
" Tato rusa?" William mengulangi apa yang dikatakan oleh sepupunya tersebut.
" Sekarang kita sudah memiliki petunjuk meskipun hanya satu dan sekarang kita harus memikirkan bagaimana kita tahu laki laki itu memiliki tato rusa…" Bryan mengusap wajahnya dengan kasar dia juga bingung dengan petunjuk seperti ini.
" Apa orang itu mengatakan bagian mana tato rusa yang dimiliki nya?"
" Di dada nya?"
Deg!!
Seorang wanita yang berada di depan pintu tanpa sengaja mendengar apa yang William dan Bryan bicara, jantungnya berdetak tak karuan pikirannya melayang entah kemana setelah mendengar apa yang mereka bicarakan. Dia bersandar di dinding dengan cepat ketika kedua kakinya lemas hampir terjatuh.
" Dia berkata orang itu memiliki tato rusa di dada dan dia juga berkata bahwa kakak nya atau keluarga nya ada seorang pejabat yang melindungi kejahatannya…" Sambung Bryan lagi.
William mengangguk perlahan dia kali ini juga harus berpikir keras mencari cara mengetahui siapa lawannya yang memiliki tato rusa seperti yang dimaksud oleh sepupunya tersebut.
" Sewaktu aku kabur pun kemarin Sarah juga di kejar kejar tiga orang yang tak dikenal, lalu waktu kami berdua bersembunyi mereka juga menyebutkan bahwa mereka telah dilindungi oleh para pejabat hingga kejahatannya tak mungkin terbongkar…" Bryan menceritakan semuanya kepada William.
" Sekarang aku tahu pejabat yang dia maksud mungkin seorang polisi yang memiliki kedudukan tertinggi hingga dia bisa melindungi mereka."
" Kau benar! Dan sekarang kita hanya mencari bukti bahwa semua ini juga ada campur tangan dari pihak pihak yang memiliki kedudukan tertinggi di sini."
Mereka berdua kini mengangguk perlahan kini mereka harus memikirkan caranya untuk membongkar ini semua dan mereka harus mencari laki laki yang memiliki tato rusa di dada nya. Mereka berdua kini hanya diam dengan pemikiran mereka masing masing.
Bryan kini tak hanya satu yang dipikirkan tapi dua masalah yang membuatnya kepikiran, hari ini semua harapannya hancur ketika penolakan itu terjadi dan sekarang dia sadar bahwa rasa sakit itu masih ada di hatinya.
Sedangkan Sarah yang masih berada di depan pintu dengan dia yang masih mendengar pembicaraan kedua laki laki itu semakin terasa lemas dia tidak tahu apa yang harus dia katakan yang jelas apa yang dia dengar membuatnya terkejut bukan main. Jantungnya masih berdebar cepat kedua kakinya terasa kelu untuk berjalan kepalanya terasa pusing dan matanya sedikit berkunang kunang.
Sarah yang juga pernah mendengar bahwa orang yang bersalah itu telah dilindungi oleh orang yang memiliki kedudukan tak menyangka bahwa laki laki yang bersalah itu adalah orang yang mungkin dia kenal tapi dia ingin semua ini adalah tidak benar dan hanya kebetulan.
Bug!!
Sarah yang memikirkan hal itu kini langsung terjatuh dan tak sadarkan diri, dia sungguh terkejut dengan apa yang dia dengar membuatnya langsung pingsan seketika. Kedua laki laki yang ada didalam kini mendengar suara yang jatuh cukup keras hingga membuat mereka langsung lari keluar.
William dan Bryan kini terkejut bukan main ketika melihat Sarah terjatuh di lantai dengan mata yang terpejam, Bryan langsung melihat keadaan wanita yang ada di hatinya meskipun hatinya terluka tapi dia tak bisa berbohong bahwa hatinya penuh dengan kekhawatiran melihat wanita itu pingsan.
" Sarah, Sarah.. apa yang terjadi.. bangun.. Sarah…" Bryan menepuk pipi wanita itu tapi dia tetap memejamkan matanya.
Bryan langsung menggendong Sarah membawa masuk keruangan yang lebih dekat dengan nya, ruangan dimana di sana adalah kamar pribadi miliknya.
" Will panggilkan dokter segera!" Teriaknya dengan panik.
Bryan berulang kali menepuk pipi Sarah tapi lagi lagi wanita itu tak membuka matanya bahkan dia masih setia memejamkan matanya begitu saja. Sarah masih terkejut dengan apa yang didengar hingga dia masih enggan untuk membuka matanya. Bryan memegang kedua tangannya menciumnya berulang kali berharap wanita itu bangun dengan segera.
Meskipun Bryan hatinya terluka atas penolakan nya tapi dia juga tak bisa berbohong bahwa hatinya juga khawatir melihat wanita ini tiba tiba pingsan. Bahkan rasa kecewa dan rasa sakit itu kini hilang lenyap melihatnya tidak berdaya seperti ini.
" Ada apa denganmu sebenarnya kenapa tiba tiba pingsan? Apa kamu sakit?" Gumam nya dengan pelan dengan menatap wanita itu yang masih terpejam.
Sedangkan di lantai bahwa Abhi dan Albert datang bersama laki laki kecil, laki laki kecil yang kemarin sempat trauma dan tak mampu bicara kini telah sadar dia telah berani bertemu dengan orang banyak meskipun dia harus bersembunyi di beberapa orang yang diyakini aman.
" Paman siapa dia?" William yang tadi sedang berbicara dengan Antoni melihat kedatangan kedua laki laki gagah dengan satu anak kecil.
" Dia sepupu dari Sarah…" Albert mengisyaratkan untuk tak tidak bertanya panjang lebar lagi.
William kini mengangguk perlahan dia tahu bahasa yang dikeluarkan oleh Albert saat ini jadi dia hanya bisa diam.
" Dimana kakak Sarah? Aku hanya akan bicara dengannya!" Suaranya bergetar seperti menahan rasa ketakutan melihat semua orang yang ada di sana hanya seorang laki laki berbadan tegap.
" Kakak Sarah lagi berada di dalam kamarnya…" Timpal William.
Anak kecil itu kini hampir menangis dia merasa ketakutan dan seakan dia merasa ada yang ingin menyakitinya. " Kalian berbohong bahwa kakak Sarah ada di sini.. jangan bunuh aku! Ku mohon…" Laki laki kecil itu kini tiba tiba menangis dengan penuh permohonan dia tak bisa berkata apa apa selain bayangan ayahnya telah dibunuh dengan keji oleh ketiga orang yang tak dikenal.
" Hei jangan menangis, kami memang bersama kakak mu tapi sekarang kakakmu lagi sakit jadi dia berada di kamar untuk tidur!" William kini menimpali apa yang terjadi.
" Sarah sakit? Apa yang terjadi? Semalam sepertinya dia baik baik saja?" Abhi kini mengerutkan keningnya karena mendengar apa yang dikatakan oleh William.
" Entahlah tadi kami menemukan dia sudah pingsan di depan kamar Bryan, saat ini dia sedang berada di dalam kamar Bryan."
" Baiklah ayo sekarang kita lihat kondisi kakakmu agar kau yakin bahwa kami adalah orang yang akan melindungimu bukan orang yang akan menyakitimu…" Ajak Albert yang juga ada di sana.
Kini mereka berlima telah berjalan menuju kearah kamar Bryan agar laki laki kecil itu tahu bahwa mereka memang bukan orang jahat saat ini. Terkadang para mafia selalu digambarkan dengan kejahatan sebenarnya mereka hanya memulai apa yang telah dimulai dulu dengan para musuh mereka.
Mereka tidak akan menyentuh jika tak ada yang menyentuh mereka tidak akan mengusik jika mereka tak di usik oleh para musuh. Ingat orang diam bisa lebih bahaya dibanding orang yang terlihat kejam dari luarnya. Karena orang diam selalu diremehkan oleh kebanyakan orang sedangkan orang kejam selalu membuat semua orang mundur sebelum mereka melawannya.
Selamat pagi semuanya jangan lupa kasih vote dan hadiah buat mince ya 🤭
Mince mau kabarin kalau Cinta Buta juga akan segera hadir menemani kalian tapi gak tahu kapan karena masih tahap revisi jika sudah selesai nanti akan tayang dan jangan lupa untuk mampir kesana ya 🤭
Sedangkan yang untuk Donzello dan Charlotte mince masih lupa akun nya untuk masuk karena si biru lagi ngambek jadi semua akun keluar dari kemarin jadi mince lupa 🤭 jadi bersabar untuk abang Don dan Neng Charlotte nya ya 🙏🙏