Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Terbongkar 1



" He kamu jangan lupa untuk malam ini ada yang ingin dibahas oleh bos jadi kita semua harus hadir."


" Apa yang ingin dibahas? Apa para pengkhianat sudah ketemu?" Salah satu orang itu mengangkat bahunya dia juga tak tau.


" Entahlah aku tadi hanya diperintahkan untuk mengumpulkan semua orang malam ini, hanya itu saja." 


" Baiklah…" Bryan dan Antoni kini saling menatap mereka yang baru saja datang kini merasa heran karena malam ini mereka telah di kumpulkan oleh Aaron.


" Kira kira ada apa ya bos? Apa ada sesuatu yang penting?" Bisiknya kepada Bryan.


" Entahlah aku juga tak tahu, tapi yang jelas ini tak bagus untuk kita." 


" Lalu apa yang harus kita lakukan?"


" Kita ikuti saja permainan mereka, nanti kita bakal tau apa yang akan mereka bahas…" Antoni mengangguk mengerti.


Sedangkan Erik kini mengacak acak kamarnya dia juga menemukan benda yang bisa mendengar setiap pembicaraan yang dia lakukan di dalam kamar tersebut. Dia hanya mengepalkan tangannya menahan rasa marah yang ada di pikirannya.


" Sial.. jadi selama ini mereka yang sudah membuat kami saling mengira dan dia bisa tahu semua apa yang kami bicarakan waktu itu…" Gumam nya dengan pelan. Dia juga baru sadar bahwa ternyata tempat untuk beristirahat juga telah di sadap oleh kedua orang yang telah terbongkar saat ini.


Erik naik turunkan dadanya dengan kesal dia hanya bisa menahannya saat ini. 


" Kali ini aku bisa menahannya tapi nanti malam tamatlah riwayat kalian berdua. Mereka pikir mereka siapa berani masuk ke dalam sini dengan membuat cerita seakan semuanya ada orang lain yang ingin menghancurkan kami…" Dia hanya berani bergumam pelan dia tak berani bicara keras karena dia takut rencana malam ini akan gagal jika dia bicara keras.


Sedangkan Aaron berusaha untuk tetap tenang meskipun dia sudah sangat tidak sabar menunggu malam ini. Malam ini dia ingin mengakhiri ini semua, beberapa hari ini dia telah pusing memikirkan siapa pengkhianat yang ada di sekitarnya dan sekarang semuanya telah terbongkar.


" Tuan maafkan saya di luar ada Tuan Albert…" James yang masuk membuat Aaron menatapnya.


Dia merasa kasihan ketika dia mengingat bahwa laki laki yang ada di depannya sempat ia hajar habis-habisan. Bahkan dia juga meragukan tentang sang asisten nya. Aaron bahkan tak mengira bahwa dua orang yang terlihat hanya diam tak memiliki peran penting di dalam sana kini malah orang yang ada di balik ini semua.


" Katakan untuk menunggunya di luar saja, aku akan keluar sebentar lagi."


" Baik Tuan…" James hanya bertanya tanya di dalam benaknya karena untuk pertama kalinya si bos tak ingin menerima tamu di dalam ruangan kerja miliknya.


James memang tidak tahu apapun saat ini, penyergapan yang nanti nya terjadi malam hari hanya diketahui oleh Aaron tersendiri dan Erik. Mereka berdua sepakat untuk tidak mengatakan kepada siapa siapa agar tak ada yang tahu rencana mereka ini.


Tumben si bos tak ingin menerima tamu di dalam? Tapi ya sudahlah terserah si bos. 


James tak ingin terlalu pusing memikirkan hal yang tak perlu dia pikirkan, meskipun ada yang tidak beres tapi dia juga tak ingin berpikir keras tentang ini semua. 


" Tuan Al silahkan tunggu di sini, Tuan Aaron akan keluar sebentar lagi…" Albert hanya mengangguk.


" Apa ada tamu di dalam? Sehingga saya harus menunggu di luar?" 


" Tidak ada Tuan, hanya saja si bos ingin bicara di sini…" Albert lagi lagi hanya mengangguk dengan pelan.


Albert mengambil ponselnya dia dengan cepat mengirimkan pesan singkat kepada Bryan yang juga berada di markas sana.


Bryan


Apa semuanya baik-baik saja? Paman berada di sini juga tapi ada yang aneh di sini.


Paman Al


Semuanya baik paman, jangan khawatir. Paman hanya perlu menjalankan tugas paman dan aku juga akan menjalankan tugas ku juga. Lebih cepat lebih baik.


" Tuan Al maaf sudah membuat anda menunggu lama…" Bariton dari laki laki tua itu membuat Al tak jadi membalas pesan dari Bryan. Dengan segera dia memasukan ponsel itu kembali ke dalam tas nya.


Dengan dia yang tersenyum menanggapi apa yang dikatakan oleh Aaron saat ini. " Tak masalah Tuan Aaron, mungkin saya yang tidak tahu jika anda sibuk saat ini."


" Ah saya tidak sibuk sekalipun saya sibuk pun saya bisa meninggalkannya jika anda ada di sini."


" Maaf Tuan Aaron apa anda sedang menerima tamu?"


" Tidak! Hanya saja di ruangan ku sedang berdebu, aku tak ingin anda menghirup debu, kami sedang mencari orang untuk membersihkan ruanganku jadi maafkan saya jika kita bicara di sini dulu."


Albert menangkap sesuatu yang tidak biasa dari cara bicaranya saat ini. " Baiklah Tuan, saya tidak bisa lama lama di sini, saya hanya ingin menyampaikan bahwa sidang yang sudah dijadwalkan oleh pengadilan tentang Alexander terpaksa dibatalkan oleh pi-"


" Dibatalkan? Apa maksudnya dengan dibatalkan? Nadanya kini langsung tinggi.


" Dibatalkan karena para sipir memiliki catatan buruk yang tak saya ketahui selama Alex berada di dalam sana. Jadi sebagai hukuman Alex tidak bisa menjalani sidang untuk beberapa bulan terakhir ini."


Brak!!!


" Catatan buruk mereka bilang hah?" Albert sudah tau ini pasti terjadi, laki laki tua ini pasti akan mengamuk ketika mendengar bahwa sidang cucunya telah dibatalkan.


" Tuan Aaron ini adalah catatan yang perlu anda baca, mungkin dengan anda membaca ini anda bisa lebih menyadari bahwa ini juga kesalahan Alex."


Aaron merampas dengan cepat sebuah kertas yang di atas kertas itu tertulis apa saja kesalahan Alex hingga permohonan dari para sipir untuk membatalkan sidang sebagai hukuman tambahan dari Alex. 


" Tidak mungkin Alex bisa berbuat banyak pelanggaran seperti yang ada di kertas ini…" Aaron tak percaya dengan apa yang dia baca.


" Tapi maafkan saya Tuan itulah yang terjadi, bahkan saya sudah memperingatinya agar tak membuat kesalahan yang membuatnya rugi tapi Alex sepertinya sedang berusaha menjadi jagoan di sana hingga sekarang dia sendiri yang rugi dalam hal ini."


" Apa tak ada upaya hal lain yang bisa kita lakukan untuk tetap melanjutkan sidang minggu depan?"


" Tak ada Tuan, saya juga sudah bicara kepada kepala sipir tapi dia berkata tidak bisa, hal yang membuat mereka memberikan hukuman tambahan anda bisa baca pada poin terakhir bahwa dia berani menyandera dokter polisi dan menyuruhnya untuk membantu dirinya kabur jadi kesalahan itu membuatnya tak bisa dimaafkan oleh kepala sipir."


" Sial.. sial.. sial…" Dia mengumpat berualang kali.