita…" Salah satu dari mereka kini juga mengamati sekelilingnya.


Dan orang yang saat ini sudah berada di atas dinding itu, tersenyum sinis. Nicolas tentu saja tak dapat melihat wajah siapa yang saat ini ada di atas, orang itu memakai baju tahanan dengan topi yang menutupi wajahnya. Semua orang merasa senang karena tujuan mereka sudah hampir selesai.


Orang itu kini lompat dengan segera, sebelum mereka kabur dari sana kini suara sirine polisi dan beberapa mobil telah menghadang mereka dengan segera. Mereka semua panik saat ini, mereka yang ingin kabur kini malah harus tertahan dengan mereka yang di kepung.


" Sial…" Umpatnya Nicolas yang belum sempat kabur malah sudah di kepung oleh beberapa polisi dan juga mobil mobil.


" Angkat tangan kalian, letakkan di atas kepala. Saat ini kalian sudah kami kepung…" Katanya dengan pengeras suara.


" Apa yang harus kita lakukan bos? Aku tak ingin mati di sini atau masuk penjara…" Bisik salah satu mereka yang juga sudah mengangkat tangan mereka.


" Diamlah jangan berisik…" Katanya dengan kesal.


Nicolas tentu saja memikirkan cara mereka kabur dari sana, dia melirik ke arah mobil nya tadi dan ternyata tak jauh mobil itu terparkir.


" Mobil kita ada di bagian kiri, dan kita bisa lari kemana saja. Jika kalian menjangkau terlalu jauh kita bertemu di markas…" Bisiknya kepada orang orang nya.


" Tapi bos."


" Jangan banyak bertanya…" Dia memikirkan cara mereka berlari. " Kakak lihat arah kirimu, di sana ada mobil Van Hitam kita akan masuk ke sana dengan berlari melawan mereka jadi ayo kita segera bergerak…" Nicolas menarik tangan sang kakak yang berada di belakang punggungnya.


" Siapa yang ingin kau ajak kabur heh? Kakak mu?" 


Deg!!