Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Rencana Awal 4



" Selamat datang Tuan Albert senang akhirnya anda datang kemari setelah beberapa hari ini anda tak mengabari apapun…" Aaron terlihat senang ketika melihat penasehat hukum dari cucu nya saat ini sedang duduk dengan tenang di depannya.


" Maafkan saya Tuan Aaron saya begitu sibuk akhir-akhir ini, anda tau sendiri seperti apa klin saya jadi saya tidak memiliki waktu untuk beristirahat meskipun hanya sejenak…" Elaknya, padahal dia yang tak pernah datang hanya untuk menyusun rencana.


" Saya tau kesibukan anda terkadang pekerjaan membuat kita gila waktu…" Aaron tersenyum kecil. " Tuan Al saya pikir anda tak pernah datang atau tak pernah kemari karena waktu itu saya mengirim Erik untuk menawarkan sesuatu kepada anda."


" Tentu saja tidak Tuan, saya memang sangat sibuk akhir-akhir ini. Banyak orang yang bermasalah hingga mereka harus datang ke kantor saya…" Albert kini pura pura tersenyum. " Dan soal itu kemarin saya sudah sampaikan untuk anda memberi saya waktu untuk berpikir."


" Tentu! Tentu saja anda memiliki waktu untuk berpikir. Saya tak membatasi waktu anda untuk berpikir saya akan selalu menunggu keputusan anda Tuan Al…" Aaron yang sebenarnya juga sangat mengharapkan dan sangat penasaran dengan apa yang akan menjadi keputusan dari nya kini hanya harus bersabar lagi.


" Tapi sepertinya saya ingin mengatakan nya sekarang Tuan, karena saya pikir pikir saya sudah yakin dengan keputusan saya ini…" Aaron sedikit terkejut ketika sang pengacara ini sudah menemukan jawaban atas apa yang ditawarkan beberapa hari ini.


" Jangan terlalu terburu-buru Tuan Al saya akan menunggu jawaban anda, karena saya tidak ingin mendengar jawaban yang membuat saya kecewa…" Katanya dengan penuh penekanan saat ini.


Albert menarik ujung bibirnya untuk tersenyum. " Tapi jawaban saya aku rasa sudah cukup untuk tawaranan anda Tuan, saya bukan orang yang bisa di paksa begitu saja, apalagi dengan orang yang baru saya kenal. Saya tidak tau apa ini benar atau tidak tapi saya harus mengatakan bahwa saya-" Albert menjeda ucapannya yang membuat Aaron sangat penasaran dengan apa yang ingin dikatakan oleh laki laki yang ada di depannya.


" Saya?" Aaron menanggulangi kata kata Albert dengan rasa penasaran.


Albert terdiam dia menyakinkan dirinya sebelum dia meneruskan apa yang dikatakan. Albert membuang nafasnya dengan kasar lalu membenarkan duduknya dengan tegak.


" Saya menerima tawaran yang anda tawarkan kepada saya kemarin Tuan!" Wajah tegang dari Aaron kini langsung berubah menjadi senang. Dia yang tadi menunggu jawaban itu kini merasa lega karena dia begitu menginginkan jawaban yang membuatnya senang.


" Kau mau bergabung dengan kami? Kau yakin dengan keputusanmu itu?" Aaron ingin mengulanginya karena dia yang takut telinganya bermasalah dan salah mendengarnya.


" Saya sebenarnya tak yakin tapi demi kebaikan bersama serta demi keluarga saya agar kami aman kami akan menerima tawaran anda. Dan memang benar yang anda katakan pekerjaan saya memang membutuhkan back up yang cukup tinggi agar tak ada yang berani menyentuh keluarga saya. Selama ini saya belum pernah memiliki masalah dengan lawan klien saya tapi untuk berjaga-jaga tak jadi masalah bukan Tuan? Lebih baik saya menerima nya sekarang sebelum semuanya terlambat."


Prok! Prok! Prok!


Suara tepuk tangan dari Aaron karena pengacara ternama seperti Albert kini rela bergabung di dalam geng nya yang terkenal di Negara nya sana. Dia bangga bisa menjadikan Albert salah satu orangnya untuk bergabung dengan mereka. 


" Selamat bergabung Tuan Albert selamat bergabung! Saya senang sekali mendengar kabar dari anda perihal ini, saya yakin anda tidak akan mengecewakan saya dengan jawaban yang konyol. Anda sangat bijak mengambil keputusan ini. Saya akan menjamin semuanya aman…" Wajah Aaron saat ini begitu gembira tak ada kesedihan, hari ini dia begitu senang dengan keputusan Albert membuat mood nya langsung naik seketika.


Sedangkan Albert hanya tersenyum penuh kelicikan saat ini. Dia yang melihat Aaron terlalu bahagia hanya tersenyum tipis dengan cara pemikirannya sendiri.


Flashback On


" Untuk apa kau datang kemari? Sepertinya kita tak membuat janji temu, jika tak ada yang penting sebaiknya kau pergi saja karena saya sibuk…" Albert yang berucap sinis ketika melihat Erik ada di depannya.


" Jika bukan karena Tuan Aaron mungkin saat ini saya juga tak mungkin berada di sini, aku malas harus bertemu dengan anda…" Erik yang juga membalasnya dengan ketus.


" Anda pikir saya mau bertemu dengan anda! Jadi lebih baik anda pergi jika tidak ada yang penting, saya sendiri nanti yang akan menghubungi Tuan Aaron menanyakan keperluan apa sampai mengirim asisten setianya datang kemari."


Erik menghela nafasnya mencoba untuk menahan emosinya saat ini. Dia tak ingin marah karena mereka bertengkar dan didengar oleh bosnya maka urusannya akan panjang nantinya. Bisa bisa dia sendiri yang akan dihukum oleh bosnya.


" Saya datang kemari untuk memberikan tawaran yang diberikan oleh Tuan Aaron."


" Tawaran? Apa yang Tuan Aaron tawarkan kepada saya? Jika menguntungkan saya maka saya akan menerima nya tapi jika merugikan saya sebaiknya anda pergi…" Usirnya dengan cepat karena Alber terlalu muak bersama dengan musuhnya, dia lelah harus berpura-pura baik di depan mereka.


" Tuan Albert ini pasti akan menguntungkan bagi kita semua, saya datang kemari untuk menawarkan  kepada anda bahwa Tuan Aaron ingin anda bergabung dengan geng kami."


" Apa? Apa saya tidak salah dengar dengan apa yang kau katakan? Jangan konyol. Seorang pengacara ternama harus bergabung dengan sebuah geng? Untuk apa? Hanya untuk membuang waktu berharga saya…" Ejeknya meskipun sebenarnya dia sedikit terkejut mendengar tawaran ini.


" Dengarkan dulu Tuan Al, pekerjaan anda terlalu bahaya untuk anda dan keluarga anda. Pekerjaan anda banyak melibatkan orang orang jahat di sekitar anda. Kadang kita tak pernah tau siapa musuh kita yang sedang berdiri di depan kita. Jadi kami di sini menawarkan keamanan untuk anda dan keluarga anda jika suatu saat anda membutuhkan perlindungan."


Albert terdiam apa yang dikatakan nya memang benar tapi diam nya Albert bukan menyetujui apa yang dikatakan oleh Erik. Saat ini ada pikiran lain yang ada di benaknya.


Ini kesempatan emas untuk aku bergabung dan tau jauh dari semuanya. Kenapa aku harus menolaknya. Kau sendiri yang datang untuk membawa petaka. 


" Kau benar tapi sayangnya saya harus berpikir sebelum mengambil keputusan terbesar ini. Selama ini saya tak pernah mendapatkan tawaran seperti ini jadi beri saya waktu untuk berpikir sebentar, beri saya waktu untuk berpikir."


" Tentu saja kami akan menunggu jawaban dari anda, saya rasa anda sangat bijak dalam keputusan Tuan Albert."


Flashback Of